Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Hampar Kisa Mula Sawit Di Papua: Dari Janji Kesejahteraan Hingga Polemik Lingkungan

Hampar Kisa Mula Sawit Di Papua: Dari Janji Kesejahteraan Hingga Polemik Lingkungan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 319
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAYAPURA, duasatunews.com Ekspansi perkebunan kelapa sawit di Papua kembali memicu kekhawatiran publik karena dampaknya langsung terhadap hutan, tanah adat, dan keberlanjutan hidup masyarakat. Di sejumlah wilayah, pembukaan kebun sawit mempercepat hilangnya tutupan hutan sekaligus memicu konflik lahan yang belum terselesaikan hingga kini.

Mengapa Isu Ini Mendesak Sekarang

Sorotan terhadap sawit Papua menguat seiring evaluasi arah pembangunan daerah yang menuntut keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Sejak akhir 1980-an, kebijakan investasi perkebunan skala besar membawa sawit masuk ke Papua. Pemerintah kala itu menempatkan komoditas ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Keerom menjadi wilayah awal pengembangan karena luasnya lahan yang dianggap cocok untuk industri perkebunan. Namun, puluhan tahun berjalan, jejak kebijakan tersebut menyisakan persoalan tata kelola, kerusakan ekosistem, dan ketegangan sosial.

Jejak Deforestasi dan Konflik Lahan

Berbagai lembaga lingkungan mencatat pelepasan izin sawit telah mencakup ratusan ribu hektare hutan Papua dalam dua dekade terakhir. Ekspansi ini menempatkan Papua sebagai salah satu kawasan dengan tekanan deforestasi tertinggi akibat industri ekstraktif dan perkebunan.

Alih fungsi hutan adat tidak hanya mengurangi ruang hidup masyarakat, tetapi juga melemahkan sistem ekologis yang menopang pangan, air bersih, dan budaya lokal. Di banyak titik, masyarakat adat harus berhadapan langsung dengan perusahaan akibat tumpang tindih klaim lahan.

Sikap Pemerintah Provinsi Papua

Pemerintah Provinsi Papua menyatakan tidak akan menerbitkan izin baru perkebunan kelapa sawit. Gubernur Papua menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berpijak pada keberlanjutan lingkungan dan perlindungan hak masyarakat adat.

Pemerintah daerah menilai pendekatan lama yang mengandalkan eksploitasi sumber daya alam tidak lagi relevan dengan kondisi Papua saat ini. Setiap kebijakan pembangunan, menurut pemerintah, harus menghormati kepemilikan tanah adat dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Respons Publik dan Dunia Usaha

Penolakan terhadap pembukaan izin baru sawit menguat dari tokoh adat, aktivis lingkungan, dan kelompok masyarakat sipil. Mereka menilai kebijakan masa lalu terlalu menempatkan kepentingan ekonomi di atas hak ulayat dan kelestarian hutan.

Sementara itu, pelaku usaha menilai industri sawit masih berkontribusi terhadap lapangan kerja dan pendapatan daerah. Meski demikian, mereka juga mengakui perlunya perbaikan tata kelola, transparansi perizinan, serta pengawasan yang lebih ketat agar konflik dan kerusakan lingkungan tidak berulang.

Dampak bagi Masa Depan Papua

Keputusan menghentikan izin baru berpotensi menekan laju deforestasi dan konflik agraria. Namun, kebijakan ini juga menuntut pemerintah menyiapkan alternatif ekonomi yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat lokal, termasuk penguatan sektor pangan, kehutanan sosial, dan ekonomi berbasis adat.

Penataan Ulang Arah Pembangunan

Polemik sawit di Papua mencerminkan tarik-menarik kepentingan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan hak masyarakat adat. Ke depan, perdebatan ini akan terus mengemuka seiring upaya pemerintah pusat dan daerah menata ulang arah pembangunan Papua agar tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam semata.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Ancam Akan Copot Para Pejabat Yang Tak Becus Kerja Tanpa Pandang Partai

    Prabowo Ancam Akan Copot Para Pejabat Yang Tak Becus Kerja Tanpa Pandang Partai

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 316
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menindak pejabat negara yang tidak bekerja maksimal dan gagal menjalankan amanah rakyat. Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut dalam forum diplomasi internasional. Dalam forum itu, ia menegaskan bahwa kinerja menjadi satu-satunya tolok ukur dalam pemerintahan yang ia pimpin. Kinerja Menjadi Ukuran Mutlak Prabowo menyatakan bahwa pemerintahan […]

  • Bareskrim Bongkar 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Aset Rp 96,7 Miliar Disita

    Bareskrim Bongkar 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Aset Rp 96,7 Miliar Disita

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 257
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Judi online terus menimbulkan dampak serius bagi ketertiban sosial dan ekonomi publik. Praktik ini tidak hanya menguras keuangan rumah tangga, tetapi juga memicu kejahatan lanjutan dan pencucian uang. Karena itu, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membongkar jaringan 21 situs judi online yang beroperasi dengan kedok perusahaan fiktif. Dari pengungkapan tersebut, polisi […]

  • Presiden Prabowo Dukung Paviliun Indonesia Promosikan Investasi Global di WEF 2026

    Presiden Prabowo Dukung Paviliun Indonesia Promosikan Investasi Global di WEF 2026

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Davos, Swiss, duasatunews.com –Prabowo WEF 2026 menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat promosi investasi global melalui dukungan terhadap Paviliun Indonesia pada rangkaian World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi Paviliun Indonesia usai menyampaikan pidato dalam agenda resmi WEF 2026, Kamis (22/1). Kunjungan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Presiden Republik […]

  • Aksi Mahasiswa Sultra di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia

    Aksi Mahasiswa Sultra Desak Kejagung Usut Dugaan Gubernur Sultra Dan Tambang

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Aksi Mahasiswa Sultra berlangsung di depan kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Senin (2/2/2026). Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu mendatangi Kejaksaan Agung untuk menyampaikan tuntutan penegakan hukum atas dugaan konflik kepentingan dan pelanggaran lingkungan dalam aktivitas pertambangan di Sulawesi Tenggara. Sejak awal aksi, mahasiswa menyampaikan tuntutan secara terbuka dan tertib. Mereka meminta aparat […]

  • Menteri HAM Natalius Pigai Tidak Menggunakan Pengawalan Khusus Saat Kunjungan Kerja

    Menteri HAM Natalius Pigai Tidak Menggunakan Pengawalan Khusus Saat Kunjungan Kerja

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan komitmennya menjalankan kunjungan kerja tanpa pengawalan khusus atau patwal. Ia menerapkan kebijakan ini untuk membangun kedekatan langsung dengan masyarakat serta menegaskan prinsip kesetaraan di hadapan hukum. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyampaikan pernyataan tersebut pada Selasa (7/1/2025). Ia menilai pejabat negara perlu hadir langsung untuk mendengar […]

  • Program rumah layak huni Papua bagi warga dengan pembangunan rumah oleh pemerintah

    Wagub PBD Dukung Program 21 Ribu Rumah Layak Huni untuk Warga Papua

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Wakil Gubernur Papua Barat Daya (PBD), Ahmad Nausrau, mendukung penuh program pembangunan dan rehabilitasi 21.000 rumah layak huni bagi masyarakat di Tanah Papua. Program ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan hunian di wilayah tersebut. Ahmad Nausrau menyampaikan dukungan itu setelah menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Rabu […]

expand_less