Breaking News
light_mode
Beranda » Politik » SBY Peringatan Perang Dunia Ketiga, Indonesia Diminta Waspada

SBY Peringatan Perang Dunia Ketiga, Indonesia Diminta Waspada

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 237
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (duasatunews.com) – SBY peringatan perang dunia ketiga muncul dalam kuliah umum yang disampaikan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia meminta Indonesia meningkatkan kewaspadaan karena situasi global semakin tidak stabil. Ia melihat berbagai konflik internasional menunjukkan gejala eskalasi yang semakin jelas.

SBY menyampaikan pandangan tersebut saat memberikan kuliah umum di kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Jakarta Pusat, Senin. Seusai kegiatan, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa SBY secara langsung menyoroti ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia.

Menurut Ace, SBY menilai kawasan Asia menyimpan banyak potensi konflik. Ia menyebut ketegangan di Laut Cina Selatan, kondisi di Semenanjung Korea, serta hubungan China dan Taiwan yang belum membaik. SBY menilai konflik tersebut dapat memicu dampak regional yang luas jika negara-negara terkait gagal mengendalikan eskalasi.

Selain Asia, SBY juga membahas dinamika geopolitik di Greenland yang mulai menarik perhatian negara-negara besar. Ia turut menyinggung konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang melibatkan Palestina, Israel, Iran, dan Amerika Serikat. Menurut SBY, akumulasi konflik ini memperkuat alasan munculnya peringatan perang dunia ketiga.

SBY menegaskan bahwa situasi global ini dapat memengaruhi Indonesia secara langsung. Ia mendorong pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga kedaulatan negara. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, China, dan Rusia.

Ace menyebut Presiden Prabowo Subianto terus menjalankan diplomasi aktif di tengah dinamika global. Lemhannas mendukung langkah tersebut melalui kajian strategis dan penguatan kebijakan nasional. Selain diplomasi, SBY meminta pemerintah memperkuat ketahanan dalam negeri. Ia menilai sektor pangan dan pertahanan membutuhkan perhatian serius.

Dengan memperkuat diplomasi dan ketahanan nasional secara seimbang, SBY peringatan perang dunia ketiga mendorong Indonesia tetap siap menghadapi dampak konflik global yang semakin meluas.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut BEI Mundur, Purbaya Ungkap Kesalahan yang Picu Koreksi IHSG

    Dirut BEI Mundur, Purbaya Ungkap Kesalahan yang Picu Koreksi IHSG

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Purbaya dukung Dirut BEI mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar saham. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai keputusan Iman Rachman meninggalkan jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi sinyal positif bagi pasar modal nasional. Purbaya menyampaikan sikap tersebut kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia menilai langkah […]

  • krisis energi Afrika antrean panjang SPBU

    Krisis Energi Afrika Meningkat Akibat Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Afrika, (duasatunews.com) – Krisis energi Afrika semakin memburuk akibat konflik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi minyak global. Dampak gangguan ini mulai terasa di berbagai negara dalam bentuk kelangkaan bahan bakar, kenaikan harga, serta tekanan pada cadangan energi nasional. Tekanan pada Cadangan BBM Di Zambia, pemerintah mencatat cadangan bensin sekitar 40 juta liter. Jumlah tersebut […]

  • kapal tanker melintas Selat Hormuz saat Iran siap hadapi AS

    Iran Selat Hormuz : Siap Hadapi Rencana Pengawalan Kapal AS

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Teheran, (duasatunews.com) – Iran Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah Teheran menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan Amerika Serikat mengerahkan pasukan untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur laut ini merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia. Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps, Ali Mohammad Naini, menyampaikan pernyataan tersebut pada Sabtu (7/3). Ia […]

  • KPK Menetapkan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji

    KPK Menetapkan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 440
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Kasus korupsi kuota haji 2024 kembali mengguncang kepercayaan publik terhadap tata kelola layanan ibadah. Dugaan penyalahgunaan kewenangan ini berpotensi merugikan calon jamaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk berangkat ke Tanah Suci. Isu ini menjadi penting karena penyelenggaraan haji 2024 sebelumnya menuai sorotan luas. Perubahan alokasi kuota dan kebijakan teknis memicu keluhan jamaah […]

  • Trump: PBB Tidak Berguna, Dewan Perdamaian Gaza Dinilai Bisa Gantikan Perannya

    Trump: PBB Tidak Berguna, Dewan Perdamaian Gaza Dinilai Bisa Gantikan Perannya

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Jakarta|duasatunews.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu polemik global. Ia menyatakan secara terbuka bahwa Trump nilai PBB tidak berguna dan membuka peluang pengalihan peran organisasi dunia tersebut kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk mengawasi Jalur Gaza pascaperang. Trump Tegaskan Kritik terhadap PBB Trump menyampaikan pernyataan itu langsung kepada wartawan pada Selasa (20/1). […]

  • Kurangi Rasa Ingin Tahu tentang Orang, Perbanyak Minat pada Ide dan Gagasan

    Kurangi Rasa Ingin Tahu tentang Orang, Perbanyak Minat pada Ide dan Gagasan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 369
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, masyarakat perlu menempatkan rasa ingin tahu secara lebih bijak. Daripada mengorek kehidupan pribadi orang lain, publik sebaiknya mengarahkan perhatian pada ide dan gagasan yang mendorong pertumbuhan intelektual. Sebuah unggahan reflektif menegaskan bahwa rasa ingin tahu yang salah arah sering memicu penilaian, prasangka, dan kelelahan […]

expand_less