Jakarta,{duasatunews.com} – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung rencana pemerintah menambah kuota program Magang Nasional hingga 150 ribu peserta. Kebijakan ini membuka peluang kerja lebih luas bagi angkatan kerja muda.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah tersebut.
Ia menilai program ini tidak hanya memberi pengalaman kerja, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kompetensi peserta. Program ini juga menjaga daya beli masyarakat.
Sarman menjelaskan peserta magang, terutama lulusan baru, menerima uang saku setara upah minimum kabupaten/kota (UMK). Dukungan ini membantu peserta memenuhi kebutuhan sekaligus menambah pengalaman kerja.
Kadin mendorong pemerintah membuka program ini untuk lebih banyak kalangan. Program Magang Nasional perlu menjangkau tidak hanya fresh graduate, tetapi juga lulusan perguruan tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan dalam beberapa tahun terakhir.
Sarman menegaskan pemerintah perlu menyusun mekanisme pergantian peserta secara jelas. Banyak peserta keluar dari program karena mereka sudah mendapat pekerjaan di perusahaan lain.
Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 16.112 peserta lolos seleksi Magang Nasional 2025 tahap pertama. Saat ini, jumlah peserta aktif mencapai 11.949 orang.
Penurunan jumlah peserta ini menunjukkan tingginya penyerapan tenaga kerja. Program magang ini menjadi jalur efektif untuk masuk ke dunia kerja formal.