Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Kim Jong Un Korea Utara Kembali Pimpin Komisi Urusan Negara

Kim Jong Un Korea Utara Kembali Pimpin Komisi Urusan Negara

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • visibility 264
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tokyo, (duasatunews.com) – Kim Jong Un Korea kembali menjadi sorotan setelah parlemen Korea Utara memilihnya sebagai Ketua Komisi Urusan Negara dalam sidang pertama yang digelar pada Minggu.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan Wakil Majelis Rakyat Tertinggi Ri Il Hwan mengajukan kembali nama Kim dalam sidang tersebut. Ia menilai kekuatan negara tidak hanya bergantung pada persenjataan, tetapi juga pada keyakinan dan keberanian politik pemimpin.

Kim Jong Un sebelumnya kembali memimpin Partai Buruh Korea sebagai sekretaris jenderal dalam kongres Februari. Kongres tersebut menjadi yang pertama dalam lima tahun terakhir.

Keputusan ini memperkuat posisi Kim dalam pemerintahan dan partai. Sejumlah pengamat menilai langkah ini menunjukkan konsolidasi kekuasaan yang semakin kuat di Korea Utara.

Kim Jong Un Korea Perkuat Struktur Pemerintahan

Sidang parlemen juga menetapkan sejumlah pejabat penting. Jo Yong Won kini menjabat sebagai ketua parlemen dan menggantikan Choe Ryong Hae.

Ri Son Gwon menjabat sebagai wakil ketua parlemen. Penunjukan ini mencerminkan penyesuaian struktur politik di tingkat elite Korea Utara.

Kebijakan Korea dan Perubahan Kabinet

Parlemen mempertahankan Pak Thae Song sebagai perdana menteri dan Choe Son Hui sebagai menteri luar negeri.

Kim Tok Hun kini menjabat sebagai wakil perdana menteri pertama. Sementara itu, Kim Yo Jong tidak lagi menjabat dalam Komisi Urusan Negara.

Perubahan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menyusun strategi baru untuk memperkuat stabilitas politik dan pemerintahan nasional.

Ekonomi Korea Jadi Fokus Pemerintah

Parlemen juga membahas revisi konstitusi, anggaran negara 2026, serta rencana pembangunan ekonomi lima tahun.

Pemerintah menargetkan kebijakan ini untuk memperkuat stabilitas nasional dan pembangunan jangka panjang. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menjaga ketahanan ekonomi di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Sejumlah pengamat menilai agenda tersebut akan menentukan arah kebijakan Korea Utara dalam beberapa tahun ke depan, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi dan dinamika internasional.

Dengan keputusan tersebut, posisi Kim Jong Un Korea semakin kuat dalam menentukan arah kebijakan negara ke depan.


Sumber: Kyodo – ANTARA

  • Penulis: adrian moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • KUHAP Baru KPK: Tersangka Tak Ditampilkan

    KUHAP Baru KPK: Tersangka Tak Ditampilkan

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 352
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — KUHAP baru KPK mendorong perubahan dalam pola penyampaian informasi publik. Komisi Pemberantasan Korupsi memutuskan tidak menampilkan tersangka dalam konferensi pers penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi. Kebijakan ini sejalan dengan penerapan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).👉 Tautan internal: https://duasatunews.com/tag/hukum Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi […]

  • Penyitaan Tanker Rusia dan Kembalinya Bayang-Bayang Perang Dingin AS–Rusia

    Penyitaan Tanker Rusia dan Kembalinya Bayang-Bayang Perang Dingin AS–Rusia

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 389
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Penyitaan tanker Rusia oleh Amerika Serikat di laut lepas Samudra Atlantik Utara langsung memicu ketegangan geopolitik global. Sejak awal, insiden ini tidak hanya mencerminkan penegakan sanksi internasional. Lebih jauh, peristiwa tersebut menandai pola konfrontasi baru dalam dinamika Perang Dingin modern. Pada Januari 2026, Amerika Serikat menyita tanker Marinera dengan alasan pelanggaran sanksi […]

  • Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di balai latihan kerja Kemnaker

    Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Kemnaker Hapus Batas Kelulusan

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 207
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghadirkan kebijakan baru dengan menghapus batas tahun kelulusan. Kebijakan ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan kerja. Direktur Jenderal Binalavotas Kemnaker, Darmawansyah, menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan memperluas akses bagi seluruh lulusan, baik baru maupun lama. “Penghapusan batasan tahun kelulusan […]

  • politik sepekan polemik LCC MPR Kalbar

    Politik Sepekan: Polemik LCC MPR hingga Prabowo Sebut Negara Terima Rp49 Triliun

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)— Sejumlah peristiwa politik mewarnai pekan ini. Mulai dari polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat hingga pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait tambahan penerimaan negara sebesar Rp49 triliun pada bulan depan. Setjen MPR Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Sekretariat Jenderal MPR RI menonaktifkan dewan juri serta pembawa acara (MC) […]

  • kapal tanker minyak dalam rantai logistik energi

    Emiten Logistik Energi Diuntungkan Eskalasi Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 262
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Emiten logistik energi berada pada posisi menguntungkan seiring pengetatan pasokan minyak global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar atas kelancaran distribusi minyak dunia dan mendorong perubahan strategi logistik energi. Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi mengatakan eskalasi konflik meningkatkan risiko gangguan […]

  • peran Kadin Sulawesi Tenggara di bawah Anton Timbang di tengah tudingan yang beredar

    Mahasiswa Institut Stiami: Tudingan terhadap Anton Timbang Cederai Praduga Tak Bersalah

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 537
    • 1Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com — Sejumlah pihak mengaitkan Anton Timbang dengan dugaan kejahatan penambangan nikel di Kabupaten Konawe Utara. Namun, tudingan tersebut dinilai tidak berdasar dan bersifat spekulatif. Selain itu, narasi yang beredar mengabaikan asas praduga tak bersalah. Saat ini, Anton Timbang menjabat sebagai Ketua Kadin Sulawesi Tenggara. Meski demikian, sejumlah isu menyebut namanya tanpa menyertakan bukti hukum yang […]

expand_less