AS Kerahkan F-35A ke Eropa di Tengah Ketegangan Iran
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- visibility 69
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — AS kerahkan F-35A generasi kelima ke Eropa di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Portal The War Zone melaporkan pergerakan tersebut berdasarkan data sumber terbuka serta rekaman visual yang beredar di media sosial.
Pengerahan F-35A Melalui Portugal
Laporan itu menyebutkan jet tempur F-35A sebelumnya beroperasi dari Puerto Rico untuk mendukung misi Amerika Serikat di kawasan Karibia. Pesawat kemudian terbang melintasi Samudra Atlantik dan mendarat di Pangkalan Udara Lajes, Portugal, yang selama ini berfungsi sebagai titik transit strategis militer AS menuju Eropa dan Timur Tengah.
Hingga kini, militer Amerika Serikat belum mengumumkan lokasi akhir pengerahan jet tempur tersebut. Namun, langkah AS kerahkan F-35A ini mencerminkan peningkatan kesiapsiagaan dan fleksibilitas militer Washington di tengah eskalasi ketegangan regional, khususnya terkait dinamika keamanan di Timur Tengah.
Pergerakan Jet Tempur Pendukung
Selain F-35A, data pelacakan penerbangan juga menunjukkan jet tempur F/A-18G Growler bergerak menuju Spanyol. Pesawat ini memiliki kemampuan peperangan elektronik dan sering digunakan untuk mengganggu radar serta sistem pertahanan udara lawan.
Kehadiran Growler biasanya melengkapi operasi jet tempur siluman seperti F-35A, terutama dalam skenario konflik berintensitas tinggi yang membutuhkan dominasi udara sejak fase awal.
Peran F-35A dalam Operasi Sebelumnya
Menurut The War Zone, F-35A sebelumnya memainkan peran penting dalam operasi militer AS terhadap Iran pada Juni 2025. Jet siluman tersebut membantu menekan sistem pertahanan udara Iran pada tahap awal operasi dan memperluas ruang gerak pesawat tempur lain yang terlibat dalam misi lanjutan.
Kemampuan siluman dan integrasi sensor F-35A menjadikannya aset utama dalam strategi udara modern Amerika Serikat.
Situasi Iran dan Pernyataan Gedung Putih
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat seiring situasi dalam negeri Iran yang memanas. Pada akhir Desember 2025, aksi protes meluas di berbagai kota akibat lonjakan inflasi dan melemahnya nilai tukar rial. Di sejumlah wilayah, bentrokan terjadi antara demonstran dan aparat keamanan, dengan laporan korban dari kedua pihak.
Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungan kepada para demonstran dan memperingatkan Iran agar tidak menggunakan kekerasan. Ia juga menyebut AS telah mengerahkan “armada besar” ke kawasan sekitar Iran sebagai bentuk tekanan politik dan militer.
Trump menegaskan Washington akan meningkatkan tekanan jika tidak tercapai kesepakatan, sebuah pernyataan yang memperkuat sinyal kesiapan militer AS di kawasan.
