Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Gangguan Selat Hormuz: AS Hentikan Pengiriman Minyak

Gangguan Selat Hormuz: AS Hentikan Pengiriman Minyak

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta (duasatunews.com) – Gangguan Selat Hormuz langsung menghentikan arus pengiriman minyak global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB. Kebijakan ini memicu ketegangan baru di jalur energi dunia.

Kapal-kapal tanker yang sebelumnya masih beroperasi terbatas kini menghentikan perjalanan. Sejumlah kapal bahkan memutar balik arah saat mendekati Selat Hormuz. Laporan Lloyd’s List menunjukkan bahwa lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut berhenti total.

Gangguan Selat Hormuz berdampak besar terhadap distribusi energi global. Jalur ini menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia, sehingga setiap gangguan langsung memengaruhi pasokan dan harga.

Amerika Serikat meningkatkan operasi militer di wilayah tersebut dengan melakukan pembersihan ranjau laut. Washington juga menuduh Iran tidak mematuhi komitmennya untuk menjaga jalur pelayaran tetap terbuka. Kondisi ini memperbesar risiko konflik di kawasan Timur Tengah.

Negosiasi dan Upaya Diplomasi

Pemerintah AS mengambil langkah ini setelah melakukan pertemuan dengan Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4). Kedua pihak berupaya mengakhiri konflik sejak 28 Februari, tetapi mereka tidak mencapai kesepakatan.

Pakistan sebelumnya memediasi gencatan senjata selama dua pekan sejak Selasa (7/4), namun upaya tersebut belum berhasil meredakan ketegangan.

Risiko Ekonomi dari Gangguan Selat Hormuz

Gangguan Selat Hormuz tidak hanya memengaruhi sektor energi, tetapi juga stabilitas ekonomi global. Negara-negara importir minyak menghadapi potensi kenaikan harga energi dan gangguan pasokan.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati. Biaya logistik dan asuransi pengiriman berpotensi meningkat, sementara rantai pasok global ikut terdampak. Jika kondisi ini berlangsung lama, sektor industri dan perdagangan internasional bisa mengalami perlambatan signifikan.

Di sisi lain, sejumlah negara mulai mempertimbangkan jalur alternatif distribusi energi guna mengurangi ketergantungan pada kawasan tersebut. Namun, pengalihan jalur ini tidak mudah karena membutuhkan infrastruktur, biaya besar, serta waktu yang tidak singkat.

  • Penulis: Adrian Moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • implementasi PP Tunas dalam rapat pemerintah Indonesia

    Implementasi PP Tunas Dibahas Seskab Teddy dan Menkomdigi

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Implementasi PP Tunas menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan ini memastikan setiap platform digital menyediakan lingkungan yang aman bagi anak dari paparan konten berbahaya maupun risiko penyalahgunaan data. Teddy Indra Wijaya membahas kebijakan tersebut bersama Meutya Hafid dalam pertemuan di Kantor Sekretariat Kabinet pada Jumat (27/3) […]

  • MENGGUNGAT MAFIA TANAH DI SULAWESI TENGGARA

    MENGGUNGAT MAFIA TANAH DI SULAWESI TENGGARA

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 767
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Praktik mafia tanah di Sulawesi Tenggara semakin menggerus kepastian hukum dan memukul langsung kehidupan masyarakat. Sengketa lahan muncul berulang dengan pola serupa, mulai dari terbitnya sertifikat ganda hingga klaim kepemilikan mendadak yang memicu konflik berkepanjangan. Masalah ini menjadi mendesak karena hampir seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara kini menghadapi persoalan yang sama. […]

  • Menpora Dorong Fasilitas Olahraga di Sekolah Rakyat dan Garuda

    Menpora Dorong Fasilitas Olahraga di Sekolah Rakyat dan Garuda

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Fasilitas olahraga sekolah menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan pendidikan nasional. Pemerintah mendorong agar sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar akademik, tetapi juga sebagai pusat pembinaan kesehatan dan karakter generasi muda. Jakarta, duasatunews.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mendorong penyediaan fasilitas olahraga di Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Ia menilai sarana […]

  • miras oplosan pelajar di Pulau Sapuka Pangkep

    Miras Oplosan Pelajar Tewaskan Dua Siswa di Pulau Sapuka

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Pangkep, (duasatunews.com) – miras oplosan pelajar kembali menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 13 pelajar di Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, nekat mengonsumsi minuman keras campuran berbahan cairan spritus dan minuman berenergi. Peristiwa tersebut menyebabkan dua pelajar meninggal dunia, sementara 11 lainnya masih menjalani perawatan dan pemeriksaan medis secara intensif. Kejadian ini memicu […]

  • Indonesia dan Board of Peace: Langkah Aktif untuk Mempercepat Pemulihan Gaza

    Indonesia dan Board of Peace: Langkah Aktif untuk Mempercepat Pemulihan Gaza

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Jakarta, dusatunews.com – Perbincangan publik mengenai rencana keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) terus menguat. Masyarakat Indonesia menunjukkan solidaritas kuat terhadap Palestina. Namun, sebagian publik juga mempertanyakan istilah New Gaza yang beredar. Dalam situasi ini, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka alasan Indonesia terlibat di Board of Peace dengan pendekatan rasional dan berbasis data. Board […]

  • sejarah mata uang Islam dinar emas Bizantium pada masa awal Islam

    Jejak Sejarah Mata Uang Islam: Dari Koin Asing hingga Simbol Kedaulatan Peradaban

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 266
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Dinar dan dirham membentuk fondasi ekonomi Islam jauh sebelum dunia mengenal uang kertas. Sejak awal, emas dan perak mendorong perdagangan lintas benua yang menghubungkan Timur Tengah, Asia, dan Eropa. Pada masa awal Islam, umat Muslim belum memiliki mata uang resmi. Karena itu, masyarakat melakukan transaksi ekonomi melalui barter dan pertukaran komoditas. Para […]

expand_less