Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Jejak Sejarah Mata Uang Islam: Dari Koin Asing hingga Simbol Kedaulatan Peradaban

Jejak Sejarah Mata Uang Islam: Dari Koin Asing hingga Simbol Kedaulatan Peradaban

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 340
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Dinar dan dirham membentuk fondasi ekonomi Islam jauh sebelum dunia mengenal uang kertas. Sejak awal, emas dan perak mendorong perdagangan lintas benua yang menghubungkan Timur Tengah, Asia, dan Eropa.

Pada masa awal Islam, umat Muslim belum memiliki mata uang resmi. Karena itu, masyarakat melakukan transaksi ekonomi melalui barter dan pertukaran komoditas. Para pedagang menukar hewan ternak, terutama kambing, sebagai alat tukar. Selain itu, mereka memakai koin asing yang telah memiliki nilai dan kepercayaan tinggi di kawasan tersebut.

Penggunaan Koin Bizantium dan Persia

Ketika Islam berkembang pada abad ke-7, umat Muslim memakai dinar emas dari Kekaisaran Bizantium dan dirham perak dari Kekaisaran Sasaniyah. Penggunaan koin ini berlangsung hingga masa hidup Nabi Muhammad, karena masyarakat Timur Tengah telah mengenal kedua mata uang tersebut sebagai alat transaksi utama.

Solidus Bizantium memiliki berat sekitar 4,55 gram emas murni. Koin ini menampilkan gambar kaisar dan simbol Kristen. Sebaliknya, dirham Sasaniyah berbobot sekitar 4,2 gram perak. Koin Persia ini menampilkan raja dengan mahkota khas serta altar api yang mencerminkan ajaran Zoroastrianisme.

Langkah Awal Membangun Identitas Moneter Islam

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat pada 632 Masehi, Kekhalifahan Islam berkembang dengan cepat. Namun, para pemimpin Muslim menilai penggunaan koin asing tidak lagi sesuai dengan identitas Islam. Simbol agama lain masih tampak jelas pada mata uang tersebut.

Sebagai langkah awal, pada masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintah Islam mencetak koin sendiri. Penguasa mempertahankan bentuk koin Persia dan menambahkan tulisan Arab seperti “Bismillah”. Kebijakan ini mendorong lahirnya identitas moneter Islam secara bertahap.

Reformasi Moneter Era Umayyah

Perubahan terbesar muncul pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan (685–705 M). Ia memimpin reformasi moneter dan menetapkan arah baru sistem keuangan Islam.

Pada tahun 696 M, Abdul Malik menghapus gambar manusia dan simbol agama lain dari koin. Ia mengganti unsur visual tersebut dengan kaligrafi Arab dan ayat Al-Qur’an. Selanjutnya, pemerintah Umayyah menetapkan standar berat resmi, yakni sekitar 4,25 gram emas untuk satu dinar dan 2,97 gram perak untuk satu dirham. Kebijakan ini memperkuat stabilitas ekonomi dan menegaskan kedaulatan politik Islam.

Puncak Kejayaan Dinar dan Dirham di Era Abbasiyah

Pada era Kekhalifahan Abbasiyah, dinar dan dirham menyebar luas hingga Afrika Timur, Asia Tengah, India, dan Eropa Selatan. Sistem bimetal emas–perak menjaga kestabilan nilai dan meningkatkan kepercayaan perdagangan internasional. Bahkan, para pedagang Viking serta sejumlah kerajaan Eropa memakai mata uang Islam dalam aktivitas ekonomi mereka.

Memasuki akhir abad pertengahan, pengaruh emas dan perak mulai melemah. Fragmentasi politik mengurangi kekuatan negara. Pada saat yang sama, cadangan logam mulia menurun. Akibatnya, dunia beralih ke sistem uang fiat yang tidak lagi bergantung pada emas dan perak.

Perubahan ini mencapai puncaknya pada 1971. Dunia mengakhiri standar emas internasional setelah runtuhnya perjanjian Bretton Woods.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • aktivitas teknologi pengolahan sampah di fasilitas pengolahan terpadu

    Teknologi Pengolahan Sampah Masuk E-Katalog Nasional

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 340
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Pemerintah menargetkan teknologi pengolahan sampah masuk e-katalog dalam waktu dekat. Target ini bertujuan mempercepat penanganan krisis sampah yang sudah masuk tahap darurat di banyak daerah. Dengan e-katalog, pemerintah daerah dan masyarakat bisa segera mengakses teknologi yang dibutuhkan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan target waktu sekitar satu bulan. Pemerintah ingin mempercepat […]

  • Operasi AS di Venezuela Picu Ketegangan Geopolitik

    Operasi AS di Venezuela Picu Ketegangan Geopolitik

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Operasi AS di Venezuela pada 3 Januari 2026 memicu perhatian luas komunitas internasional. Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan AS, serta memicu krisis geopolitik di kawasan Amerika Latin.(Baca juga laporan terkait di kanal Geopolitik Global: https://duasatunews.com/category/geopolitik-global) Presiden AS Donald […]

  • Tajir Melintir! Kekayaan Elon Musk Lampaui PDB Belgia dan Irlandia, Media Dunia Ramai Membicarakan

    Tajir Melintir! Kekayaan Elon Musk Lampaui PDB Belgia dan Irlandia, Media Dunia Ramai Membicarakan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 696
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Kekayaan Elon Musk kembali menjadi perhatian media internasional. Nilainya disebut melampaui produk domestik bruto (PDB) Belgia dan Irlandia. Fenomena ini menandai perubahan penting dalam peta kekuatan ekonomi global. Media ekonomi dunia mencatat bahwa pada akhir 2025 hingga awal 2026, nilai kekayaan Musk menembus USD 720 miliar atau setara lebih dari Rp11.000 triliun. […]

  • Pemburu Masa Depan Pemuda 21 dalam kegiatan Bina Akrab tahun 2023

    PEMBURU MASA DEPAN

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 934
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pertama, saya menghirup udara di dalam pesawat dengan jantung berdebar. Sejak saat itu, saya menyadari perjalanan ini masih panjang. Oleh karena itu, saya bersiap menghadapi proses dan dinamika yang berliku. Ketika ombak mengguncang bahtera kehidupan yang memuat jutaan manusia, maka pendidikan hadir sebagai nahkoda penunjuk arah keselamatan. Mimpi, Proses, dan Seleksi Alam […]

  • pedagang kaki lima menunggu pelanggan menjelang Ramadhan di Kabul Afghanistan

    Ramadhan Tiba, Warga Afghanistan Terjepit Kenaikan Harga dan Tekanan Sanksi

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 408
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Afghanistan menghadapi tekanan ekonomi yang kian berat. Kenaikan harga kebutuhan pokok, rendahnya daya beli, serta dampak berkepanjangan sanksi internasional membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar selama puasa. Di pasar-pasar tradisional pascaperang, para pedagang kecil merasakan langsung dampak kondisi tersebut. Mohammad Reza (35), pemilik toko kebutuhan harian, mengatakan […]

  • penyidikan kasus korupsi kuota haji di Gedung Merah Putih KPK Jakarta

    Korupsi Kuota Haji: KPK Dalami Peran Pemilik Maktour

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 255
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Kasus korupsi kuota haji kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk biro perjalanan umrah Maktour. Penyidikan ini menelusuri pembagian kuota dan aliran dana yang diduga melibatkan pejabat Kementerian Agama. KPK Telusuri Kasus Korupsi Kuota Haji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut perkara ini melalui dua jalur […]

expand_less