Jakarta (duasatunews.com) – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, pada Sabtu (24/4) di Islamabad. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya melanjutkan dialog perdamaian Iran-AS yang sempat terhenti.
Pertemuan awal pada awal April belum menghasilkan kesepakatan. Karena itu, Iran dan Pakistan kini berusaha membuka kembali jalur komunikasi guna mendorong kelanjutan pembicaraan damai antara kedua negara.
Dialog Perdamaian Iran-AS Kembali Diupayakan
Araghchi berdiskusi dengan sejumlah pejabat senior Iran dan Pakistan untuk merancang putaran kedua dialog. Mereka menargetkan negosiasi lanjutan yang mampu menciptakan peluang perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat.
Sumber di Pakistan menyatakan bahwa kedua pihak berharap dapat segera melanjutkan pembicaraan tersebut dalam beberapa hari mendatang. Upaya ini menunjukkan komitmen untuk menurunkan ketegangan.
Peran Pakistan sebagai Mediator
Araghchi tiba di Pakistan pada Jumat malam dan langsung menemui sejumlah pejabat penting. Ia bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, serta Menteri Luar Negeri, Ishaq Dar, untuk membahas langkah lanjutan.
Pakistan memediasi gencatan senjata sejak 8 April. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemudian memperpanjang masa gencatan tersebut. Peran ini membantu menjaga komunikasi antara kedua pihak.
Iran Pilih Jalur Tidak Langsung
Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan melakukan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat di Islamabad. Sebagai gantinya, Iran menyampaikan pandangannya melalui Pakistan sebagai mediator.
Di sisi lain, Gedung Putih mengonfirmasi kehadiran utusan khusus AS, Steve Witkoff, dan Jared Kushner, di Pakistan. Kehadiran ini memperkuat sinyal bahwa proses negosiasi masih berlangsung.
Harapan Perdamaian Kawasan
Semua pihak berharap upaya ini mampu mengurangi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Mereka juga menilai komunikasi lanjutan ini berpotensi menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Jika kedua pihak konsisten melanjutkan dialog, maka peluang terciptanya hubungan yang lebih stabil akan semakin terbuka.
Saat ini belum ada komentar