Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » En Jamnus Desak Aparat Telusuri Dugaan Jaringan Bisnis Johnson Yaptonaga dan Listyo Sigit

En Jamnus Desak Aparat Telusuri Dugaan Jaringan Bisnis Johnson Yaptonaga dan Listyo Sigit

  • account_circle Redaksi 1
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (DUASATUNEWS.COM) — Pengusutan perkara dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh bangsa yang menyeret nama Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka dinilai perlu ditelusuri lebih jauh. Tidak hanya berhenti pada pihak yang diduga terlibat langsung, aparat penegak hukum juga perlu mengidentifikasi kemungkinan adanya jaringan pendukung, relasi bisnis, hingga aliran logistik yang berkaitan dengan kepentingan di balik perkara tersebut.

Salah satu nama yang diminta untuk ditelusuri adalah pengusaha muda Johnson Yaptonaga. Namanya menjadi sorotan menyusul sejumlah informasi yang menyebut adanya kedekatan dengan Listyo Sigit Prabowo selama menjabat sebagai Kapolri.

Dalam informasi yang berkembang, Eksekutif Nasional Jaringan Mahasiswa Nusantara, Ahmad Iswanto menyebut Johnson diduga memiliki peran sebagai penyokong logistik bagi sejumlah agenda Listyo Sigit. Dugaan tersebut turut dikaitkan dengan kehadiran Listyo Sigit dalam berbagai kegiatan yang diinisiasi Johnson. Namun, bentuk hubungan, sumber pembiayaan, serta kepentingan di balik relasi tersebut masih memerlukan pembuktian.

“Persoalan ini tidak bisa dipandang sebatas hubungan pertemanan atau kedekatan personal. Apabila terdapat dukungan finansial, fasilitas, maupun pembiayaan agenda nonkedinasan kepada pejabat publik, maka transparansi sumber dana dan potensi konflik kepentingan menjadi aspek yang patut diperiksa pihak kepolisian”, ujar Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/11/2026).

Sorotan juga mengarah pada sejumlah perusahaan pertambangan diwilayah Kalimantan dan Sulawesi yang dikelola Johnson. Muncul dugaan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keterkaitan kepemilikan manfaat dengan Listyo Sigit Prabowo. Dugaan ini perlu diuji melalui penelusuran struktur kepemilikan saham, pemilik manfaat sebenarnya (beneficial ownership), sumber permodalan, serta transaksi keuangan perusahaan.

Selain itu, informasi mengenai dugaan komunikasi Johnson terkait pengamanan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kalimantan dan Sulawesi juga perlu mendapat perhatian aparat. Jika ditemukan bukti komunikasi atau koordinasi yang berkaitan dengan perlindungan aktivitas tambang ilegal, persoalan tersebut harus ditelusuri secara hukum, termasuk kemungkinan adanya penyalahgunaan pengaruh dan kewenangan.

“Yang perlu dijawab bukan sekadar siapa yang dekat dengan siapa, melainkan apakah kedekatan tersebut pernah berubah menjadi hubungan kepentingan yang melibatkan uang, kekuasaan, dan perlindungan bisnis, nah Dugaan kami Saudara Johnson mendapatkan itu”, ujarnya.

Menurutnya, dalam konteks perkara dugaan penyadapan, pemeriksaan terhadap Johnson perlu dipertimbangkan relevansi hubungan komunikasi, pembiayaan, atau dukungan material dengan rangkaian peristiwa yang sedang diusut.

Aparat penegak hukum juga perlu memastikan apakah terdapat hubungan antara agenda pribadi, kepentingan politik, dan jaringan bisnis yang mungkin memperoleh keuntungan dari kedekatan dengan kekuasaan.

“Penelusuran tersebut penting untuk memastikan proses hukum berjalan menyeluruh, termasuk melalui pemeriksaan saksi, analisis transaksi keuangan, penelusuran kepemilikan perusahaan, serta pemeriksaan bukti komunikasi elektronik sesuai ketentuan hukum”, Pungkasnya

Publik berhak mengetahui apakah relasi antara pengusaha dan pejabat tinggi negara berlangsung secara wajar dan transparan atau justru menyimpan potensi konflik kepentingan yang perlu dipertanggungjawabkan. Hingga terdapat bukti yang cukup, dugaan keterlibatan maupun hubungan kepemilikan tersebut tidak dapat dianggap sebagai fakta hukum.

Namun, satu hal yang tidak boleh diabaikan pengusutan perkara besar tidak semestinya hanya berhenti pada aktor yang terlihat di permukaan. Jika terdapat indikasi jaringan pendukung, aliran dana, atau pihak yang memperoleh keuntungan, seluruhnya harus ditelusuri berdasarkan alat bukti

“Sebab, dalam penegakan hukum, yang harus diungkap bukan hanya siapa yang menjalankan suatu agenda, tetapi juga siapa yang membiayai, memfasilitasi, dan mungkin memperoleh keuntungan dari agenda tersebut” Tutup Ahmad

  • Penulis: Redaksi 1

Rekomendasi Untuk Anda

  • GPA Labura apresiasi sinergitas Forkopimda Labuhanbatu

    Apresiasi Sinergitas Forkopimda, GPA Labura Nilai Kehadiran Kapolres dan Bupati di Grand Opening Capital Pool Dorong Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 248
    • 0Komentar

    RANTAUPRAPAT, (duasatunews.com) — Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) memberikan apresiasi atas sinergitas positif yang ditunjukkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Labuhanbatu dalam mendukung iklim usaha dan kepedulian sosial di wilayah hukumnya. ​Ketua GPA Labura, Ilham Hutabarat, menyatakan bahwa kehadiran Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., bersama Bupati Labuhanbatu dr. Hj. […]

  • Konferensi pers Ditjen Imigrasi terkait penanganan pelanggaran keimigrasian dan jemaah haji non-prosedural

    Imigrasi Tunda 13 Calon Jemaah Haji Non-Prosedural, Demi Keselamatan

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Direktorat Jenderal Imigrasi menunda keberangkatan 13 jemaah haji non-prosedural. Mereka mencoba berangkat ke Tanah Suci dengan visa non-haji. Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyatakan bahwa petugas menemukan pelanggaran saat memeriksa dokumen. Setelah itu, Imigrasi langsung mengambil tindakan. Ia menegaskan bahwa langkah ini bertujuan melindungi jemaah haji non-prosedural. Banyak kasus sebelumnya menunjukkan risiko besar […]

  • Aksi pemuda Sulawesi Tenggara menjaga lingkungan

    Cerita Pemuda Sulawesi Tenggara: Dari Tanah Anoa untuk Keadilan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 696
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pemuda di Sultra tumbuh berdampingan dengan alam yang kaya dan masyarakat yang hidup sederhana. Sejak lama, dari pesisir hingga pegunungan Tanah Anoa, mereka menyaksikan langsung bagaimana tanah, laut, dan hutan menopang kehidupan sehari-hari. Namun demikian, di balik kekayaan alam tersebut, persoalan ketidakadilan dan kerusakan lingkungan terus menguji harapan generasi muda. Tumbuh dari […]

  • jaringan listrik PLN di Konawe Utara tidak stabil"

    IPMKU Jakarta Desak PLN Pusat Segera Tangani Keluhan Listrik Tidak Stabil di Konawe Utara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 676
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com —  Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara–Jakarta (IPMKU Jakarta) mendesak PT PLN (Persero) pusat agar segera menangani keluhan listrik tidak stabil di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Warga menyampaikan laporan gangguan listrik yang terus berulang dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Umum IPMKU Jakarta, Pandi Bastian, menyebut kondisi tersebut telah meresahkan masyarakat. Gangguan listrik menghambat […]

  • Prabowo dorong pembangunan universitas baru di Indonesia

    Seskab: Prabowo–Russell Group Bahas Kampus Baru dan Pertukaran Dosen

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 633
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Prabowo bangun 10 universitas baru untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto menjadikan kerja sama internasional sebagai fondasi kebijakan pendidikan jangka panjang. Rencana tersebut mengemuka saat Presiden bertemu dengan Russell Group di London. Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan berlangsung pada Selasa (20/1/2026). Dalam […]

  • Puan Maharani konferensi pers soal Siaga 1 TNI di DPR RI

    Siaga 1 TNI: DPR Minta Penjelasan Panglima TNI

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 434
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Status Siaga 1 TNI menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan Komisi I DPR akan meminta penjelasan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait kebijakan tersebut. Puan menyampaikan hal itu setelah memimpin rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa. Menurut dia, DPR perlu mengetahui secara jelas alasan TNI […]

expand_less