Longsor Terjang Chongqing Usai Hujan Lebat, 8 Tewas dan 34 Orang Masih Hilang
- account_circle Reski
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto:Tim penyelamat melakukan pencarian korban setelah longsor yang dipicu hujan lebat menerjang kawasan Sungai Wujiang, Chongqing, China.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com) – Longsor Chongqing China akibat hujan lebat menewaskan sedikitnya delapan orang dan menyebabkan 34 warga masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban setelah bencana melanda kawasan pegunungan di sepanjang Sungai Wujiang, Kota Chongqing, pada Jumat (17/7).
Media pemerintah China, Xinhua, melaporkan hujan deras memicu pergerakan tanah yang menghantam permukiman warga. Tim penyelamat mengevakuasi 10 orang dalam kondisi selamat, sementara petugas masih mencari puluhan warga lainnya.
Longsor Chongqing China Picu Respons Darurat
Kementerian Manajemen Darurat China langsung mengaktifkan respons darurat nasional Level II setelah longsor merobohkan sejumlah rumah. Pemerintah pusat mempercepat koordinasi penanganan agar proses evakuasi berlangsung lebih cepat dan lebih efektif.
Hampir 400 personel gabungan bersama alat berat menuju lokasi bencana. Mereka menyisir area terdampak, membuka akses jalan yang tertutup material longsor, membantu warga mengungsi, serta mempercepat proses pencarian korban. Tim penyelamat juga menghadapi medan yang berat karena hujan terus mengguyur sebagian wilayah Chongqing.
Pemerintah Salurkan Dana Bantuan
Kementerian Keuangan bersama Kementerian Manajemen Darurat mengalokasikan dana bantuan sebesar 50 juta yuan atau sekitar 7,36 juta dolar Amerika Serikat. Pemerintah menyalurkan anggaran tersebut untuk mendukung operasi penyelamatan, mempercepat penanganan darurat, menyalurkan bantuan kemanusiaan, dan memulihkan kondisi masyarakat terdampak.
Presiden Xi Jinping memerintahkan seluruh instansi mempercepat pencarian korban, meningkatkan pelayanan medis, serta mengantisipasi potensi longsor susulan. Xi Jinping juga meminta pemerintah daerah memeriksa kawasan rawan bencana geologi, memperkuat sistem peringatan dini, dan mengevaluasi penyebab bencana agar pemerintah dapat mencegah kejadian serupa.
Operasi Pencarian Terus Berlangsung
Hingga saat ini, petugas masih mencari 34 warga yang hilang. Otoritas setempat terus memantau kondisi cuaca dan kestabilan lereng karena prakiraan cuaca menunjukkan hujan masih berpotensi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah China juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor agar mengikuti arahan petugas demi menghindari risiko bencana lanjutan. Petugas memperkuat pemantauan di titik-titik rawan, mengevak(uasi warga dari zona berbahaya, serta memastikan distribusi bantuan logistik berjalan lancar.
Peristiwa Longsor Chongqing China menjadi salah satu bencana alam terbesar yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah bersama tim penyelamat terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pencarian korban, membantu masyarakat terdampak, dan memulihkan kondisi di kawasan bencana.
- Penulis: Reski
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar