Breaking News
light_mode
Beranda » News » Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Hentikan Rekrutmen Honorer Baru demi Cegah Beban APBD

Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Hentikan Rekrutmen Honorer Baru demi Cegah Beban APBD

  • account_circle Reski
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com)– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau seluruh pemerintah daerah (pemda) agar tidak lagi merekrut tenaga honorer baru. Langkah tersebut bertujuan menjaga kesehatan fiskal daerah sekaligus mencegah peningkatan belanja pegawai yang berlebihan.

Dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6), Tito meminta kepala daerah mematuhi kebijakan moratorium tenaga honorer yang saat ini berlaku.

“Honorer sudah dimoratorium. Untuk seluruh kepala daerah, harus tegas, tidak ada tenaga honorer baru,” ujar Tito.

Rekrutmen Honorer Dinilai Menjadi Beban Daerah

Tito menilai banyak tenaga honorer, terutama pada bidang administrasi, tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Ia juga menyoroti praktik perekrutan yang sering kali tidak melalui mekanisme yang tepat.

Menurut Tito, sejumlah pejabat daerah pada masa lalu memasukkan orang-orang tertentu ke lingkungan birokrasi tanpa mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan instansi.

Akibatnya, pemerintah daerah harus menanggung beban tambahan untuk membayar pegawai yang tidak memberikan kontribusi optimal terhadap pelayanan publik.

Berpotensi Menjadi Bom Waktu

Tito menegaskan penambahan tenaga honorer dapat menimbulkan persoalan yang lebih besar pada masa mendatang. Selain meningkatkan belanja pegawai, kondisi tersebut sering memunculkan tuntutan pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Jangan ada lagi penambahan honorer karena akan menjadi beban biaya belanja pegawai dan menjadi beban kepala daerah berikutnya. Ini bisa menjadi bom waktu,” katanya.

Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan tenaga honorer yang saat ini bekerja di instansi daerah. Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk menjaga stabilitas dan mencegah keresahan di kalangan pegawai.

DPR Dorong Sanksi bagi Perekrut Honorer Baru

Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan larangan perekrutan tenaga honorer sudah menjadi amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Rifqi, DPR akan mengusulkan pemberian sanksi kepada pejabat yang tetap merekrut tenaga honorer dalam revisi Undang-Undang ASN mendatang.

“Dalam revisi Undang-Undang ASN ke depan, kami akan mengusulkan adanya sanksi bagi pejabat yang melakukan rekrutmen honorer,” ujarnya.

Fokus Tingkatkan Kualitas ASN dan PPPK

Rifqi menilai pemerintah perlu memprioritaskan peningkatan meritokrasi birokrasi. Upaya tersebut mencakup penguatan profesionalisme, kompetensi, dan kinerja aparatur sipil negara.

Ia meyakini peningkatan kualitas ASN dan PPPK akan menciptakan birokrasi yang lebih efektif serta efisien dalam melayani masyarakat.

Selain itu, Rifqi mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menghabiskan sebagian besar APBD untuk belanja pegawai. Di sejumlah daerah, porsi belanja pegawai bahkan mencapai lebih dari 60 hingga 70 persen dari total anggaran.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat mempersempit ruang fiskal untuk pembangunan daerah dan pelayanan publik.

“APBD harus lebih banyak diarahkan untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat, bukan hanya untuk belanja pegawai,” tegasnya.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi protes menolak kriminalisasi konten digital

    Kriminalisasi Konten Digital Kembali Berujung Penjara

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 342
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kriminalisasi konten digital kembali menjadi sorotan publik setelah aparat memproses warga karena unggahan di media sosial. Praktik kriminalisasi konten digital ini memicu kekhawatiran luas terhadap perlindungan kebebasan berekspresi di Indonesia (20/01/2026). Ruang digital seharusnya menjadi tempat warga bertukar gagasan dan menyampaikan kritik. Namun, aparat kerap menggunakan pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi […]

  • Donald Trump dan Vladimir Putin berjabat tangan membahas New START nuklir

    New START di Ujung Masa Berlaku, Stabilitas Nuklir Global Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 282
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com | Ketidak pastian masa depan New START nuklir kembali memicu kekhawatiran dunia. Jika perjanjian ini benar-benar berakhir tanpa pengaturan lanjutan, Amerika Serikat dan Rusia tidak lagi terikat batas hukum dalam mengelola senjata nuklir strategis. Situasi tersebut berisiko memicu perlombaan senjata baru. Risiko ini meningkat di tengah konflik Ukraina dan memburuknya stabilitas keamanan global […]

  • Jusuf Hamka dukung BoP usai bertemu Presiden Prabowo di Istana

    Jusuf Hamka Dukung BoP, Nilai Prabowo Punya Strategi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Tokoh Muslim Tionghoa Jusuf Hamka menyatakan dukungan atas keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Jusuf menyampaikan dukungan tersebut setelah menghadiri pertemuan Presiden dengan tokoh dan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta. Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun, menilai langkah Presiden masuk ke Board of […]

  • Mahfud MD Pertanyakan Pelibatan TNI Amankan Sidang Korupsi Nadiem: “Bukan Terorisme, Ini Ranah Polri”

    Mahfud MD Pertanyakan Pelibatan TNI Amankan Sidang Korupsi Nadiem: “Bukan Terorisme, Ini Ranah Polri”

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 513
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Kehadiran personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pengamanan sidang dugaan korupsi mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menuai sorotan. Pasalnya, perkara tersebut termasuk pidana umum. Karena itu, publik mempertanyakan dasar hukum pelibatan aparat militer. Selain menyangkut prosedur, isu ini juga berkaitan langsung dengan rasa aman masyarakat. Dengan demikian, pola pengamanan sidang tidak bisa dilepaskan […]

  • Said Iqbal Penasihat Presiden menyampaikan fokus penghapusan outsourcing, upah layak, dan jaminan sosial bagi pekerja Indonesia

    Said Iqbal Fokus Perjuangkan Penghapusan Outsourcing dan Upah Layak Usai Dilantik Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menegaskan fokus kerjanya pada peningkatan kesejahteraan pekerja. Ia akan mengawal pembahasan revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, terutama terkait outsourcing, upah layak, dan jaminan sosial. Said Iqbal menyampaikan hal tersebut setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin. Fokus pada Pengaturan Outsourcing Said Iqbal menilai […]

  • tren gadget teknologi digital

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 528
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Tren Gadget 2023 mencerminkan perubahan besar dalam cara manusia memanfaatkan teknologi. Gadget modern tidak lagi berfungsi sebagai alat bantu semata, tetapi telah menjadi bagian dari rutinitas harian yang mendukung produktivitas dan kenyamanan hidup. Seiring waktu, inovasi teknologi menghadirkan perangkat yang lebih cerdas, adaptif, dan terintegrasi dengan kebutuhan pengguna. Perkembangan ini mendorong gaya […]

expand_less