Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Indonesia Mining Watch (IMW): Aktivitas Tambang PT. Priven Lestari Diduga Ancam Ruang Hidup dan Keselamatan Ekologis Masyarakat

Indonesia Mining Watch (IMW): Aktivitas Tambang PT. Priven Lestari Diduga Ancam Ruang Hidup dan Keselamatan Ekologis Masyarakat

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 324
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Indonesia Mining Watch (IMW) menilai aktivitas pertambangan PT Priven Lestari di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, memunculkan persoalan serius. Organisasi tersebut menilai polemik itu berkaitan dengan kepatuhan hukum, perlindungan lingkungan, dan tata kelola sumber daya alam.

Koordinator Nasional IMW, Ubay Daga, mengatakan pihaknya menyusun kajian berdasarkan aspirasi masyarakat, kronologi penolakan warga, dan berbagai temuan lapangan sejak 2014. Selain itu, IMW juga mengumpulkan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan tata ruang dan perlindungan lingkungan.

Menurut Ubay, aktivitas pertambangan PT Priven Lestari diduga bertentangan dengan prinsip perlindungan lingkungan hidup serta tata ruang wilayah. Lebih lanjut, ia menilai kegiatan tersebut berpotensi mengganggu hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pasal 28H UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 menjamin hak tersebut.

IMW Nilai Penolakan Warga Berangkat dari Pengalaman

Ubay menegaskan masyarakat Buli tidak menolak investasi. Sebaliknya, warga menyampaikan penolakan karena pengalaman panjang menghadapi dampak industri ekstraktif.

Menurutnya, masyarakat merasakan kerusakan ekologis, pencemaran pesisir, berkurangnya sumber air bersih, deforestasi, dan konflik ruang hidup. Hingga kini, persoalan tersebut belum memperoleh penyelesaian yang memadai.

Oleh karena itu, IMW meminta pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan.

IMW Soroti Dugaan Pelanggaran Kawasan Lindung

IMW juga memaparkan hasil analisis terhadap wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Priven Lestari. Total luas konsesi perusahaan mencapai 4.953 hektare.

Dari luas tersebut, sekitar 2.672,2 hektare berada di kawasan lindung. Karena itu, IMW menilai perusahaan tidak boleh menjalankan kegiatan pertambangan di kawasan tersebut. IMW mengacu pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2010.

Selain itu, IMW menemukan dugaan tumpang tindih antara wilayah tambang dengan kawasan sumber air bersih, kawasan rawan bencana, hutan desa, dan ruang pengembangan permukiman.

Ubay menjelaskan sekitar 547,7 hektare berada di Areal Penggunaan Lain (APL). Selanjutnya, ia menyebut lokasi itu sangat dekat dengan kawasan perkotaan Buli.

Ia mengutip Surat Nomor 050.13/48/INWIL BP4D/III/2018 dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2024 tentang RTRW Kabupaten Halmahera Timur. Menurutnya, kedua aturan tersebut menetapkan kawasan itu sebagai wilayah pengembangan sumber daya air dan ruang cadangan permukiman. Dengan demikian, pemerintah tidak memperuntukkan kawasan tersebut untuk kegiatan pertambangan.

IMW Pertanyakan Proses AMDAL

IMW juga mengkritik proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Menurut IMW, masyarakat telah mempersoalkan proses tersebut sejak tahap awal.

Ubay menegaskan AMDAL harus melindungi masyarakat dan lingkungan. Bukan hanya itu, AMDAL juga harus menjadi dasar pengambilan keputusan yang transparan dan akuntabel.

Menurutnya, penyusun AMDAL wajib menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat. Di samping itu, penyusun harus menghormati identitas sosial budaya warga dan memasukkan seluruh wilayah terdampak ke dalam kajian.

Pemerintah Diminta Lindungi Kawasan Strategis

IMW meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah melindungi kawasan belakang Kota Buli serta kaki Gunung Wato-Wato. Kawasan tersebut berfungsi sebagai daerah tangkapan air bagi delapan desa di Kecamatan Maba.

Selain itu, IMW meminta pemerintah mengevaluasi seluruh perizinan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Organisasi itu menilai pemerintah harus mengutamakan keselamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Ubay juga menegaskan narasi transisi energi dan hilirisasi tidak boleh mengorbankan hak masyarakat maupun kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembangunan sumber daya alam harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem.

“Masa depan Halmahera Timur tidak boleh ditentukan semata oleh kepentingan industri ekstraktif. Negara wajib memastikan pembangunan sumber daya alam berjalan sesuai konstitusi, keadilan ekologis, dan keselamatan generasi mendatang,” ujar Ubay Daga.

Hingga redaksi menerbitkan berita ini, PT Priven Lestari belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan IMW. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Sita Emas Pajak dalam Pengembangan Kasus Korupsi

    KPK Periksa 10 Saksi Usai geledah di limah daerah dan sita 1,3 Kg Emas dalam Kasus Pajak

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 10 saksi dalam pengembangan kasus dugaan korupsi di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin. Kasus tersebut menjerat mantan Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo. KPK memanggil para saksi setelah menggeledah sejumlah lokasi pada 11–12 Agustus 2026. Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan emas seberat 1,3 kilogram. […]

  • GP Al Washliyah bershalawat untuk negeri dalam peringatan Maulid Nabi dan mendoakan Prabowo-Gibran serta para pemimpin bangsa.

    GP Al Washliyah Kembali “Mengetuk Pintu Langit”, Doakan Pemimpin dan Keselamatan Indonesia

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Gerakan Pemuda Al Washliyah (GP Al Washliyah) menggelar kegiatan “GP Al Washliyah Bershalawat untuk Negeri” dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H / 2026 M, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Umum PP GPA, H. Aminullah Siagian, di kawasan Condet, Jakarta Timur, tersebut menjadi momentum […]

  • Manajer Kopdes Merah Putih mengikuti pelatihan manajerial sebelum ditempatkan di koperasi desa dan kelurahan seluruh Indonesia.

    30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Mulai Bertugas Awal Agustus 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 253
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Kementerian Koperasi akan menempatkan sekitar 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mulai awal Agustus 2026. Para manajer saat ini mengikuti pelatihan sebelum bertugas di koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan pemerintah menyiapkan penempatan secara bertahap. Jadwal tersebut mengikuti penyelesaian pembangunan gudang, gerai, dan fasilitas pendukung Kopdes Merah […]

  • aksi JMHI terkait tambang emas ilegal Bolmut di Mabes Polri

    JMHI Bongkar Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Bolmut: Copot dan Periksa Kapolsek Pinogaluman-Kapolres Bolmut

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Senin (8/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa mendesak Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri segera memanggil dan memeriksa Kapolsek Pinogaluman serta Kapolres Bolaang Mongondow Utara terkait dugaan maraknya aktivitas pertambangan emas ilegal. Selain itu, JMHI mendesak […]

  • Perlindungan tenaga kesehatan usai wafatnya dr Icha didorong DPR RI

    Legislator Desak Penguatan Perlindungan Nakes Pascawafatnya dr Icha

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah memperkuat perlindungan bagi tenaga kesehatan setelah wafatnya dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, peristiwa itu harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem perlindungan tenaga medis, baik dari aspek hukum maupun psikologis. Edy menyampaikan duka cita atas meninggalnya dr […]

  • Gebyar Ramadan Cut Meutia Jakarta Pusat

    LAPORAN KHUSUS: GEBYAR 1 RAMADAN 1448 H DI MASJID CUT MEUTIA

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 513
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Gebyar Ramadan Cut Meutia menandai meningkatnya aktivitas ibadah dan ruang publik di Jakarta Pusat sejak malam pertama puasa. Ribuan jamaah memadati kawasan Menteng untuk berbuka bersama, memunculkan dampak sosial, ekonomi, dan pengelolaan ruang kota. Situasi tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga dan pengelolaan ruang sekitar. Ramadan kerap menguji kesiapan pengurus masjid dan pemerintah […]

expand_less