Danantara Rp800 Triliun: Prabowo Targetkan Setoran Tiap Tahun
- account_circle adrian moita
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Danantara Rp800 triliun menjadi target setoran tahunan dari pengelolaan aset negara. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target tersebut dalam peringatan satu tahun Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta.
Menurut Prabowo, Danantara harus memberikan kontribusi besar bagi negara. Pemerintah menargetkan setoran sekitar 50 miliar dolar AS setiap tahun.
Target tersebut berasal dari perhitungan return on assets (ROA) minimal 5 persen. Pemerintah menghitung angka itu dari total aset yang dikelola Danantara.
Prabowo menjelaskan bahwa banyak perusahaan besar menghasilkan ROA sekitar 10 persen per tahun. Namun pemerintah menetapkan target awal yang lebih realistis. Sebab, Danantara baru memasuki tahun pertama pengelolaan aset negara.
“Kalau ROA mencapai 5 persen, negara dapat menerima sekitar 50 miliar dolar AS per tahun,” ujar Prabowo.
Target Danantara Rp800 Triliun dari Pengelolaan Aset
Pemerintah melihat potensi besar dalam pengelolaan aset negara. Karena itu, pemerintah mendorong Danantara meningkatkan kinerja secara bertahap.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang. Strategi tersebut bertujuan memperkuat kontribusi aset negara terhadap perekonomian nasional.
Dalam beberapa tahun ke depan, Presiden berharap Danantara mampu mencapai ROA antara 10 hingga 15 persen per tahun. Jika target itu tercapai, penerimaan negara akan meningkat signifikan.
Namun demikian, pemerintah tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja awal Danantara. Lembaga tersebut menunjukkan capaian yang cukup kuat selama tahun pertama operasionalnya.
Potensi Besar Aset BUMN
Prabowo menilai pengelolaan aset melalui Danantara memiliki peluang besar. Bahkan, lembaga itu mencatat ROA lebih dari 300 persen pada periode awal operasional.
Capaian tersebut menunjukkan potensi besar pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Karena itu, pemerintah ingin mengelola aset negara secara terintegrasi.
Selain meningkatkan efisiensi, strategi tersebut juga mendorong investasi strategis. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan memperkuat kontribusi aset negara terhadap penerimaan nasional.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
