Rapim TNI-Polri 2026: Delapan Arahan Presiden Prabowo
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 203
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada jajaran pimpinan TNI dan Polri saat Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2026 di Istana Merdeka, Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) — Rapim TNI-Polri 2026 menjadi agenda strategis nasional untuk memperkuat sinergi pertahanan dan keamanan negara. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan delapan arahan utama kepada jajaran pimpinan TNI dan Polri dalam rapat pimpinan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Selanjutnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah untuk pertama kalinya menggelar rapat pimpinan TNI-Polri di Istana Merdeka. Oleh karena itu, pemerintah memandang forum ini sebagai sarana strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan aparat keamanan.
Rapat Pimpinan TNI-Polri di Istana Merdeka
Selama ini, pemerintah menggelar rapat pimpinan TNI-Polri secara bergantian di markas TNI atau Polri. Namun demikian, tahun ini pemerintah memilih Istana Merdeka untuk menegaskan pentingnya soliditas nasional dan kesatuan visi negara.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada prajurit Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Secara khusus, Presiden menyoroti kecepatan aparat dalam menangani bencana di berbagai daerah.
Arahan Presiden kepada Jajaran TNI dan Polri
Presiden menekankan pentingnya kekompakan dan sinergi dari tingkat pimpinan hingga prajurit di lapangan. Selain itu, Presiden meminta seluruh jajaran menjaga kesiapsiagaan dan hadir cepat saat masyarakat membutuhkan bantuan.
Sejalan dengan itu, Presiden juga mengapresiasi peran aparat dalam mengawal program strategis pemerintah. Program tersebut mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta dukungan terhadap kedaulatan pangan, energi, dan pembangunan infrastruktur desa.
Fokus Kesiapsiagaan dan Penegakan Hukum
Pada sisi lain, Presiden menegaskan bahwa aparat harus menjawab kepercayaan rakyat dengan tindakan nyata. Oleh sebab itu, ia meminta TNI dan Polri bergerak cepat, terutama saat menghadapi kondisi darurat dan bencana.
Tidak hanya itu, Presiden juga menekankan penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu. Selanjutnya, ia mengajak TNI-Polri bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menjalankan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Pada saat yang sama, aparat diminta menjaga sumber daya alam dari praktik pelanggaran dan eksploitasi ilegal.
Penguatan Stabilitas Nasional
Pada akhirnya, Teddy Indra Wijaya menilai forum pimpinan ini memperkuat visi bersama antara pemerintah dan aparat keamanan. Dengan demikian, pemerintah menargetkan stabilitas nasional tetap terjaga dan seluruh program strategis berjalan efektif.
Sementara itu, sejumlah pejabat negara turut menghadiri rapat tersebut, antara lain Sjafrie Sjamsoeddin, Prasetyo Hadi, M. Herindra, Djamari Chaniago, Donny Ermawan Taufanto, Lodewijk Freidrich Paulus, serta Tito Karnavian.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
