Pertemuan Prabowo dan Lima Pengusaha Nasional di Hambalang
- account_circle adrian moita
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- visibility 244
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menerima lima pengusaha nasional di Hambalang untuk membahas kolaborasi ekonomi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Pertemuan Prabowo dan Lima Pengusaha Nasional berlangsung di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2) malam. Presiden Prabowo Subianto menerima lima tokoh bisnis nasional dan memimpin diskusi selama empat jam. Selain memperkuat silaturahmi, Presiden mengarahkan pembahasan pada strategi penguatan ekonomi nasional.
Lima pengusaha yang hadir yakni Anthony Salim, Garibaldi Thohir, Franky Widjaja, Prajogo Pangestu, serta Sugianto Kusuma. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan sektor swasta terhadap agenda pembangunan.
Presiden menekankan kolaborasi konkret. Oleh karena itu, ia meminta dunia usaha mempercepat investasi dan memperluas produksi dalam negeri.
Audiensi Presiden dan Pengusaha Perkuat Investasi dan Hilirisasi
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyerap masukan terkait iklim investasi. Selanjutnya, ia mengajak pelaku usaha mempercepat hilirisasi agar industri nasional menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.
Selain itu, Presiden mendorong penciptaan lapangan kerja melalui ekspansi manufaktur dan penguatan sektor energi. Karena itu, ia meminta perusahaan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang kerja baru. Di sisi lain, para pengusaha menyampaikan usulan penyederhanaan perizinan agar investasi bergerak lebih cepat.
Sementara itu, peserta diskusi juga membahas tantangan global seperti perlambatan ekonomi dan tekanan geopolitik. Dengan demikian, pemerintah dan dunia usaha perlu menjaga stabilitas serta memperkuat daya saing.
Dampak Pertemuan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pertemuan Prabowo dan Lima Pengusaha Nasional ini menjadi momentum penyelarasan visi pembangunan jangka panjang. Selanjutnya, pemerintah dan pelaku usaha sepakat menjaga komunikasi intensif agar kebijakan berjalan konsisten.
Lebih lanjut, para pengusaha menyatakan dukungan terhadap program ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan UMKM. Oleh sebab itu, kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, pemerintah ingin membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih tangguh. Dengan kerja sama yang erat, Indonesia dapat meningkatkan daya saing sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah dinamika global.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: sekretariat.kabinet
