SBY Peringatan Perang Dunia Ketiga, Indonesia Diminta Waspada
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 23 Feb 2026
- visibility 128
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Jakarta, Senin (23/2/2026), dengan tema Kondisi Geopolitik dan Perkembangan Lingkungan Strategis.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – SBY peringatan perang dunia ketiga muncul dalam kuliah umum yang disampaikan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia meminta Indonesia meningkatkan kewaspadaan karena situasi global semakin tidak stabil. Ia melihat berbagai konflik internasional menunjukkan gejala eskalasi yang semakin jelas.
SBY menyampaikan pandangan tersebut saat memberikan kuliah umum di kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Jakarta Pusat, Senin. Seusai kegiatan, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa SBY secara langsung menyoroti ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia.
Menurut Ace, SBY menilai kawasan Asia menyimpan banyak potensi konflik. Ia menyebut ketegangan di Laut Cina Selatan, kondisi di Semenanjung Korea, serta hubungan China dan Taiwan yang belum membaik. SBY menilai konflik tersebut dapat memicu dampak regional yang luas jika negara-negara terkait gagal mengendalikan eskalasi.
Selain Asia, SBY juga membahas dinamika geopolitik di Greenland yang mulai menarik perhatian negara-negara besar. Ia turut menyinggung konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang melibatkan Palestina, Israel, Iran, dan Amerika Serikat. Menurut SBY, akumulasi konflik ini memperkuat alasan munculnya peringatan perang dunia ketiga.
SBY menegaskan bahwa situasi global ini dapat memengaruhi Indonesia secara langsung. Ia mendorong pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga kedaulatan negara. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, China, dan Rusia.
Ace menyebut Presiden Prabowo Subianto terus menjalankan diplomasi aktif di tengah dinamika global. Lemhannas mendukung langkah tersebut melalui kajian strategis dan penguatan kebijakan nasional. Selain diplomasi, SBY meminta pemerintah memperkuat ketahanan dalam negeri. Ia menilai sektor pangan dan pertahanan membutuhkan perhatian serius.
Dengan memperkuat diplomasi dan ketahanan nasional secara seimbang, SBY peringatan perang dunia ketiga mendorong Indonesia tetap siap menghadapi dampak konflik global yang semakin meluas.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
