Stabilitas Ekonomi Global Jadi Sorotan Jusuf Kalla
- account_circle adrian moita
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- visibility 155
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) memberikan sambutan saat acara buka puasa dan Shalat Tarawih bersama pengurus dan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Jusuf Kalla berharap pemerintah menjaga stabilitas ekonomi global agar tidak menekan perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya konflik internasional.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu menyampaikan pernyataan tersebut setelah acara buka puasa dan Shalat Tarawih bersama pengurus serta anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Acara berlangsung di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (6/3).
JK menilai konflik di Timur Tengah dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi global. Dampaknya juga bisa langsung terasa pada kondisi ekonomi Indonesia.
Ia menyoroti potensi kenaikan harga energi yang dapat meningkatkan beban subsidi pemerintah.
“Dampaknya ke Indonesia langsung terasa di ekonomi. Harga bahan bakar naik, harga elpiji naik dan itu berarti subsidi pemerintah akan semakin besar,” kata JK.
Ia menjelaskan konflik internasional sering mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan tersebut akan mempengaruhi kebijakan energi nasional dan menekan anggaran negara.
Ancaman Kenaikan Harga Energi
JK menilai lonjakan harga minyak dunia dapat mempengaruhi banyak sektor ekonomi. Dampaknya bisa dirasakan pada sektor transportasi, industri, serta harga kebutuhan pokok masyarakat.
Jika harga energi global meningkat tajam, pemerintah harus menyesuaikan kebijakan subsidi. Langkah itu penting agar keuangan negara tetap terkendali.
JK juga mendorong pemerintah mengambil langkah antisipasi sejak dini. Dengan cara itu, pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional meski kondisi global tidak menentu.
Dampak Stabilitas Ekonomi Global terhadap Pasokan BBM
Selain harga energi, JK juga menyoroti potensi gangguan pasokan energi jika konflik berlangsung lama.
Ia menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia masih terbatas. Karena itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman.
“Kalau perang berlangsung lama, stok BBM kita terbatas. Itu bisa menimbulkan kesulitan bagi kegiatan ekonomi dan bisnis,” ujarnya.
Gangguan pasokan energi dapat menghambat aktivitas industri dan transportasi. Dunia usaha juga bisa menghadapi kesulitan jika bahan bakar sulit diperoleh.
Evaluasi Kebijakan Ekonomi Nasional
Dalam kesempatan itu, JK juga meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan ekonomi nasional di tengah tantangan stabilitas ekonomi global.
Ia menilai pemerintah harus menentukan prioritas penggunaan anggaran negara. Pengeluaran perlu disesuaikan dengan kondisi penerimaan negara.
“Harus ada evaluasi total terhadap kebijakan ekonomi, khususnya dalam penggunaan anggaran. Negara harus menentukan prioritas agar pengeluaran tidak terlalu besar,” katanya.
JK mengingatkan pengeluaran negara yang tidak terkendali dapat meningkatkan tekanan terhadap perekonomian nasional. Kondisi tersebut juga dapat mempengaruhi kepercayaan dunia internasional terhadap ekonomi Indonesia.
Ia juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang membutuhkan anggaran besar. Pemerintah perlu menyesuaikan program tersebut dengan kondisi fiskal negara. Dengan begitu, sektor penting seperti pendidikan, infrastruktur, dan penguatan ekonomi dasar tetap menjadi prioritas.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM
