Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kemarau 2026 Diprediksi Mulai April, BMKG Jelaskan Perbedaan Pola Musim RI

Kemarau 2026 Diprediksi Mulai April, BMKG Jelaskan Perbedaan Pola Musim RI

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 343
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) – Musim kemarau 2026 Indonesia diperkirakan mulai berlangsung bertahap sejak April, terutama di wilayah selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prediksi tersebut setelah memantau tren penurunan curah hujan di sejumlah wilayah.

Wilayah selatan seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diproyeksikan mengakhiri musim hujan pada periode Februari hingga Maret 2026. Setelah fase tersebut, wilayah ini memasuki masa peralihan sebelum kemarau berlangsung penuh hingga sekitar September.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kondisi geografis Indonesia memengaruhi perbedaan pola musim. Karena itu, BMKG tidak menetapkan satu jadwal musim yang sama untuk seluruh daerah.

“Wilayah selatan umumnya mulai masuk musim kemarau sejak April dan berlanjut sampai September,” kata Faisal saat ditemui di Jakarta.

BMKG juga memprediksi musim hujan kembali datang pada Oktober 2026. Pergeseran angin monsun dan meningkatnya aktivitas atmosfer mendorong pembentukan awan hujan pada periode tersebut.

Perbedaan Musim Kemarau 2026 Indonesia di Wilayah Ekuator

Wilayah dekat garis ekuator menunjukkan pola musim yang berbeda. Daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam satu tahun.

Saat ini, beberapa wilayah di Sumatra bagian utara mulai memasuki fase awal kemarau. Kondisi ini belum memicu kekeringan ekstrem. BMKG masih melihat potensi hujan muncul kembali pada April hingga Juni sebelum fase kering berikutnya.

BMKG menilai letak geografis, topografi wilayah, dan sirkulasi angin regional memengaruhi perbedaan musim antarwilayah. Perbedaan ini berdampak langsung pada sektor pertanian, pengelolaan air, serta potensi kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, BMKG mengingatkan bahwa awal musim kemarau tidak selalu identik dengan cuaca panas ekstrem. Beberapa daerah masih berpotensi mengalami hujan lokal akibat pengaruh kelembapan udara dan kondisi atmosfer setempat.

BMKG mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk rutin memantau prakiraan cuaca resmi. Informasi tersebut membantu perencanaan aktivitas dan mitigasi risiko selama musim kemarau 2026 Indonesia.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT KPK Bupati Pekalongan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta

    KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Langsung Diperiksa di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 298
    • 0Komentar

    JAKARTA , (Duasatunews.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026). Dalam operasi tersebut, tim KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama beberapa pihak lain. Langkah ini langsung menyita perhatian publik. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, segera menyampaikan perkembangan itu kepada media. Menurut dia, tim penyelidik […]

  • Peresmian hunian sementara sebagai solusi awal rumah permanen Aceh Tamiang

    Aceh Tamiang Butuh Kepastian Pembangunan Rumah untuk Korban Bencana

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 445
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menilai jumlah pembangunan kembali (rebuilding) rumah permanen bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi masih belum mencukupi. Pemerintah pusat baru memastikan pembangunan 2.446 unit rumah, sementara kebutuhan riil diperkirakan jauh lebih besar. Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyatakan pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan rumah permanen mencapai sekitar 20.000 unit. Perkiraan itu […]

  • protes perang timur tengah spanyol di madrid

    Protes perang Spanyol: Ribuan Warga Tolak Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Madrid, (duasatunews.com) — Protes perang Spanyol terjadi di lebih dari 150 kota ketika ribuan warga turun ke jalan untuk menentang konflik di Timur Tengah. Para demonstran juga menuntut agar semua pihak menghentikan permusuhan serta mematuhi hukum internasional. Aksi terbesar berlangsung di Madrid pada Sabtu (14/3). Sekitar 5.000 orang berkumpul di sekitar Stasiun Atocha, menurut sumber […]

  • SBY peringatan perang dunia ketiga saat kuliah umum di Lemhannas

    SBY Peringatan Perang Dunia Ketiga, Indonesia Diminta Waspada

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 297
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – SBY peringatan perang dunia ketiga muncul dalam kuliah umum yang disampaikan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia meminta Indonesia meningkatkan kewaspadaan karena situasi global semakin tidak stabil. Ia melihat berbagai konflik internasional menunjukkan gejala eskalasi yang semakin jelas. SBY menyampaikan pandangan tersebut saat memberikan kuliah umum di kantor Lembaga Ketahanan […]

  • “Pembahasan RUU Pemerintahan Aceh terkait dana Otsus oleh Baleg DPR RI”

    Baleg DPR Dorong Pembentukan Badan Pengawas Dana Otsus dalam Revisi UUPA Aceh

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 111
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)— Badan Legislasi (Baleg) DPR RI memasukkan RUU Pemerintahan Aceh ke dalam agenda pembahasan. DPR fokus membahas masa depan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh dan sistem pengawasannya. Wakil Ketua Baleg DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan pemerintah membuka peluang memperpanjang status Otsus Aceh. Pemerintah juga mempertimbangkan kelanjutan dana Otsus yang akan berakhir tahun depan. Doli […]

  • Hak pendidikan anak miskin di NTT masih menghadapi banyak kendala

    DPR RI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Miskin

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Hak pendidikan anak miskin kembali mendapat perhatian DPR RI setelah wafatnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam konteks ini, Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief menyebut peristiwa tersebut sebagai bukti lemahnya perlindungan hak dasar anak dalam sistem pendidikan nasional. “Kasus ini menunjukkan celah besar dalam pemenuhan hak […]

expand_less