Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Tarif Trump Membuat Pasar Waspada, Purbaya Kirim Sinyal Penting ke Investor

Tarif Trump Membuat Pasar Waspada, Purbaya Kirim Sinyal Penting ke Investor

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Kebingungan tarif Trump kembali menekan sentimen pasar keuangan global dan ikut memengaruhi pergerakan aset di Indonesia. Meski tekanan eksternal meningkat, otoritas moneter menilai fundamental domestik tetap solid dan memberi sinyal penting bagi investor di awal pekan.

Ketidakpastian kebijakan dagang Amerika Serikat membuat pelaku pasar global bersikap lebih hati-hati. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko dan meningkatkan kepemilikan aset aman, terutama dolar AS.

IHSG Masih Menguat Secara Mingguan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (20/2/2026) di level 8.271,76. IHSG melemah tipis 0,03% secara harian, namun tetap mencatat kenaikan 0,72% sepanjang pekan.

Aktivitas pasar berlangsung aktif dengan nilai transaksi Rp20,32 triliun. Investor memperdagangkan 43,12 miliar saham dalam 2,9 juta transaksi. Kapitalisasi pasar turun ke Rp14.941 triliun.

Di tengah kebingungan tarif Trump, investor asing justru membukukan beli bersih Rp240,57 miliar di seluruh pasar. Arus dana ini menunjukkan kepercayaan terhadap pasar keuangan Indonesia masih terjaga.

Pergerakan Sektoral Saham

Sektor konsumer non-siklikal memimpin pelemahan dengan penurunan 1,53%. Transportasi dan logistik turun 1,06%, sementara sektor energi terkoreksi 1,02%.

Sebaliknya, sektor infrastruktur menguat 0,92%. Sektor keuangan naik 0,54% dan sektor industri bertambah 0,50%.

Rupiah Bergerak Terbatas

Nilai tukar rupiah menutup perdagangan di Rp16.860 per dolar AS. Rupiah menguat tipis secara harian, namun masih melemah 0,21% secara mingguan seiring penguatan dolar AS di pasar global.

Bank Indonesia mencatat Neraca Pembayaran Indonesia 2025 defisit US$1,5 miliar atau 0,1% dari PDB. Defisit ini jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan ekspor manufaktur dan kenaikan remitansi Pekerja Migran Indonesia menjadi faktor utama penopang. Pada kuartal IV-2025, NPI bahkan mencatat surplus US$6,1 miliar.

Pasar Obligasi Masih Waspada

Di pasar surat utang, imbal hasil SBN tenor 10 tahun bertahan di level 6,458%. Meski stabil secara harian, yield tersebut naik 4,87 basis poin sepanjang pekan, mencerminkan aksi jual terbatas investor.

Ke depan, pelaku pasar terus mencermati perkembangan global. Kebingungan tarif Trump dan sikap ketat bank sentral AS masih berpotensi memengaruhi volatilitas pasar, meski stabilitas domestik tetap menjadi penopang utama.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Komisi III DPR RI bahas RUU Hukum Acara Perdata

    RUU Hukum Acara Perdata Disepakati Jadi Inisiatif DPR

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pemerintah dan Komisi III DPR RI memfokuskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Hukum Acara Perdata dalam rapat kerja yang berlangsung di Jakarta, Rabu. Dalam rapat tersebut, kedua pihak sepakat mengajukan RUU itu sebagai inisiatif DPR. Masyarakat dapat memantau jalannya rapat secara terbuka melalui kanal resmi DPR RI. Kesepakatan ini menandai perubahan arah legislasi. […]

  • 54 juta warga miskin belum terima BPJS PBI dalam rapat DPR RI

    Warga Miskin BPJS PBI Masih Banyak yang Belum Terdata

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — warga miskin BPJS PBI masih banyak yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan jaminan kesehatan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, sebanyak 54 juta warga miskin dan rentan belum menerima kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) sepanjang 2025. Kelompok tersebut berasal dari Desil 1 hingga 5 yang seharusnya menjadi prioritas utama perlindungan jaminan […]

  • Prabowo dorong pembangunan universitas baru di Indonesia

    Seskab: Prabowo–Russell Group Bahas Kampus Baru dan Pertukaran Dosen

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 353
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Prabowo bangun 10 universitas baru untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto menjadikan kerja sama internasional sebagai fondasi kebijakan pendidikan jangka panjang. Rencana tersebut mengemuka saat Presiden bertemu dengan Russell Group di London. Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan berlangsung pada Selasa (20/1/2026). Dalam […]

  • Ilustrasi kasus penikaman karyawan Rich Club Kendari di area parkiran pada malam hari yang hingga kini masih dalam penanganan kepolisian

    Dua Pekan Tanpa Kepastian, Kinerja Polisi Dipertanyakan dalam Kasus Penikaman Karyawan Rich Club Kendari

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dua pekan telah berlalu sejak insiden penikaman terhadap karyawan tempat hiburan malam di Kota Kendari. Namun, polisi belum menunjukkan perkembangan berarti dalam penanganan kasus tersebut. Hingga kini, aparat belum mengamankan para terduga pelaku. Di sisi lain, korban masih menjalani perawatan medis dan pemulihan trauma. Kondisi ini memicu keresahan publik. Peristiwa tersebut terjadi […]

  • Suara Rakyat dan Tanggung Jawab Demokrasi

    Suara Rakyat dan Tanggung Jawab Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 308
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Suara rakyat dalam demokrasi sering menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan politik. Karena itu, banyak pihak menempatkan kehendak mayoritas sebagai ukuran sah atau tidaknya sebuah kebijakan. Namun, ketika aktor politik memaknai prinsip tersebut secara sempit, demokrasi justru berisiko mengabaikan keadilan dan kepentingan publik yang lebih luas. Mayoritas Tidak Selalu Mencerminkan Kebenaran Demokrasi tidak […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sikap tolak utang IMF dalam rapat resmi terkait kondisi APBN Indonesia

    “Purbaya Tolak Tawaran Utang IMF, Tegaskan APBN RI Tetap Kuat”

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 96
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Purbaya tolak utang IMF saat menghadiri forum internasional di Washington DC. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sikap tersebut dalam pertemuan dengan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. Ia menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terjaga. Pemerintah tetap mempertahankan batas defisit di level 3 persen meski harga minyak mengalami kenaikan. […]

expand_less