Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Aksi Serba Hitam SPPG di Jakarta, Desak Polisi Usut Teror Ketua BEM UGM dan Tolak MBG

Aksi Serba Hitam SPPG di Jakarta, Desak Polisi Usut Teror Ketua BEM UGM dan Tolak MBG

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 263
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) — Solidaritas Pemuda & Pelajar ber-Gerak (SPPG) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Jumat (27/2/2026). Massa aksi menyasar dua titik, yakni Mabes Polri dan kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Sekitar 50 peserta aksi mengenakan pakaian hitam sebagai simbol protes terhadap kebijakan negara yang, menurut mereka, tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Massa menyampaikan aspirasi secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.

Koordinator Lapangan SPPG, Faisal, menyatakan bahwa aksi tersebut menjadi bentuk perlawanan konstitusional atas berbagai persoalan nasional. Ia menilai negara perlu mendengar suara publik secara serius.

“Suara rakyat mendorong perubahan. Kami turun ke jalan agar negara tidak mengabaikan keresahan masyarakat,” kata Faisal saat berorasi.

SPPG Mendesak Polisi Usut Teror Ketua BEM UGM

Dalam aksi itu, SPPG menempatkan dugaan teror terhadap Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, sebagai tuntutan utama. Massa meminta kepolisian segera mengusut dugaan intimidasi yang mereka nilai mencederai demokrasi.

Menurut SPPG, kritik mahasiswa terhadap kebijakan publik tidak boleh berujung ancaman. Mereka menegaskan bahwa kebebasan berekspresi merupakan hak warga negara yang harus negara lindungi.

“Siapa pun pelakunya, aparat harus menindak secara adil dan transparan. Negara tidak boleh membiarkan iklim ketakutan tumbuh,” tegas salah satu orator.

Mahasiswa Soroti Surat Terbuka ke UNICEF

Selain isu teror, SPPG juga menyoroti surat terbuka BEM UGM kepada UNICEF pada 6 Februari 2026. Surat tersebut mengangkat kasus meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur yang diduga mengakhiri hidup akibat tekanan ekonomi.

Mahasiswa menilai peristiwa tersebut mencerminkan kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak, terutama akses pendidikan. Mereka menilai ketimpangan sosial masih kontras dengan capaian statistik yang kerap pemerintah sampaikan.

SPPG menegaskan bahwa kritik mahasiswa berfungsi sebagai pengingat sosial. Mereka meminta negara merespons kritik dengan kebijakan yang berpihak pada rakyat, bukan dengan tekanan atau intimidasi.

Aksi serba hitam itu ditutup dengan seruan agar pemerintah memperkuat perlindungan terhadap kebebasan berpendapat dan menempatkan keadilan sosial sebagai prioritas utama kebijakan publik.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumur Thor di Oregon saat air pasang di Cape Perpetua Scenic Area

    Sumur Thor dan Fenomena Alam Ekstrem di Oregon

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 513
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Fenomena Sumur Thor menarik perhatian publik karena memperlihatkan keindahan alam ekstrem sekaligus risiko keselamatan yang nyata. Lubang besar di tepi Samudra Pasifik ini kerap tampak seperti menyedot air laut ketika gelombang pasang dan badai menghantam kawasan pesisir. Fenomena Alam Ekstrem yang Perlu Disorot Sekarang Minat wisata alam ekstrem terus meningkat dalam beberapa […]

  • Evaluasi Pegawai DJP Jadi Fokus Kementerian Keuangan

    Evaluasi Pegawai DJP Jadi Fokus Kementerian Keuangan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Evaluasi pegawai DJP menjadi fokus Kementerian Keuangan menyusul pengusutan dugaan pelanggaran di lingkungan perpajakan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menilai keterlibatan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan menyiapkan langkah tegas sesuai tingkat pelanggaran.(Baca juga laporan ekonomi lainnya di kanal Ekonomi: https://duasatunews.com/category/ekonomi) “Nanti kami evaluasi. Pegawai pajak bisa kami rotasi. […]

  • harga emas dunia turun tajam di pasar global

    Harga Emas Anjlok 4,5% dalam Sehari, Penguatan Dolar AS Tekan Pasar

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 280
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Harga emas dunia jatuh tajam pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi menekan minat investor terhadap logam mulia. Data perdagangan global menunjukkan harga emas berada di US$5.086,47 per troy ons. Nilai tersebut turun sekitar 4,5% dalam satu hari. Penurunan ini sekaligus menghentikan reli emas selama lima […]

  • Ronaldo Al-Nassr vs Ettifaq di Saudi Pro League 2024-25 12.39 Play Button

    Will Cristiano Ronaldo Play Tonight in Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League 2024-25 Match?

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 575
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Al Nassr menjalani musim yang menantang meski memiliki Cristiano Ronaldo dalam performa terbaik. Ronaldo tampil tajam dan konsisten di lini depan. Ia bahkan memimpin daftar pencetak gol liga dalam dua musim penuhnya bersama klub. Namun, Al-Nassr belum meraih gelar besar. Hingga saat ini, tim masih menempati posisi ketiga klasemen Saudi Pro League […]

  • Dugaan Pembiaran Tambang di Hutan Lindung, PERSAMA Sultra-Jakarta Desak Kapolri Copot Kapolres Konawe Utara

    Dugaan Pembiaran Tambang di Hutan Lindung, PERSAMA Sultra-Jakarta Desak Kapolri Copot Kapolres Konawe Utara

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 580
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — 7 Januari 2026. Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara Jakarta (PERSAMA Sultra-Jakarta) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolres Konawe Utara. Desakan ini muncul karena aktivitas pertambangan di kawasan hutan lindung Kabupaten Konawe Utara masih terus berjalan hingga saat ini. Ketua Umum PERSAMA Sultra-Jakarta, Nabil Dean, menilai kondisi […]

  • Menteri HAM Natalius Pigai Tidak Menggunakan Pengawalan Khusus Saat Kunjungan Kerja

    Menteri HAM Natalius Pigai Tidak Menggunakan Pengawalan Khusus Saat Kunjungan Kerja

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan komitmennya menjalankan kunjungan kerja tanpa pengawalan khusus atau patwal. Ia menerapkan kebijakan ini untuk membangun kedekatan langsung dengan masyarakat serta menegaskan prinsip kesetaraan di hadapan hukum. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyampaikan pernyataan tersebut pada Selasa (7/1/2025). Ia menilai pejabat negara perlu hadir langsung untuk mendengar […]

expand_less