Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Hampar Kisa Mula Sawit Di Papua: Dari Janji Kesejahteraan Hingga Polemik Lingkungan

Hampar Kisa Mula Sawit Di Papua: Dari Janji Kesejahteraan Hingga Polemik Lingkungan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 250
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAYAPURA, duasatunews.com Ekspansi perkebunan kelapa sawit di Papua kembali memicu kekhawatiran publik karena dampaknya langsung terhadap hutan, tanah adat, dan keberlanjutan hidup masyarakat. Di sejumlah wilayah, pembukaan kebun sawit mempercepat hilangnya tutupan hutan sekaligus memicu konflik lahan yang belum terselesaikan hingga kini.

Mengapa Isu Ini Mendesak Sekarang

Sorotan terhadap sawit Papua menguat seiring evaluasi arah pembangunan daerah yang menuntut keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Sejak akhir 1980-an, kebijakan investasi perkebunan skala besar membawa sawit masuk ke Papua. Pemerintah kala itu menempatkan komoditas ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Keerom menjadi wilayah awal pengembangan karena luasnya lahan yang dianggap cocok untuk industri perkebunan. Namun, puluhan tahun berjalan, jejak kebijakan tersebut menyisakan persoalan tata kelola, kerusakan ekosistem, dan ketegangan sosial.

Jejak Deforestasi dan Konflik Lahan

Berbagai lembaga lingkungan mencatat pelepasan izin sawit telah mencakup ratusan ribu hektare hutan Papua dalam dua dekade terakhir. Ekspansi ini menempatkan Papua sebagai salah satu kawasan dengan tekanan deforestasi tertinggi akibat industri ekstraktif dan perkebunan.

Alih fungsi hutan adat tidak hanya mengurangi ruang hidup masyarakat, tetapi juga melemahkan sistem ekologis yang menopang pangan, air bersih, dan budaya lokal. Di banyak titik, masyarakat adat harus berhadapan langsung dengan perusahaan akibat tumpang tindih klaim lahan.

Sikap Pemerintah Provinsi Papua

Pemerintah Provinsi Papua menyatakan tidak akan menerbitkan izin baru perkebunan kelapa sawit. Gubernur Papua menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berpijak pada keberlanjutan lingkungan dan perlindungan hak masyarakat adat.

Pemerintah daerah menilai pendekatan lama yang mengandalkan eksploitasi sumber daya alam tidak lagi relevan dengan kondisi Papua saat ini. Setiap kebijakan pembangunan, menurut pemerintah, harus menghormati kepemilikan tanah adat dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Respons Publik dan Dunia Usaha

Penolakan terhadap pembukaan izin baru sawit menguat dari tokoh adat, aktivis lingkungan, dan kelompok masyarakat sipil. Mereka menilai kebijakan masa lalu terlalu menempatkan kepentingan ekonomi di atas hak ulayat dan kelestarian hutan.

Sementara itu, pelaku usaha menilai industri sawit masih berkontribusi terhadap lapangan kerja dan pendapatan daerah. Meski demikian, mereka juga mengakui perlunya perbaikan tata kelola, transparansi perizinan, serta pengawasan yang lebih ketat agar konflik dan kerusakan lingkungan tidak berulang.

Dampak bagi Masa Depan Papua

Keputusan menghentikan izin baru berpotensi menekan laju deforestasi dan konflik agraria. Namun, kebijakan ini juga menuntut pemerintah menyiapkan alternatif ekonomi yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat lokal, termasuk penguatan sektor pangan, kehutanan sosial, dan ekonomi berbasis adat.

Penataan Ulang Arah Pembangunan

Polemik sawit di Papua mencerminkan tarik-menarik kepentingan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan hak masyarakat adat. Ke depan, perdebatan ini akan terus mengemuka seiring upaya pemerintah pusat dan daerah menata ulang arah pembangunan Papua agar tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam semata.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LINK PENDAFTARAN MAHASISWA BARU Ayoo Buruan

    LINK PENDAFTARAN MAHASISWA BARU Ayoo Buruan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 718
    • 3Komentar

    Beasiswa Kuliah LP2D Pemuda 21 resmi dibuka untuk jenjang S1, S2, dan S3 melalui jalur prestasi. Program ini memberi peluang luas bagi pemuda daerah untuk mengakses pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Jakarta, duasatunews.com – Beasiswa LP2D Pemuda resmi hadir melalui kolaborasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) dan Pemuda 21. Program ini membuka kesempatan kuliah jenjang […]

  • aksi mahasiswa tuntut asrama mahasiswa Sultra Jakarta

    Wakil BEM UIC Mendukung Penyegelan Kantor Perwakilan SULTRA

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 127
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Ratusan mahasiswa menuntut asrama mahasiswa Sultra Jakarta dengan memboikot Kantor Penghubung Sulawesi Tenggara di Ibu Kota. Aksi ini muncul karena pemerintah daerah belum merealisasikan fasilitas hunian bagi mahasiswa Sultra yang melanjutkan pendidikan di Jakarta. Koordinator aksi, Feny Tri Indah Kasim, menyatakan mahasiswa merasa kecewa dengan sikap pemerintah daerah. Ia menilai pemerintah belum menunjukkan […]

  • OTT KPK Banjarmasin terkait dugaan korupsi restitusi pajak

    OTT KPK Banjarmasin Terkait Dugaan Korupsi Restitusi Pajak

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — OTT KPK Banjarmasin kembali menegaskan langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi dalam mengawasi sektor perpajakan. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, karena dugaan korupsi restitusi pajak. Komisi Pemberantasan Korupsi segera membenarkan operasi tersebut. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyampaikan konfirmasi […]

  • aksi mahasiswa menuntut pencabutan IUP PT WIN di Ditjen Minerba Jakarta

    Demo Ricuh, Mahasiswa Terobos Pagar Ditjen Minerba Desak Cabut IUP PT. WIN

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 559
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – 1 September 2025  Aktivitas pertambangan di Konawe Selatan memicu gelombang protes di Jakarta. Karena itu, puluhan mahasiswa mendatangi Gedung Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Senin (1/9/2026). Dalam aksi tersebut, massa secara tegas menuntut pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN). Mahasiswa menilai aktivitas tambang perusahaan […]

  • pengembalian TKD Sumatera senilai Rp10,6 triliun

    Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Senilai Rp10,6 Triliun

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 191
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — pengembalian TKD Sumatera menjadi kebijakan strategis pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor. Melalui kebijakan ini, pemerintah mengucurkan kembali dana Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp10,6 triliun kepada Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan […]

  • Donald Trump dan Vladimir Putin berjabat tangan membahas New START nuklir

    New START di Ujung Masa Berlaku, Stabilitas Nuklir Global Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 163
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com | Ketidak pastian masa depan New START nuklir kembali memicu kekhawatiran dunia. Jika perjanjian ini benar-benar berakhir tanpa pengaturan lanjutan, Amerika Serikat dan Rusia tidak lagi terikat batas hukum dalam mengelola senjata nuklir strategis. Situasi tersebut berisiko memicu perlombaan senjata baru. Risiko ini meningkat di tengah konflik Ukraina dan memburuknya stabilitas keamanan global […]

expand_less