Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » LPDP Periksa 600 Awardee Diduga Abaikan Kewajiban Pengabdian

LPDP Periksa 600 Awardee Diduga Abaikan Kewajiban Pengabdian

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 377
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah memeriksa sekitar 600 penerima beasiswa yang diduga tidak menjalankan kewajiban pengabdian. Dari pemeriksaan tersebut, LPDP menjatuhkan sanksi kepada delapan awardee, termasuk kewajiban pengembalian dana. Selain itu, 36 awardee lain mengikuti proses klarifikasi.

Direktur LPDP Sudarto menyampaikan perkembangan ini dalam Konferensi Pers APBN Kita Januari 2026 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menjelaskan bahwa LPDP mengolah data keimigrasian, menindaklanjuti laporan masyarakat, serta memantau unggahan media sosial untuk menelusuri dugaan pelanggaran.

Dalam pemeriksaan, LPDP menemukan beberapa awardee yang masih menjalani magang atau merintis usaha di luar negeri. Sudarto menegaskan bahwa LPDP memberi izin magang dan wirausaha hingga dua tahun sesuai buku pedoman. Setelah masa tersebut berakhir, penerima beasiswa wajib menjalankan pengabdian.

Perhatian publik meningkat setelah Dwi Sasetningtyas, alumni LPDP, mengunggah pernyataan kontroversial terkait kewarganegaraan anaknya. Unggahan itu memicu reaksi keras warganet, karena Dwi dan suaminya merupakan penerima beasiswa LPDP.

Dwi kemudian menyampaikan permohonan maaf dan menyebut pernyataannya lahir dari rasa kecewa dan kelelahan pribadi. Berdasarkan catatan LPDP, Dwi menuntaskan studi S2 pada 31 Agustus 2017 dan telah menyelesaikan masa pengabdian.

LPDP juga menyoroti status Arya Iwantoro, suami Dwi. Arya menyelesaikan studi PhD di Utrecht, Belanda, pada 2022 dan kini bekerja sebagai peneliti di Inggris. Hingga kini, Arya belum memenuhi kewajiban pengabdian di Indonesia sesuai ketentuan dua kali masa studi ditambah satu tahun (2N+1).

LPDP akan memanggil Arya untuk klarifikasi dan menjatuhkan sanksi jika pemeriksaan membuktikan pelanggaran. Sudarto menegaskan bahwa LPDP menjaga akuntabilitas dana publik dan menuntut komitmen kontribusi nyata dari seluruh penerima beasiswa.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reaktivasi otomatis JKN dibahas pemerintah bersama BPJS Kesehatan

    Reaktivasi Otomatis JKN Disiapkan Pemerintah Rp15 Miliar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Reaktivasi otomatis JKN menjadi langkah pemerintah untuk menjaga kesinambungan layanan kesehatan nasional. Pemerintah menyiapkan kebijakan ini agar peserta Jaminan Kesehatan Nasional, khususnya penerima bantuan iuran yang masih menunggu validasi data, tetap memperoleh akses layanan kesehatan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah siap mencairkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk mendukung kebijakan tersebut. […]

  • kerja sama energi RI Rusia pasokan minyak mentah Indonesia

    Kerja Sama Energi RI Rusia: Pasokan Minyak Mentah Diamankan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Pemerintah memperkuat kerja sama energi RI Rusia guna menjaga ketahanan energi nasional. Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Kamis (16/4/2026). Bahlil menyampaikan Indonesia akan memperoleh pasokan minyak mentah dari Rusia. Pemerintah Rusia juga siap membantu pembangunan infrastruktur energi strategis. “Kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia, […]

  • kecelakaan kereta Bekasi di Stasiun Bekasi Timur malam hari

    Sufmi Dasco Tinjau Langsung Kecelakaan Kereta di Bekasi, Evakuasi Korban Masih Berlangsung

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 312
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Peristiwa kecelakaan kereta Bekasi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam menarik perhatian publik. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, datang langsung ke lokasi untuk memantau proses evakuasi dan memastikan penanganan korban berjalan cepat. Ia menyampaikan rasa prihatin dan menegaskan pentingnya keselamatan dalam operasional transportasi kereta. Kehadirannya juga untuk memastikan koordinasi […]

  • Ketergantungan Dolar Indonesia masih tinggi dan memengaruhi rupiah, perdagangan, serta stabilitas ekonomi nasional.

    Ketergantungan Dolar Masih Membayangi, Indonesia Perlu Perkuat Transaksi dengan Mata Uang Lokal

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian karena sering memicu tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tersebut. Saat dolar AS menguat, biaya impor ikut naik. Kenaikan itu dapat mendorong inflasi dan menambah beban pelaku usaha. Banyak perusahaan juga harus menyesuaikan strategi bisnis […]

  • tambang ilegal Sulawesi Tenggara yang merusak lingkungan dan hutan

    Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — 10 September 2025 Green Earth Movement (GEM) menyuarakan keprihatinan serius atas maraknya tambang ilegal dan dugaan kuat keberadaan mafia nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum serta menurunnya nilai-nilai ksatria Bhayangkara di tubuh kepolisian daerah. Direktur GEM, Arin Fahrul Sanjaya, menilai aktivitas tambang ilegal telah merusak lingkungan secara […]

  • Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo Terpilih Jadi Punggawa Baru KKTS

    Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo Terpilih Jadi Punggawa Baru KKTS

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 1.436
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Tolaki Samaturu (KKTS) secara resmi memilih pimpinan baru KKTS pada Sabtu, 12 Juli 2025. Panitia menggelar Mubes nasional ini di Gedung Kosek IKN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dan menghadirkan perwakilan masyarakat Tolaki dari berbagai daerah. Peserta Mubes secara mufakat menetapkan Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo sebagai pimpinan […]

expand_less