Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Beasiswa Molor, Mahasiswa Konawe di Jakarta Menjerit Jelang Ujian Semester

Beasiswa Molor, Mahasiswa Konawe di Jakarta Menjerit Jelang Ujian Semester

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 315
  • comment 7 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) – Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Konawe yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Jakarta mengeluhkan belum terealisasinya bantuan pendidikan (beasiswa) dari Pemerintah Kabupaten Konawe. Keterlambatan pencairan tersebut dinilai telah berdampak langsung terhadap keberlangsungan studi para mahasiswa, bahkan mengancam mereka tidak dapat mengikuti ujian akhir semester.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi di Jakarta sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa asal Konawe yang menempuh studi di ibu kota.

Namun, beberapa bulan setelah penandatanganan MoU tersebut, hingga kini realisasi pencairan bantuan pendidikan belum juga diterima oleh mahasiswa maupun pihak kampus. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena sebagian mahasiswa telah menunggak biaya kuliah.

Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah mahasiswa bahkan sempat mendapat teguran dari pihak kampus karena belum melunasi kewajiban pembayaran. Persoalan itu untuk sementara dapat diatasi melalui penandatanganan surat pernyataan penangguhan pembayaran sambil menunggu pencairan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Konawe.

Beberapa pekan lalu, pimpinan salah satu lembaga pendidikan dan pelatihan daerah juga telah bertemu langsung dengan Bupati Konawe, Yusran Akbar, guna membahas kepastian realisasi program bantuan pendidikan tersebut. Dalam pertemuan itu, Bupati disebut menyampaikan komitmennya untuk segera merealisasikan penyaluran beasiswa dalam waktu secepatnya.

Belakangan diketahui bahwa proses penyaluran bantuan pendidikan memang telah dimulai, namun masih difokuskan kepada perguruan tinggi yang berada di wilayah Sulawesi Tenggara. Sementara itu, penyaluran untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah, termasuk di Jakarta, belum juga dilakukan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proses penyaluran sempat tertunda karena Pemerintah Kabupaten Konawe memprioritaskan penyelenggaraan Pawai Ta’aruf dan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Sulawesi Tenggara, di mana Konawe menjadi tuan rumah.

Di sisi lain, waktu terus berjalan. Sejumlah perguruan tinggi di Jakarta dalam waktu dekat akan melaksanakan ujian akhir semester. Salah satu syarat utama mengikuti ujian adalah menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi, termasuk pelunasan biaya kuliah.

Kondisi tersebut membuat mahasiswa penerima beasiswa berada dalam situasi yang sulit karena mereka bergantung pada bantuan yang hingga kini belum kunjung dicairkan.

“Kalau beasiswa ini tidak segera direalisasikan, kami terancam tidak bisa ikut ujian. Padahal kami sudah dijanjikan sejak MoU ditandatangani. Kami hanya meminta pemerintah menepati komitmennya,” ungkap salah seorang mahasiswa asal Konawe di Jakarta yang enggan disebutkan namanya.

Para mahasiswa berharap Pemerintah Kabupaten Konawe segera menyelesaikan proses administrasi dan mempercepat pencairan bantuan pendidikan agar hak mereka memperoleh pendidikan tidak terhambat oleh persoalan birokrasi.

Keterlambatan ini juga memunculkan kritik terhadap kepemimpinan Bupati Konawe, Yusran Akbar, Komitmen yang telah disampaikan kepada publik semestinya diikuti dengan langkah konkret dan penyelesaian tepat waktu. Program beasiswa bukan sekadar janji politik atau agenda seremonial, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Konawe.

Pemerintah daerah dinilai perlu menempatkan kepentingan pendidikan sebagai prioritas utama. Penundaan yang berlarut-larut tidak hanya berdampak pada administrasi kampus, tetapi juga berpotensi menghambat prestasi akademik mahasiswa, bahkan mengancam masa depan mereka. Di tengah berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah, nasib mahasiswa perantau seharusnya tidak menjadi pihak yang paling akhir mendapatkan perhatian.

Bagi para mahasiswa, bantuan pendidikan bukanlah bentuk belas kasihan pemerintah, melainkan wujud tanggung jawab daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, mereka meminta Bupati Konawe segera membuktikan komitmen yang pernah disampaikan dengan merealisasikan pencairan beasiswa tanpa penundaan lebih lanjut.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Konawe terkait keterlambatan penyaluran beasiswa tersebut.

Komentar (7)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tol Sibanceh Seksi Padang Tiji–Seulimeum Dibuka Fungsional 24 Jam hingga 22 Januari 2026

    Tol Sibanceh Seksi Padang Tiji–Seulimeum Dibuka Fungsional 24 Jam hingga 22 Januari 2026

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 585
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Gangguan jalur darat di Aceh berpotensi menghambat distribusi bantuan dan respons darurat. Ketergantungan pada jalan nasional membuat mobilitas warga dan relawan rawan tersendat ketika terjadi bencana alam. Tol Sibanceh Jadi Jalur Alternatif Strategis Pemerintah memperpanjang pembukaan fungsional Tol Sibanceh hingga 22 Januari 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat akses logistik Aceh, terutama untuk […]

  • pembakaran lahan Konawe Selatan oleh PT Marketindo Selaras

    Pembakaran dan Penggusuran Lahan Masyarakat : Diamnya Pemerintah Daerah dan Aparat Kepolisian Adalah Bentuk Pembiaran Kejahatan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 637
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia Sulawesi Tenggara–Jakarta (Famhi Sultra–Jakarta) mengecam keras tindakan pembakaran rumah dan penggusuran lahan milik masyarakat di Desa Lamoen, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan. Tindakan ini tidak hanya merampas hak hidup masyarakat, tetapi juga menunjukkan kegagalan negara dalam menjalankan kewajiban perlindungan terhadap warganya. Oleh karena itu, Famhi Sultra–Jakarta menilai peristiwa […]

  • banjir bandang dan sungai

    Menelusuri Evolusi Sungai dari Bumi Purba hingga Sumber Bencana

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Banjir bandang sering dianggap sebagai kesalahan sungai. Padahal, aliran sungai bergerak mengikuti kodrat alamnya. Cara manusia memperlakukan sungailah yang menentukan apakah air tetap terkendali atau berubah menjadi bencana. Ketika hujan ekstrem datang, kesalahan tata kelola langsung memperbesar risiko. JAKARTA, duasatunews.com — Tuduhan kembali mengarah ke sungai saat banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera […]

  • Wakil Menteri Keuangan: Juda Agung Masuk Bursa Calon

    Wakil Menteri Keuangan: Juda Agung Masuk Bursa Calon

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Wakil Menteri Keuangan berpeluang segera terisi setelah Menteri Keuangan RI menyebut mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, sebagai salah satu kandidat kuat. Menteri Keuangan menyampaikan pernyataan itu kepada media usai menghadiri Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah bertemu langsung dengan Juda Agung. […]

  • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan usulan anggaran Kemenhan 2027 sebesar Rp334 triliun untuk mendukung modernisasi alutsista dan kesiapan TNI dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Jakarta.

    Kemenhan Usulkan Tambahan Anggaran Rp195 Triliun, Total Belanja Pertahanan 2027 Diusulkan Capai Rp334 Triliun

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp195 triliun untuk tahun 2027. Dengan tambahan tersebut, total anggaran pertahanan yang diajukan mencapai Rp334 triliun. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan usulan itu setelah mengikuti rapat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu. “Kami sudah mengusulkan tambahan anggaran […]

  • GARPEM Sultra Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama, Desak Pemerintah Bentuk Tim Evaluasi Terpadu

    GARPEM Sultra Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama, Desak Pemerintah Bentuk Tim Evaluasi Terpadu

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 208
    • 3Komentar

    Kolaka, (duasatunews.com) — Garda Pemuda Sulawesi Tenggara (GARPEM Sultra) mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dugaan dampak aktivitas pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Desakan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sejumlah dokumentasi foto dan video di media sosial yang memperlihatkan ruas jalan dipenuhi air […]

expand_less