JAKARTA, duasatunews.com – Keamanan bandara kembali mendapat sorotan setelah seorang perempuan berinisial KN (23) menyamar sebagai pramugari dan menumpang pesawat rute Palembang–Jakarta. Aksi ini menyingkap lemahnya pengawasan pada akses terbatas yang seharusnya hanya dilalui awak kabin resmi.
Kasus ini penting karena menyangkut keselamatan penerbangan dan kepercayaan penumpang. Jalur fast track kru pesawat berfungsi sebagai area steril. Namun, seorang warga sipil berhasil memanfaatkannya hingga masuk ke pesawat komersial.
Video aksi KN menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, KN mengenakan seragam menyerupai pramugari lengkap dengan atribut pendukung. Ia juga membawa kartu identitas sekolah pramugari yang mencantumkan nama Batik Air. Petugas bandara kemudian mencurigai identitas tersebut dan langsung melakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan memastikan KN bukan awak kabin Batik Air maupun maskapai lain. Petugas keamanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengamankan KN untuk dimintai keterangan. Petugas selanjutnya menyerahkan KN kepada kepolisian untuk proses hukum.
Manajemen Batik Air menyatakan bahwa KN tidak memiliki hubungan kerja atau afiliasi pendidikan dengan perusahaan. Maskapai menolak bertanggung jawab atas penggunaan atribut oleh pihak tidak berwenang. Batik Air menilai tindakan tersebut melanggar standar keamanan penerbangan.
Di ruang publik, insiden ini memicu kritik terhadap sistem pengawasan bandara. Warganet mempertanyakan proses verifikasi identitas awak kabin. Mereka mendesak pengelola bandara memperketat pengawasan pada jalur khusus kru.
Tanpa evaluasi menyeluruh, celah ini berpotensi memunculkan risiko yang lebih besar. Penyalahgunaan akses terbatas dapat mengancam keselamatan penerbangan dan merusak kepercayaan masyarakat.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif KN melakukan penyamaran. Publik menunggu langkah perbaikan dari otoritas bandara dan penerbangan agar kejadian serupa tidak terulang.


Saat ini belum ada komentar