Perjanjian New START: Rusia Tak Lagi Terikat Kewajiban
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- visibility 95
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi sistem senjata strategis Rusia di tengah dinamika perjanjian pengendalian senjata nuklir.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Moskow, duasatunews.com — Perjanjian New START memasuki fase baru setelah pemerintah Rusia menyatakan bahwa mulai 4 Februari para pihak tidak lagi mematuhi kewajiban dan deklarasi simetris. Rusia menegaskan setiap negara kini bebas menentukan langkah lanjutan terkait kebijakan senjata strategis.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu (4/2). Pemerintah Rusia mengaku telah mengajukan upaya perpanjangan perjanjian melalui jalur diplomatik. Rusia mengirim inisiatif terakhir pada 22 September lalu.
Pada saat itu, Presiden Vladimir Putin mengusulkan agar pembatasan senjata strategis tetap berlaku. Usulan tersebut mencakup masa satu tahun setelah perjanjian berakhir. Namun hingga kini, Rusia belum menerima tanggapan resmi dari Amerika Serikat melalui saluran bilateral.
“Kami berasumsi bahwa para pihak dalam New START tidak lagi mematuhi kewajiban atau deklarasi simetris apa pun. Mereka bebas memilih langkah selanjutnya,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Sikap Rusia dan Langkah Selanjutnya
Selanjutnya, Rusia menyatakan akan bertindak secara bertanggung jawab dan seimbang. Pemerintah Rusia menyusun kebijakan senjata strategis berdasarkan analisis kebijakan militer Amerika Serikat. Rusia juga mempertimbangkan perkembangan situasi strategis global.
Di sisi lain, Rusia menegaskan kesiapan mengambil langkah militer-teknis jika muncul ancaman tambahan terhadap keamanan nasional. Namun demikian, pemerintah tetap membuka peluang dialog.
“Kami tetap terbuka mencari solusi politik dan diplomatik. Dialog setara dan saling menguntungkan tetap menjadi opsi,” ujar kementerian tersebut.
Dampak Global
New START menjadi satu-satunya perjanjian yang masih mengikat secara hukum antara Rusia dan Amerika Serikat. Perjanjian ini membatasi kekuatan nuklir strategis kedua negara.
Karena itu, berakhirnya efektivitas New START memicu kekhawatiran komunitas internasional. Sejumlah pengamat menilai situasi ini berpotensi membuka era baru persaingan nuklir tanpa regulasi yang jelas. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan ketegangan strategis global.
Sumber: Anadolu
