Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Plastik Melonjak, Puan Maharani Ajak UMKM Beralih ke Kemasan Organik

Harga Plastik Melonjak, Puan Maharani Ajak UMKM Beralih ke Kemasan Organik

  • account_circle Reski
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 246
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Harga Plastik Melonjak, Puan Ajak UMKM Beralih ke Kemasan Organik

Jakarta,(duasatunews.com)//Harga plastik melonjak hingga 30–80 persen dan mulai menekan pelaku UMKM di berbagai sektor. Puan Maharani pun mendorong penggunaan kemasan organik sebagai solusi yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Harga Naik Tekan Pelaku Usaha

Kenaikan harga plastik terjadi akibat konflik geopolitik global. Situasi ini mengganggu rantai pasok bahan baku.

Industri dalam negeri masih bergantung pada impor hingga 60 persen. Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil menghadapi tekanan biaya yang tinggi.

Banyak UMKM kini kesulitan menjaga keuntungan. Mereka harus menyesuaikan harga atau mencari alternatif kemasan.

Kemasan Tradisional Jadi Solusi

Puan mendorong pelaku usaha memanfaatkan bahan alami. Contohnya daun pisang dan daun jati.

Di berbagai daerah, pedagang sudah lama memakai kemasan ini. Nasi liwet, gudeg, hingga mi tradisional sering dibungkus daun.

Kemasan alami tidak hanya ramah lingkungan. Bahan ini juga bisa menjaga kualitas makanan dan memberi aroma khas.

Nilai Tambah bagi Produk

Puan menilai kemasan organik bisa meningkatkan daya jual. Tampilan yang unik menarik minat konsumen.

Selain itu, pelaku usaha bisa menekan biaya produksi. Mereka tidak perlu bergantung pada bahan impor yang mahal.

Ancaman Sampah Plastik Global

Masalah plastik juga

Harga Plastik Melonjak, Puan Maharani Ajak UMKM Beralih ke Kemasan Organik

Jakartaharga plastik melonjak hingga 30–80 persen dan mulai menekan pelaku usaha kecil. Puan Maharani pun mengajak UMKM beralih ke kemasan organik sebagai solusi ramah lingkungan sekaligus efisien biaya.

Ia menilai kenaikan ini bisa menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan pada plastik. Menurutnya, masyarakat perlu mulai menggunakan bahan alami yang lebih berkelanjutan.

Harga Plastik Melonjak Tekan UMKM

Kenaikan harga plastik terjadi akibat gangguan rantai pasok global. Konflik geopolitik membuat distribusi bahan baku tersendat.

Industri dalam negeri masih bergantung pada impor hingga 60 persen. Kondisi ini membuat biaya produksi meningkat.

Pelaku UMKM kini menghadapi tekanan berat. Mereka harus menekan biaya atau mencari alternatif kemasan.

Kemasan Organik Jadi Alternatif

Puan mendorong penggunaan kemasan berbahan alami. Pelaku usaha bisa memakai daun pisang atau daun jati.

Di berbagai daerah, pedagang telah lama menggunakan bahan ini. Nasi liwet, gudeg, dan makanan tradisional lain sering dibungkus daun.

Kemasan alami lebih ramah lingkungan. Selain itu, bahan ini membantu menjaga kualitas makanan.

Nilai Jual Produk Meningkat

Kemasan organik tidak hanya menekan biaya. Cara ini juga meningkatkan daya tarik produk.

Tampilan tradisional memberi kesan unik. Banyak konsumen tertarik pada konsep ramah lingkungan.

Penggunaan bahan alami juga memberi aroma khas pada makanan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pembeli.

Ancaman Sampah Plastik Global

Masalah plastik terus meningkat di seluruh dunia. United Nations Environment Programme mencatat jutaan ton sampah plastik mencemari perairan setiap tahun.

Kondisi ini mengancam ekosistem laut dan sungai. Karena itu, pengurangan plastik menjadi langkah penting.

Pemerintah Diminta Turun Tangan

Puan meminta pemerintah mendukung penggunaan kemasan organik. Dukungan bisa berupa regulasi dan edukasi.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas kementerian. Langkah ini penting agar solusi berjalan efektif.

Puan optimistis masyarakat bisa beradaptasi. Ia mengajak pelaku usaha memulai dari langkah sederhana, seperti mengurangi plastik sekali pakai.

perhatian dunia. United Nations Environment Programme mencatat jutaan ton sampah plastik mencemari perairan setiap tahun.

Jumlah tersebut terus meningkat dan mengancam ekosistem. Karena itu, pengurangan plastik menjadi langkah penting.

Peran Pemerintah Sangat Penting

Puan meminta pemerintah aktif mendukung perubahan ini. Dukungan bisa berupa regulasi, edukasi, dan penyediaan alternatif kemasan.

Ia juga mendorong kerja sama lintas kementerian. Kolaborasi diperlukan agar solusi bisa berjalan efektif.

Puan optimistis masyarakat akan beradaptasi jika sistem mendukung. Ia menilai perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, seperti mengurangi plastik saat makan di tempat.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Windi anggraini

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Arnol Ibnu Rasyid memimpin organisasi pemuda

    Arnol Ibnu Rasyid Terpilih Nakhodai Himpunan Pemuda 21 Nusantara

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2023
    • account_circle ptmbi
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Arnol Ibnu Rasyid terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pemuda 21 Nusantara dalam Musyawarah Besar (Mubes) di Cisarua, Bogor. Kegiatan tersebut berlangsung pada 14–16 Februari 2023. Peserta Mubes memilih Arnol melalui voting tertutup. Ia meraih 84 suara. Rivalnya, Irjal Ridwan, memperoleh 34 suara dari total 118 peserta. Himpunan Pemuda 21 Nusantara memusatkan perhatian pada […]

  • PSG lolos 16 besar Liga Champions

    PSG Lolos 16 Besar, Luis Enrique Akui Timnya Menderita

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Paris, (duasatunews.com) — PSG lolos 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026 setelah menyingkirkan AS Monaco melalui babak playoff. Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique mengakui timnya harus bekerja keras untuk mengamankan tiket ke fase gugur kompetisi elite Eropa tersebut. PSG memastikan kelolosan setelah bermain imbang 2-2 pada leg kedua playoff yang berlangsung di Paris, Kamis dini […]

  • KUHP Baru 2026 Jadi Tonggak Reformasi Hukum Nasional

    KUHP Baru 2026 Jadi Tonggak Reformasi Hukum Nasional

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – KUHP baru 2026 menjadi tonggak penting pembangunan hukum nasional Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa pemberlakuan aturan ini menandai lompatan besar reformasi sistem hukum pidana nasional. Kebijakan tersebut sejalan dengan agenda pemerintah memperkuat sistem hukum nasional.👉 https://duasatunews.com/tag/reformasi-hukum-nasional Dalam apel bersama di Jakarta, Senin (12/1), […]

  • Direktorat PPA PPO Polri diluncurkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo

    Polri Resmi Luncurkan Direktorat PPA–PPO di 11 Polda dan 22 Polres

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 496
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi meluncurkan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA–PPO) di 11 kepolisian daerah (polda) dan 22 kepolisian resor (polres). Peluncuran ini berlangsung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pembentukan direktorat tersebut menjadi langkah strategis Polri untuk […]

  • Dukungan Kesehatan Mental Dimulai dari Sikap Tidak Menghakimi

    Dukungan Kesehatan Mental Dimulai dari Sikap Tidak Menghakimi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Dukungan kesehatan mental di lingkungan kerja perlu dimulai dari sikap tidak menghakimi. Pendekatan ini membantu menciptakan ruang aman dan mendorong keterbukaan di antara rekan kerja. Jakarta, duasatunews.com — Psikolog Ayu Sadewo, S.Psi., menegaskan bahwa dukungan kesehatan mental tidak seharusnya berangkat dari keinginan memberi solusi secara cepat. Sebaliknya, ia meminta rekan kerja mendengarkan lebih dulu dan memahami […]

  • Mahasiswa dan Rakyat Sultra: Benteng Terakhir Melawan Tambang Ilegal di Tanah Anoa

    Mahasiswa dan Rakyat Sultra: Benteng Terakhir Melawan Tambang Ilegal di Tanah Anoa

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 612
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Penambangan ilegal di Sulawesi Tenggara kini tidak lagi tersembunyi. Sebaliknya, aktivitas ini berlangsung terang-terangan, bahkan merobek hutan, mencemari sungai, dan menggerus ruang hidup masyarakat. Dalam konteks ini, kehadiran mahasiswa yang bersatu dengan warga bukan sekadar simbol perlawanan. Lebih jauh, mereka menjadi alarm keras atas kegagalan negara menjaga Tanah Anoa. Tambang Ilegal Terus […]

expand_less