Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rupiah Melemah pada Pembukaan Perdagangan Senin

Rupiah Melemah pada Pembukaan Perdagangan Senin

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 290
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rupiah melemah pada awal perdagangan di pasar keuangan domestik. Pelemahan ini muncul karena tekanan global yang masih memengaruhi sentimen pelaku pasar pada awal peka,

JAKARTA, duasatunews.com — Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan di pasar spot Jakarta, Senin. Sejak awal sesi, pelaku pasar menunjukkan sikap lebih berhati-hati.

Pada awal perdagangan, rupiah turun 17 poin atau 0,10 persen ke level Rp16.904 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah bergerak di posisi Rp16.887 per dolar AS. Perubahan ini mencerminkan tekanan eksternal yang masih kuat.

Rupiah Melemah karena Penguatan Dolar AS

Salah satu faktor utama yang menekan rupiah berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat. Dolar AS menguat setelah pasar merespons data ekonomi global yang relatif solid. Oleh karena itu, investor kembali memilih aset yang lebih aman.

Selain itu, ekspektasi suku bunga tinggi di negara maju turut memengaruhi arus modal global. Akibatnya, sebagian dana keluar dari pasar emerging market, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat rupiah melemah pada awal perdagangan.

Sentimen Global Masih Dominan

Sementara itu, ketidakpastian ekonomi global terus membayangi pasar keuangan. Ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia mendorong investor menahan ekspansi investasi jangka pendek.

Di sisi lain, pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan bank sentral utama dunia. Setiap sinyal kebijakan moneter langsung memengaruhi pergerakan nilai tukar. Oleh sebab itu, volatilitas pasar masih berpotensi meningkat.

Faktor Domestik Menahan Tekanan

Meski tekanan global meningkat, faktor domestik tetap menopang pergerakan rupiah. Inflasi yang terkendali dan kebijakan moneter yang konsisten membantu menjaga stabilitas. Selain itu, otoritas moneter aktif memantau pergerakan pasar.

Bank sentral juga terus melakukan langkah stabilisasi. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan nilai tukar dan mengurangi gejolak berlebihan. Dengan demikian, tekanan terhadap rupiah tidak berkembang lebih dalam.

Prospek Rupiah ke Depan

Ke depan, pasar akan menunggu rilis data inflasi dan tenaga kerja dari Amerika Serikat. Data tersebut akan memengaruhi arah dolar AS selanjutnya. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan global secara ketat.

Selama tekanan global berlanjut, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif. Namun, dukungan faktor domestik diharapkan mampu menjaga stabilitas jangka pendek.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPPL Kecam Dugaan Perusakan Mangrove oleh PT Artha Graha di Teluk Kendari

    KPPL Kecam Dugaan Perusakan Mangrove oleh PT Artha Graha di Teluk Kendari

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dugaan perusakan mangrove Kendari kembali mencuat ke publik. Isu ini muncul setelah Koalisi Pemuda Penggiat Lingkungan (KPPL) mengecam aktivitas penimbunan di Jalan Baru, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. KPPL menilai kegiatan tersebut mengancam kawasan mangrove yang berfungsi melindungi pesisir Teluk Kendari. KPPL mengaitkan aktivitas penimbunan itu dengan PT Artha Graha. Menurut hasil pemantauan […]

  • Presiden Prabowo Subianto menyapa dan melambaikan tangan kepada ribuan buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas, Jakarta.

    Prabowo Hadiri May Day di Monas, Pemerintah Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan Buruh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional menjadi sorotan. Pemerintah menilai keikutsertaan langsung kepala negara mencerminkan komitmen terhadap perlindungan dan kesejahteraan pekerja. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyatakan bahwa kehadiran Presiden di tengah aksi buruh bukan sekadar simbolik. Ia menegaskan, langkah tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada […]

  • dampak tambang nikel Sultra terhadap lingkungan

    KERUSAKAN LINGKUNGAN DI SULAWESI TENGGARA : Kritik Akademik terhadap Pemerintah dan Oligarki ekstraktif

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 723
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com — Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, di Sulawesi Tenggara, kekayaan tersebut justru melahirkan ironi ekologis. Daerah dengan cadangan nikel besar ini menjadi pusat aktivitas pertambangan selama dua dekade terakhir. Sayangnya, ekspansi tambang yang masif tanpa tata kelola berkelanjutan memicu persoalan lingkungan dan sosial yang semakin serius. Perusahaan tambang terus memamerkan […]

  • Prabowo Sebut Era Jokowi Masa Magangnya di Pemerintahan

    Prabowo Sebut Era Jokowi Masa Magangnya di Pemerintahan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 367
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Presiden Prabowo Subianto menyebut masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan di pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai periode “magang” dan pembelajaran sebelum memimpin Indonesia sebagai presiden. Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026). Lima Tahun Menhan Jadi Bekal Kepemimpinan Prabowo mengaku bersyukur karena Jokowi mengajaknya bergabung […]

  • IUP dan Perusakan Hutan di Tengah Pembangunan Nasional

    IUP dan Perusakan Hutan di Tengah Pembangunan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — IUP dan perusakan hutan menjadi persoalan serius di tengah gencarnya narasi pembangunan dan investasi di Indonesia. Saat ini, aktivitas pertambangan terus menggerus hutan yang menopang kehidupan sekaligus menjadi ruang hidup masyarakat. Ironisnya, banyak perusahaan tetap menjalankan aktivitas tersebut dengan dalih Izin Usaha Pertambangan (IUP). Sebagai mahasiswa, saya memandang persoalan ini bukan sekadar […]

  • dana Jamrek tambang di kawasan pertambangan terbuka Indonesia

    Eni Samayati Angkat Suara Terkait Pengelolaan Dana Jamrek yang Dikendalikan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dana Jamrek tambang kembali menjadi sorotan publik. Dana Jaminan Reklamasi tambang bernilai triliunan rupiah yang tersimpan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dinilai belum memberi manfaat nyata bagi daerah penghasil tambang. Sorotan ini menguat setelah mahasiswa dan aktivis lingkungan menuntut transparansi pengelolaan dana Jamrek tambang yang seharusnya digunakan untuk pemulihan lingkungan […]

expand_less