Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Perusahaan Elon Musk Jadi Milik China, Amerika Ketar-ketir

Perusahaan Elon Musk Jadi Milik China, Amerika Ketar-ketir

  • account_circle Darman
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 3.112
  • comment 216 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Kekhawatiran publik di Amerika Serikat meningkat setelah muncul dugaan keterlibatan SpaceX investor China dalam kepemilikan saham perusahaan antariksa strategis tersebut. Isu ini langsung menyentuh kepentingan nasional karena SpaceX mengelola infrastruktur penting yang menopang pertahanan dan komunikasi militer AS.

Selain itu, sejumlah analis menilai potensi masuknya modal China dapat membuka celah risiko kebocoran teknologi sensitif. Oleh karena itu, pemerintah AS menghadapi tekanan untuk memastikan keamanan sistem yang berdampak langsung pada kepentingan publik.

Mengapa Dugaan SpaceX Investor China Mendesak Disorot

Perhatian terhadap isu SpaceX investor China menguat karena peran SpaceX yang semakin sentral dalam proyek pertahanan AS. Perusahaan ini secara rutin meluncurkan satelit militer dan intelijen, sekaligus menyediakan jaringan komunikasi berbasis antariksa.

Di sisi lain, Pentagon memanfaatkan layanan Starlink untuk mendukung operasi pertahanan dan komunikasi militer Ukraina. Akibatnya, ketergantungan negara pada satu perusahaan swasta membuat transparansi kepemilikan menjadi semakin krusial.

Sebelumnya, isu serupa juga muncul dalam pembahasan pengawasan investasi asing di sektor teknologi strategis.
Baca juga: AS Perketat Pengawasan Investasi Asing di Sektor Teknologi Strategis.

Senator Dorong Pentagon Bertindak

Menanggapi situasi tersebut, dua senator Partai Demokrat, Elizabeth Warren dan Andy Kim, secara langsung meminta Pentagon melakukan penyelidikan. Keduanya menyampaikan permintaan itu melalui surat resmi kepada Menteri Pertahanan AS.

Dalam surat tersebut, para senator menyoroti laporan media dan kesaksian pengadilan. Laporan itu mengindikasikan investor China menyalurkan dana melalui perusahaan cangkang di Kepulauan Cayman dan British Virgin Islands. Menurut mereka, skema ini berpotensi menyamarkan kepemilikan asing dan melemahkan pengawasan negara.

Sebagai rujukan, informasi tersebut mengacu pada laporan kantor berita internasional Reuters.

SpaceX Investor China dan Risiko FOCI

Lebih lanjut, Warren dan Kim menilai dugaan investasi tersebut dapat melanggar prinsip Foreign Ownership, Control, or Influence (FOCI). Aturan ini membatasi kepemilikan serta pengaruh asing dalam proyek pertahanan nasional.

Karena itu, para senator meminta Pentagon memaparkan secara terbuka detail kepemilikan saham SpaceX. Mereka juga mendesak evaluasi apakah perusahaan tersebut wajib menjalani skema mitigasi FOCI. Selain itu, mereka mendorong peninjauan oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat.

Pentagon diminta menyampaikan sikap resminya paling lambat 20 Februari 2026.

Minim Respons Picu Kritik Transparansi

Sementara itu, hingga berita ini disusun, SpaceX belum menyampaikan tanggapan resmi. Kondisi ini memicu kritik dari kalangan pengamat kebijakan publik yang menilai keterbukaan menjadi syarat mutlak bagi perusahaan pengelola infrastruktur strategis.

Pada saat yang sama, ketegangan hubungan Washington dan Beijing terus meningkat.
Artikel terkait: Hubungan AS – China Memanas di Tengah Persaingan Teknologi Global.

Integrasi AI Tambah Sensitivitas Risiko

Kekhawatiran publik juga bertambah setelah SpaceX mengakuisisi xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk. Akuisisi ini menyatukan teknologi roket, satelit, dan AI dalam satu ekosistem.

Akibatnya, pengamat keamanan menilai sensitivitas risiko ikut meningkat, terutama jika pengaruh asing masuk tanpa pengawasan ketat dari pemerintah.

Menanti Langkah Pemerintah AS

Kini, Pentagon memegang peran kunci dalam menentukan langkah lanjutan. Pemerintah AS dapat memperketat regulasi kepemilikan asing di sektor teknologi strategis jika menemukan indikasi pelanggaran.

Pada akhirnya, polemik SpaceX investor China menegaskan pentingnya kontrol negara atas perusahaan swasta yang mengelola sistem vital dan berdampak langsung pada keamanan nasional.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (216)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • harga emas Antam hari ini

    Kenaikan Harga Emas Antam, Naik ke angka Rp3,039 juta/gram

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Kenaikan harga emas Antam kembali terjadi seiring pergerakan pasar global. Berdasarkan pemantauan laman Logam Mulia pada Kamis pukul 09.03 WIB, PT Antam Tbk menaikkan harga emas batangan sebesar Rp16.000 per gram. Sebelumnya, Antam menjual emas batangan di harga Rp3.023.000 per gram. Kini, perusahaan mematok harga baru sebesar Rp3.039.000 per gram. Selain harga […]

  • Trump operasi militer Kuba dinilai tidak diperlukan saat berbicara di Air Force One

    Trump Operasi Militer Kuba Dinilai Tidak Diperlukan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Washington, (duasatunews.com) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan operasi militer terhadap Kuba. Trump menyampaikan pernyataan itu pada Senin (16/2) ketika menjawab pertanyaan wartawan di atas Air Force One. Sejumlah wartawan menanyakan kemungkinan langkah Amerika Serikat setelah pemerintah AS sebelumnya melancarkan operasi untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Menanggapi pertanyaan […]

  • pemuda pemburu masa depan dalam kegiatan sosial

    PEMUDA PEMBURU MASA DEPAN

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 523
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Pemuda pemburu masa depan adalah generasi muda visioner yang berani menghadapi perubahan, menolak hidup tanpa arah, dan secara sadar membangun masa depan bangsa. Saat dunia bergerak semakin cepat, pemuda berada pada posisi strategis untuk menentukan apakah perubahan membawa peluang atau justru tantangan. Seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya persaingan global, pemuda tidak bisa […]

  • "Parkir nontunai Tanah Abang, QR code pembayaran e-Parking, petugas Dishub mengatur lalu lintas di Jakarta."

    “Solusi Parkir Liar: DPRD DKI Dorong Penerapan Sistem Nontunai di Tanah Abang”

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Windi Anggraini
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Jakarta,{duasatunews.com}— Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengusulkan penerapan sistem parkir nontunai Tanah Abang sebagai langkah awal untuk mengatasi masalah parkir liar yang semakin berkembang. Tanah Abang, yang dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta, sering kali menjadi sorotan publik terkait maraknya parkir ilegal yang mengganggu ketertiban umum dan arus lalu lintas. Dengan […]

  • Hujan ringan tahun baru Jakarta di malam pergantian 2026

    Hujan Ringan Tahun Baru Jakarta, Warga Rayakan Sederhana

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Penulis: Eni Samayati
    • visibility 512
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Hujan Ringan Tahun Baru Jakarta mewarnai pergantian tahun 2026 pada Rabu (1/1/2026). Sejak malam hingga dini hari, hujan turun di sejumlah wilayah Ibu Kota dan menghadirkan suasana sejuk saat warga menyambut awal tahun. Cuaca tersebut tidak menghambat aktivitas masyarakat. Warga Jakarta tetap menjalani malam pergantian tahun dengan tertib dan tenang. Banyak keluarga […]

  • KPK Menetapkan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji

    KPK Menetapkan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 461
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Kasus korupsi kuota haji 2024 kembali mengguncang kepercayaan publik terhadap tata kelola layanan ibadah. Dugaan penyalahgunaan kewenangan ini berpotensi merugikan calon jamaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk berangkat ke Tanah Suci. Isu ini menjadi penting karena penyelenggaraan haji 2024 sebelumnya menuai sorotan luas. Perubahan alokasi kuota dan kebijakan teknis memicu keluhan jamaah […]

expand_less