Indonesia Perlu Antisipasi Dampak Jangka Panjang Kebakaran Depot Minyak Rusia
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapal tanker minyak mentah Fuga Bluemarine berlabuh dekat Terminal Kozmino, Teluk Nakhodka, dekat Kota Pelabuhan Nakhodka, Rusia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com —Indonesia perlu mengantisipasi dampak jangka panjang kebakaran depot minyak di Rusia akibat serangan drone Ukraina di Kota Penza, Jumat (23/1/2026) pagi waktu setempat. Insiden tersebut berpotensi memengaruhi harga energi global dan berdampak tidak langsung pada perekonomian nasional.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai ketegangan geopolitik Rusia–Ukraina berdampak pada Indonesia melalui pergerakan harga energi, bukan secara langsung pada pasokan minyak dalam negeri.
“Indonesia masih menjadi net importir minyak. Saat harga minyak global naik, biaya impor energi otomatis ikut meningkat,” ujar Yusuf
Ia menjelaskan kenaikan harga energi mendorong peningkatan biaya transportasi dan logistik. Kondisi tersebut kemudian berpengaruh pada harga barang dan jasa di tingkat konsumen.
“Pada akhirnya, tekanan ini bisa meningkatkan inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat,” kata Yusuf.
Menurutnya, gangguan infrastruktur energi di Rusia dapat memengaruhi sentimen pasar global terhadap risiko pasokan minyak dunia. Risiko tersebut meningkat karena konflik Rusia dan Ukraina masih berlangsung.
Yusuf menambahkan, meski peristiwa itu terjadi jauh dari Indonesia, pemerintah tetap perlu mengantisipasi volatilitas harga minyak. Langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar