Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Jejak Sejarah Mata Uang Islam: Dari Koin Asing hingga Simbol Kedaulatan Peradaban

Jejak Sejarah Mata Uang Islam: Dari Koin Asing hingga Simbol Kedaulatan Peradaban

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Dinar dan dirham membentuk fondasi ekonomi Islam jauh sebelum dunia mengenal uang kertas. Sejak awal, emas dan perak mendorong perdagangan lintas benua yang menghubungkan Timur Tengah, Asia, dan Eropa.

Pada masa awal Islam, umat Muslim belum memiliki mata uang resmi. Karena itu, masyarakat melakukan transaksi ekonomi melalui barter dan pertukaran komoditas. Para pedagang menukar hewan ternak, terutama kambing, sebagai alat tukar. Selain itu, mereka memakai koin asing yang telah memiliki nilai dan kepercayaan tinggi di kawasan tersebut.

Penggunaan Koin Bizantium dan Persia

Ketika Islam berkembang pada abad ke-7, umat Muslim memakai dinar emas dari Kekaisaran Bizantium dan dirham perak dari Kekaisaran Sasaniyah. Penggunaan koin ini berlangsung hingga masa hidup Nabi Muhammad, karena masyarakat Timur Tengah telah mengenal kedua mata uang tersebut sebagai alat transaksi utama.

Solidus Bizantium memiliki berat sekitar 4,55 gram emas murni. Koin ini menampilkan gambar kaisar dan simbol Kristen. Sebaliknya, dirham Sasaniyah berbobot sekitar 4,2 gram perak. Koin Persia ini menampilkan raja dengan mahkota khas serta altar api yang mencerminkan ajaran Zoroastrianisme.

Langkah Awal Membangun Identitas Moneter Islam

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat pada 632 Masehi, Kekhalifahan Islam berkembang dengan cepat. Namun, para pemimpin Muslim menilai penggunaan koin asing tidak lagi sesuai dengan identitas Islam. Simbol agama lain masih tampak jelas pada mata uang tersebut.

Sebagai langkah awal, pada masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintah Islam mencetak koin sendiri. Penguasa mempertahankan bentuk koin Persia dan menambahkan tulisan Arab seperti “Bismillah”. Kebijakan ini mendorong lahirnya identitas moneter Islam secara bertahap.

Reformasi Moneter Era Umayyah

Perubahan terbesar muncul pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan (685–705 M). Ia memimpin reformasi moneter dan menetapkan arah baru sistem keuangan Islam.

Pada tahun 696 M, Abdul Malik menghapus gambar manusia dan simbol agama lain dari koin. Ia mengganti unsur visual tersebut dengan kaligrafi Arab dan ayat Al-Qur’an. Selanjutnya, pemerintah Umayyah menetapkan standar berat resmi, yakni sekitar 4,25 gram emas untuk satu dinar dan 2,97 gram perak untuk satu dirham. Kebijakan ini memperkuat stabilitas ekonomi dan menegaskan kedaulatan politik Islam.

Puncak Kejayaan Dinar dan Dirham di Era Abbasiyah

Pada era Kekhalifahan Abbasiyah, dinar dan dirham menyebar luas hingga Afrika Timur, Asia Tengah, India, dan Eropa Selatan. Sistem bimetal emas–perak menjaga kestabilan nilai dan meningkatkan kepercayaan perdagangan internasional. Bahkan, para pedagang Viking serta sejumlah kerajaan Eropa memakai mata uang Islam dalam aktivitas ekonomi mereka.

Memasuki akhir abad pertengahan, pengaruh emas dan perak mulai melemah. Fragmentasi politik mengurangi kekuatan negara. Pada saat yang sama, cadangan logam mulia menurun. Akibatnya, dunia beralih ke sistem uang fiat yang tidak lagi bergantung pada emas dan perak.

Perubahan ini mencapai puncaknya pada 1971. Dunia mengakhiri standar emas internasional setelah runtuhnya perjanjian Bretton Woods.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penetapan tersangka kadin sultra dipersoalkan jarnas mm soal ketimpangan hukum

    Penetapan Tersangka Kadin Sultra Dipersoalkan, Jarnas Soroti Ketimpangan Kasus Tambang

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Arin Fahrul Sanjaya
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Penetapan tersangka Kadin Sultra terhadap Ketua Kadin Sulawesi Tenggara, Anton Timbang (AT), memicu polemik publik. Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (Jarnas MM) menilai aparat penegak hukum menjalankan proses secara tidak adil dan kurang transparan. Penetapan Tersangka Kadin Sultra Dipersoalkan Jarnas Jarnas menilai aparat tidak konsisten menangani kasus pertambangan. PT Masempodalle bukan satu-satunya perusahaan yang beroperasi tanpa […]

  • Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang

    Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Retret kabinet Hambalang digelar Presiden Prabowo Subianto sebagai agenda konsolidasi internal pemerintahan di awal 2026, dengan melibatkan seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. JAKARTA, Duasatunews.com –Retret kabinet Hambalang digelar Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (6/1/2026) sebagai agenda konsolidasi internal pemerintahan yang melibatkan seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Wakil Menteri Dalam […]

  • krisis energi Afrika antrean panjang SPBU

    Krisis Energi Afrika Meningkat Akibat Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Afrika, (duasatunews.com) – Krisis energi Afrika semakin memburuk akibat konflik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi minyak global. Dampak gangguan ini mulai terasa di berbagai negara dalam bentuk kelangkaan bahan bakar, kenaikan harga, serta tekanan pada cadangan energi nasional. Tekanan pada Cadangan BBM Di Zambia, pemerintah mencatat cadangan bensin sekitar 40 juta liter. Jumlah tersebut […]

  • hilirisasi nikel di pabrik pengolahan industri Indonesia

    Indonesia Percepat Kedaulatan Energi, Hilirisasi Nikel Perkuat Ekosistem Baterai Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 71
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)-Indonesia mempercepat hilirisasi nikel untuk memperkuat ekosistem baterai nasional sekaligus mendorong kedaulatan energi. Langkah ini menjadi semakin penting, terutama di tengah tekanan harga minyak global dan ketidakpastian pasokan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, pemerintah juga terus mengurangi ketergantungan pada energi fosil dengan mempercepat pengembangan kendaraan listrik berbasis nikel. Head of External Relations Forum Industri […]

  • kecelakaan flyover Pesing Jakarta Barat pemotor tewas usai kecelakaan dengan bus

    Kecelakaan Flyover Pesing: Pemotor Tewas Usai Gagal Salip Bus di Jakbar

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • account_circle Reski
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Pemotor Tewas di Flyover Pesing Jakarta,(duasatunews.com)//Seorang pengendara motor berinisial FM (24) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kawasan flyover Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis pagi. Insiden ini terjadi ketika korban mencoba menyalip bus di jalur padat. Korban melaju di Jalan Daan Mogot dari arah timur menuju barat. Saat memasuki tanjakan, ia mencoba mendahului kendaraan […]

  • armada militer AS menuju Timur Tengah memicu respons Iran

    Respons Iran Armada AS: Siaga Tinggi di Timur Tengah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Respons Iran armada AS terlihat dari peningkatan kesiapsiagaan militer Teheran setelah Amerika Serikat mengerahkan gugus kapal induk dan aset tempur ke Timur Tengah. Situasi ini memperkuat eskalasi ketegangan Timur Tengah yang terus berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Pernyataan pejabat Iran tersebut dikutip oleh The Independent, yang melaporkan bahwa Teheran akan merespons keras […]

expand_less