Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Gangguan Selat Hormuz: AS Hentikan Pengiriman Minyak

Gangguan Selat Hormuz: AS Hentikan Pengiriman Minyak

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 324
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta (duasatunews.com) – Gangguan Selat Hormuz langsung menghentikan arus pengiriman minyak global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB. Kebijakan ini memicu ketegangan baru di jalur energi dunia.

Kapal-kapal tanker yang sebelumnya masih beroperasi terbatas kini menghentikan perjalanan. Sejumlah kapal bahkan memutar balik arah saat mendekati Selat Hormuz. Laporan Lloyd’s List menunjukkan bahwa lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut berhenti total.

Gangguan Selat Hormuz berdampak besar terhadap distribusi energi global. Jalur ini menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia, sehingga setiap gangguan langsung memengaruhi pasokan dan harga.

Amerika Serikat meningkatkan operasi militer di wilayah tersebut dengan melakukan pembersihan ranjau laut. Washington juga menuduh Iran tidak mematuhi komitmennya untuk menjaga jalur pelayaran tetap terbuka. Kondisi ini memperbesar risiko konflik di kawasan Timur Tengah.

Negosiasi dan Upaya Diplomasi

Pemerintah AS mengambil langkah ini setelah melakukan pertemuan dengan Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4). Kedua pihak berupaya mengakhiri konflik sejak 28 Februari, tetapi mereka tidak mencapai kesepakatan.

Pakistan sebelumnya memediasi gencatan senjata selama dua pekan sejak Selasa (7/4), namun upaya tersebut belum berhasil meredakan ketegangan.

Risiko Ekonomi dari Gangguan Selat Hormuz

Gangguan Selat Hormuz tidak hanya memengaruhi sektor energi, tetapi juga stabilitas ekonomi global. Negara-negara importir minyak menghadapi potensi kenaikan harga energi dan gangguan pasokan.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati. Biaya logistik dan asuransi pengiriman berpotensi meningkat, sementara rantai pasok global ikut terdampak. Jika kondisi ini berlangsung lama, sektor industri dan perdagangan internasional bisa mengalami perlambatan signifikan.

Di sisi lain, sejumlah negara mulai mempertimbangkan jalur alternatif distribusi energi guna mengurangi ketergantungan pada kawasan tersebut. Namun, pengalihan jalur ini tidak mudah karena membutuhkan infrastruktur, biaya besar, serta waktu yang tidak singkat.

  • Penulis: Adrian Moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Tahuna Sulawesi Utara M 5,3 berdasarkan data BMKG

    Gempa Tahuna Sulawesi Utara Guncang Sangihe M 5,3

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,3 mengguncang wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis (25/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 11.03 WIB. BMKG menempatkan pusat gempa pada koordinat 5,50 Lintang Utara dan 125,07 Bujur Timur. BMKG menjelaskan bahwa pusat gempa berada sekitar 215 kilometer barat laut […]

  • Lapangan pertandingan WTA Dubai yang diikuti Aldila Sutjiadi

    Aldila Sutjiadi Siap Bangkit di WTA 1000 Dubai, Janice Tjen Jaga Momentum

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 397
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com | Turnamen level tinggi selalu membawa konsekuensi besar bagi atlet. Aldila Sutjiadi menghadapi tekanan untuk bangkit di WTA 1000 Dubai setelah hasil kurang optimal di Doha. Di saat bersamaan, Janice Tjen memikul ekspektasi publik usai mencatat kemenangan meyakinkan di babak awal. Penampilan keduanya menjadi perhatian karena berdampak langsung pada posisi tenis putri Indonesia […]

  • Petro Akan Temui Trump di Tengah Isu Ancaman Operasi Militer AS

    Petro Akan Temui Trump di Tengah Isu Ancaman Operasi Militer AS

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pertemuan Petro Trump kembali menarik perhatian dunia internasional. Presiden Kolombia Gustavo Petro memastikan kunjungannya ke Washington, Amerika Serikat, untuk bertemu Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin akan menggelar pertemuan di Gedung Putih pada pekan pertama Februari. Melalui pertemuan Petro Trump, kedua negara akan membahas isu keamanan global dan hubungan bilateral. Petro dan […]

  • WNI detensi Kamboja overstay menjalani proses pemulangan yang difasilitasi Kemlu RI di pusat detensi Phnom Penh.

    Kemlu Negosiasikan Pembebasan Denda Overstay bagi 1.840 WNI di Detensi Kamboja

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 162
    • 0Komentar

    JAKARTA,(duasatunews.com) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mempercepat pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di pusat detensi imigrasi di Kamboja. Pemerintah juga bernegosiasi dengan otoritas Kamboja agar para WNI tidak perlu membayar denda akibat melebihi izin tinggal (overstay) selama menunggu kepulangan. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan langkah tersebut dalam kegiatan […]

  • Gus Yahya membahas Palestina saat memberikan keterangan pers

    Gus Yahya Palestina: Ingatkan Prabowo Soal Kebijakan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 540
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Gus Yahya Palestina menilai Indonesia harus menjaga arah kebijakan luar negeri terkait Palestina secara konsisten. Karena itu, ia meminta pemerintah tetap berhati-hati agar setiap langkah diplomasi tidak merugikan rakyat Palestina. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan pandangan tersebut setelah menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan organisasi […]

  • beasiswa LP2D untuk mahasiswa tidak mampu

    LP2D Tolak Revisi RTRW Sultra: Syarat Kepentingan Pengusaha, Abaikan Ekologi

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1.315
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Organisasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) secara tegas menolak rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penolakan ini muncul karena LP2D menilai kebijakan tersebut berisiko memperparah kerusakan lingkungan dan lebih mengutamakan kepentingan investasi dibandingkan keberlanjutan ekosistem. Revisi RTRW dan Ekspansi Industri Nikel Isu revisi RTRW mengemuka […]

expand_less