Jakarta,(duasatunews.com) — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional menjadi sorotan. Pemerintah menilai keikutsertaan langsung kepala negara mencerminkan komitmen terhadap perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyatakan bahwa kehadiran Presiden di tengah aksi buruh bukan sekadar simbolik. Ia menegaskan, langkah tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada kaum pekerja yang selama ini memperjuangkan hak-haknya.
Menurut Fadli, dalam pidatonya Presiden menyampaikan sejumlah rencana kebijakan dan regulasi yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Pemerintah, kata dia, memandang perlu adanya afirmasi kebijakan guna memperkuat perlindungan tenaga kerja di Indonesia.
Selain itu, perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada buruh. Fadli menambahkan bahwa kelompok lain seperti petani dan nelayan juga menjadi bagian dari prioritas kebijakan kesejahteraan. Ia menilai, peningkatan perhatian terhadap kelompok tersebut akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara luas.
Presiden Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 08.35 WIB dengan pengawalan. Ia tampak menyapa ribuan buruh yang telah berkumpul sejak pagi di kawasan Monas. Kehadirannya disambut antusias oleh massa yang berbaris di pintu masuk hingga area panggung utama.
Momentum May Day tahun ini menjadi ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi terkait perlindungan kerja dan peningkatan kesejahteraan. Pemerintah menilai dialog langsung antara pemimpin negara dan pekerja merupakan bagian penting dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Saat ini belum ada komentar