Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » REFORMASI KOSMETIK

REFORMASI KOSMETIK

  • account_circle Saydul La Opua
  • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
  • visibility 671
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, dusatunews.com | Reformasi kosmetik polri menjadi isu penting dalam pembahasan modernisasi kepolisian di Indonesia. Reformasi kosmetik polri ini merujuk pada perubahan yang menonjolkan citra, teknologi, dan slogan institusi, namun belum menyentuh persoalan mendasar seperti budaya kekuasaan, akuntabilitas, dan integritas internal kepolisian.

Dalam beberapa tahun terakhir, publik terus mendengar jargon modernisasi kepolisian. Kampanye seperti Polri Presisi, Polri Humanis, dan Polri Berintegritas tampil dominan dalam komunikasi resmi. Institusi kepolisian juga gencar meluncurkan aplikasi layanan, teknologi pemantauan, serta pembaruan gaya komunikasi publik. Semua ini memberi kesan bahwa Polri telah memasuki era baru yang modern dan transparan.

Namun, di balik tampilan tersebut, muncul kegelisahan publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah modernisasi itu benar-benar menyentuh persoalan mendasar, atau sekadar mempercantik citra institusi.

Reformasi Kosmetik yang Tak Menyentuh Akar Masalah

Modernisasi yang hanya menonjolkan tampilan layak disebut sebagai reformasi kosmetik. Perubahan ini terlihat menarik dari luar, tetapi tidak menyentuh sumber persoalan yang menurunkan kepercayaan publik. Teknologi memang mempercepat layanan dan memudahkan akses masyarakat. Namun, Polri belum membarenginya dengan perubahan budaya dan tata kelola internal.

Struktur kekuasaan yang kaku, relasi patronase, serta lemahnya penindakan pelanggaran masih terus bertahan. Selama kondisi ini berlangsung, pembaruan teknologi hanya menjadi hiasan.

Digitalisasi yang Berujung Pencitraan

Seharusnya, digitalisasi layanan menjadi alat untuk membangun transparansi. Kenyataannya, banyak inovasi teknologi justru berhenti pada pencitraan. Institusi menghabiskan anggaran besar untuk aplikasi, tetapi tidak membenahi alur birokrasi yang rawan penyimpangan.

Praktik lama pun tetap berjalan di balik sistem digital. Perbedaannya hanya pada cara yang lebih rapi dan sulit terdeteksi. Kondisi ini ibarat mengecat tembok retak tanpa memperbaiki pondasi bangunan.

Budaya Internal yang Tak Tersentuh

Masalah paling serius terletak pada budaya organisasi. Pola senioritas masih mengalahkan profesionalisme. Relasi patron-klien masih memengaruhi promosi jabatan. Selain itu, budaya menutup pelanggaran internal terus dipertahankan demi menjaga nama institusi.

Selama Polri enggan membongkar budaya ini, teknologi secanggih apa pun tidak akan membawa perubahan berarti. Modernisasi hanya akan menjadi topeng, bukan solusi.

Jarak antara Teknologi dan Perilaku Aparat

Di ruang publik, masyarakat menyaksikan polisi menggunakan body cam, drone, dan aplikasi pelaporan. Namun, pada saat yang sama, publik juga melihat kasus penyiksaan, pungutan liar, kriminalisasi warga kecil, dan penegakan hukum yang tebang pilih.

Fakta ini menunjukkan adanya jarak besar antara kemajuan teknologi dan perubahan perilaku aparat. Reformasi lebih mengejar persepsi publik daripada transformasi nyata.

Bahaya Ilusi Reformasi

Reformasi kosmetik menciptakan ilusi kemajuan. Publik merasa institusi telah berbenah, padahal persoalan utama belum tersentuh. Ilusi ini justru melemahkan dorongan reformasi struktural karena Polri terlihat seolah sudah berubah.

Akibatnya, reformasi berubah menjadi pertunjukan penuh slogan dan visual. Di balik panggung, pola lama tetap berjalan tanpa koreksi berarti.

Reformasi Sejati Menuntut Keberanian

Jika Polri benar-benar ingin berubah, reformasi tidak boleh berhenti pada slogan dan aplikasi. Institusi harus menggunakan teknologi untuk memperkuat akuntabilitas. Polri juga perlu membuka diri terhadap pengawasan eksternal dan menjatuhkan sanksi tegas secara transparan.

Tanpa memutus rantai patronase dan membangun budaya integritas, modernisasi hanya akan menjadi kilau hiasan.

Polri mungkin tampak modern di hadapan publik. Namun, institusi akan tetap rapuh jika fondasi moral dan struktur kekuasaan tidak dibenahi. Reformasi sejati bukan soal citra, melainkan soal karakter, budaya, dan keberanian berubah.

Ketika reformasi berhenti pada pencitraan, yang tumbuh bukan kepercayaan publik, melainkan ilusi kemajuan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • desain chip Indonesia melalui kerja sama Arm Limited

    Desain Chip Indonesia Didorong lewat Kerja Sama Danantara–Arm

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Pemerintah Indonesia menargetkan 15 ribu insinyur dapat mempelajari dan menguasai teknologi desain chip melalui kerja sama strategis antara Danantara dan Arm Limited. Kedua pihak menandatangani perjanjian kerja sama tersebut di London, Inggris, pada Senin (23/2). Pemerintah mengarahkan kemitraan ini untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kemandirian nasional dalam pengembangan teknologi strategis, khususnya di […]

  • China dukung Iran dalam konflik Timur Tengah

    China Dukung Iran di Tengah Konflik dengan AS dan Israel

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Ankara, (duasatunews.com) – China dukung Iran mulai menjadi sorotan di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Laporan media internasional CNN menyebut Beijing kemungkinan mempertimbangkan berbagai bentuk bantuan kepada Teheran. Menurut laporan tersebut, tiga sumber yang mengetahui perkembangan situasi menyampaikan informasi itu kepada media. Sejauh ini, China memang masih menghindari keterlibatan langsung […]

  • Ilustrasi bea cukai haji 2025 saat petugas memeriksa barang bawaan jemaah dengan aturan pembebasan bea masuk dan pelaporan lisan.

    Bea Cukai Haji 2025: Aturan Baru Barang Bawaan Jemaah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 275
    • 1Komentar

    Aturan Baru Bea Cukai Jemaah Haji 2025 Jakarta,(duasatunews.com)//Pemerintah memperbarui aturan bea cukai untuk mempermudah jemaah haji saat kembali ke Indonesia. Kementerian Keuangan menetapkan kebijakan ini melalui PMK Nomor 34 Tahun 2025. Aturan ini membantu mempercepat pemeriksaan di bandara sekaligus menjaga pengawasan barang dari luar negeri. Pemerintah Permudah Barang Bawaan Jemaah Pemerintah memberi fasilitas pembebasan bea […]

  • Dynamics 365 Guides digunakan untuk panduan kerja teknisi industri berbasis mixed reality 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 2.230
    • 1Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Microsoft memperkenalkan Copilot Dynamics 365 Guides sebagai solusi berbasis kecerdasan buatan dan mixed reality untuk mendukung pekerja industri di lapangan. Teknologi ini membantu teknisi memahami peralatan kompleks secara langsung tanpa harus menghentikan alur kerja atau membuka manual panjang. Berbeda dengan pendekatan konvensional, sistem ini menyajikan panduan kerja secara kontekstual. Dengan demikian, pekerja […]

  • Program SETARA Konawe Selatan mendorong pembangunan desa dan partisipasi masyarakat

    KONSEL SETARA: Langkah Strategis Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 631
    • 0Komentar

    ANDOOLO – duasatunews.com | Program SETARA Konawe Selatan hadir sebagai inisiatif pembangunan daerah yang menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan. Pemerintah daerah merancang program ini untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa. Pendekatan yang digunakan berbasis kebutuhan masyarakat dan berorientasi pada hasil nyata. Fokus Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Program SETARA menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai […]

  • Pemerintah Siapkan Diskon Listrik bagi Warga Terdampak Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar

    Pemerintah Siapkan Diskon Listrik bagi Warga Terdampak Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 744
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat langsung menekan kondisi ekonomi warga. Selain kehilangan tempat tinggal dan akses layanan publik, banyak keluarga harus tetap menanggung biaya listrik di tengah pemulihan yang belum stabil. Masalah ini menjadi mendesak karena pemulihan jaringan listrik belum sepenuhnya selesai. Warga masih membutuhkan listrik untuk […]

expand_less