Breaking News
light_mode
Beranda » War » Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
War

Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
  • visibility 903
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Do’a Atef, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, kini menghabiskan hari-harinya dengan mengetuk pintu rumah warga untuk meminta makanan. Kadang, ia juga mengumpulkan kayu bakar dari bukit berdebu di dekat kamp pengungsi luar Rafah, Gaza selatan. Kayu itu ia gunakan untuk memasak beberapa tomat dan paprika yang diberikan orang asing.

Sebelumnya, Do’a tinggal di Beit Lahia, Gaza utara. Namun, konflik memaksa keluarganya mengungsi. Ia kini hidup bersama orang tua dan tujuh saudaranya di dalam tenda darurat.

Kehidupan Pengungsi yang Serba Kekurangan

Do’a mengaku keluarganya mengalami kekurangan air bersih. Mereka terpaksa meminum air kotor demi bertahan hidup. Selain itu, mereka tidak memiliki tepung, pakaian hangat, maupun fasilitas sanitasi yang layak.

“Saudara-saudara saya menangis sepanjang hari,” ujar Do’a. Ia juga mengatakan tidak ada popok untuk adik bayinya dan tidak ada susu untuk diminum.

Padahal, dua bulan lalu, Do’a masih bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Kini, ia harus berjalan tanpa alas kaki dan mengumpulkan kayu setiap hari.

Serangan Militer dan Pengungsian Massal

Sementara itu, operasi darat dan serangan udara Israel terus berlangsung di Gaza. Akibatnya, sekitar 1,9 juta warga Palestina terpaksa mengungsi ke wilayah yang disebut sebagai “zona kemanusiaan”, yang sebagian besar berada di Gaza selatan.

Namun, wilayah tersebut semakin sempit. Di saat yang sama, pasokan makanan dan air semakin menipis. Lembaga kemanusiaan memperingatkan risiko infeksi dan kematian terus meningkat.

Bantuan Kemanusiaan Tidak Mencukupi

Bantuan yang masuk ke Gaza hanya sebagian kecil dari kebutuhan aktual. Banyak keluarga terlihat berkeliaran di jalanan tanpa tujuan. Mereka kesulitan mencari makanan dan air bersih.

Akibatnya, antrean air bersih bisa berlangsung berjam-jam. Beberapa warga bahkan mengandalkan air hujan, meski jumlahnya sangat terbatas.

Di sisi lain, rak-rak supermarket kosong. Warga mendatangi toko roti sejak sebelum fajar, tanpa kepastian mendapat roti sebelum persediaan habis.

Harga Bahan Pokok Melonjak Tajam

Harga kebutuhan pokok melonjak drastis. Satu karung tepung seberat 25 kilogram kini dijual hingga 100 dolar AS. Sebelum perang, harga tepung hanya sekitar 15 dolar AS.

Menurut pekerja kemanusiaan Palestina, Najla Shawa, lonjakan harga ini sudah di luar kemampuan warga. Bahkan wadah air pun kini menjadi barang mahal.

“Meski punya uang, perjalanan untuk membelinya sangat berbahaya dan melelahkan,” kata Shawa.

Warga Mulai Merasioning Air dan Makanan

Selain itu, banyak keluarga mulai membatasi konsumsi air. Orang dewasa hanya minum satu atau dua gelas per hari. Mereka memprioritaskan anak-anak agar tetap bertahan.

Hazem Zarifa, mahasiswa berusia 24 tahun yang mengungsi di Khan Younis, mengaku kehilangan lebih dari 10 kilogram berat badan. Ia sering berjalan jauh hanya untuk mencari sedikit roti atau makanan kaleng.

Ancaman Kelaparan dan Penyakit

Lembaga kemanusiaan internasional memperingatkan situasi di Gaza semakin tidak layak huni. Anak-anak kini rentan terkena diare, muntah, penyakit kulit, hingga kutu rambut akibat kurangnya air bersih dan sanitasi.

Penilaian cepat Program Pangan Dunia menunjukkan mayoritas rumah tangga di Gaza selatan mengalami kekurangan makanan. Bahkan, sebagian besar berada pada tingkat kelaparan parah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan sistem bantuan kemanusiaan di Gaza berada di ambang kehancuran. Jika kondisi ini berlanjut, ketertiban umum terancam runtuh.

Organisasi kemanusiaan menilai kondisi di Gaza saat ini tidak lagi dapat ditoleransi. Mereka menyebut kelaparan massal dan penyakit sebagai ancaman nyata bagi warga sipil.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kerja sama Jepang Indonesia bahas konflik Timur Tengah

    Kerja Sama Jepang Indonesia Atasi Dampak Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Tokyo (duasatunews.com) – Pemerintah Jepang dan Indonesia sepakat memperkuat kerja sama Jepang Indonesia untuk menghadapi dampak konflik di Timur Tengah. Fokus utama mencakup energi, ekonomi, dan keamanan kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan kesepakatan itu dalam konferensi pers di Tokyo, Selasa (31/3). Kerja Sama Jepang Indonesia Fokus Energi dan […]

  • “Anggota DPR RI Meity Rahmatia meminta polisi segera menangkap pelaku penyekapan mahasiswi di Makassar”

    DPR Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Penyekapan dan Kekerasan Seksual Mahasiswi di Makassar

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku penyekapan dan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara berinisial MA (21) di Makassar, Sulawesi Selatan. Kasus itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jalan Metro, Tanjung Bunga. Pelaku diduga menahan korban selama tiga hari setelah korban menerima tawaran […]

  • Prabowo bersama jajaran menteri menghadiri sidang paripurna DPR terkait pemberantasan pungli dan korupsi birokrasi

    Prabowo Perintahkan Menteri Bersihkan Pungli dan Korupsi di Semua Lini Birokrasi

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 199
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Presiden Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk memberantas pungli dan korupsi di lingkungan birokrasi pemerintahan. Dalam Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu, Presiden meminta seluruh menteri, kepala badan, dan pimpinan lembaga segera membersihkan institusi masing-masing dari praktik pelanggaran hukum. Langkah Prabowo berantas pungli dan korupsi menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan publik serta menjaga […]

  • jaringan listrik PLN di Konawe Utara tidak stabil"

    IPMKU Jakarta Desak PLN Pusat Segera Tangani Keluhan Listrik Tidak Stabil di Konawe Utara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 597
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com —  Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara–Jakarta (IPMKU Jakarta) mendesak PT PLN (Persero) pusat agar segera menangani keluhan listrik tidak stabil di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Warga menyampaikan laporan gangguan listrik yang terus berulang dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Umum IPMKU Jakarta, Pandi Bastian, menyebut kondisi tersebut telah meresahkan masyarakat. Gangguan listrik menghambat […]

  • Bareskrim Bongkar 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Aset Rp 96,7 Miliar Disita

    Bareskrim Bongkar 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Aset Rp 96,7 Miliar Disita

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 593
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Judi online terus menimbulkan dampak serius bagi ketertiban sosial dan ekonomi publik. Praktik ini tidak hanya menguras keuangan rumah tangga, tetapi juga memicu kejahatan lanjutan dan pencucian uang. Karena itu, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membongkar jaringan 21 situs judi online yang beroperasi dengan kedok perusahaan fiktif. Dari pengungkapan tersebut, polisi […]

  • Siswa mengambil makanan program MBG dari SPPG di Cilegon setelah kasus dugaan keracunan makanan

    SPPG Cilegon Ditutup Usai 49 Siswa Alami Gejala Keracunan MBG

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Kasus SPPG Cilegon keracunan MBG menarik perhatian publik. Oleh karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) segera menghentikan operasional dapur terkait. Langkah ini bertujuan mencegah risiko lanjutan sekaligus menjaga keamanan pangan. Kronologi SPPG Cilegon Keracunan MBG Sebanyak 49 siswa MTs Al Inayah di Kota Cilegon mengalami mual dan pusing setelah menyantap makanan MBG. Peristiwa ini terjadi […]

expand_less