Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » REFORMASI KOSMETIK

REFORMASI KOSMETIK

  • account_circle Saydul La Opua
  • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
  • visibility 468
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, dusatunews.com | Reformasi kosmetik polri menjadi isu penting dalam pembahasan modernisasi kepolisian di Indonesia. Reformasi kosmetik polri ini merujuk pada perubahan yang menonjolkan citra, teknologi, dan slogan institusi, namun belum menyentuh persoalan mendasar seperti budaya kekuasaan, akuntabilitas, dan integritas internal kepolisian.

Dalam beberapa tahun terakhir, publik terus mendengar jargon modernisasi kepolisian. Kampanye seperti Polri Presisi, Polri Humanis, dan Polri Berintegritas tampil dominan dalam komunikasi resmi. Institusi kepolisian juga gencar meluncurkan aplikasi layanan, teknologi pemantauan, serta pembaruan gaya komunikasi publik. Semua ini memberi kesan bahwa Polri telah memasuki era baru yang modern dan transparan.

Namun, di balik tampilan tersebut, muncul kegelisahan publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah modernisasi itu benar-benar menyentuh persoalan mendasar, atau sekadar mempercantik citra institusi.

Reformasi Kosmetik yang Tak Menyentuh Akar Masalah

Modernisasi yang hanya menonjolkan tampilan layak disebut sebagai reformasi kosmetik. Perubahan ini terlihat menarik dari luar, tetapi tidak menyentuh sumber persoalan yang menurunkan kepercayaan publik. Teknologi memang mempercepat layanan dan memudahkan akses masyarakat. Namun, Polri belum membarenginya dengan perubahan budaya dan tata kelola internal.

Struktur kekuasaan yang kaku, relasi patronase, serta lemahnya penindakan pelanggaran masih terus bertahan. Selama kondisi ini berlangsung, pembaruan teknologi hanya menjadi hiasan.

Digitalisasi yang Berujung Pencitraan

Seharusnya, digitalisasi layanan menjadi alat untuk membangun transparansi. Kenyataannya, banyak inovasi teknologi justru berhenti pada pencitraan. Institusi menghabiskan anggaran besar untuk aplikasi, tetapi tidak membenahi alur birokrasi yang rawan penyimpangan.

Praktik lama pun tetap berjalan di balik sistem digital. Perbedaannya hanya pada cara yang lebih rapi dan sulit terdeteksi. Kondisi ini ibarat mengecat tembok retak tanpa memperbaiki pondasi bangunan.

Budaya Internal yang Tak Tersentuh

Masalah paling serius terletak pada budaya organisasi. Pola senioritas masih mengalahkan profesionalisme. Relasi patron-klien masih memengaruhi promosi jabatan. Selain itu, budaya menutup pelanggaran internal terus dipertahankan demi menjaga nama institusi.

Selama Polri enggan membongkar budaya ini, teknologi secanggih apa pun tidak akan membawa perubahan berarti. Modernisasi hanya akan menjadi topeng, bukan solusi.

Jarak antara Teknologi dan Perilaku Aparat

Di ruang publik, masyarakat menyaksikan polisi menggunakan body cam, drone, dan aplikasi pelaporan. Namun, pada saat yang sama, publik juga melihat kasus penyiksaan, pungutan liar, kriminalisasi warga kecil, dan penegakan hukum yang tebang pilih.

Fakta ini menunjukkan adanya jarak besar antara kemajuan teknologi dan perubahan perilaku aparat. Reformasi lebih mengejar persepsi publik daripada transformasi nyata.

Bahaya Ilusi Reformasi

Reformasi kosmetik menciptakan ilusi kemajuan. Publik merasa institusi telah berbenah, padahal persoalan utama belum tersentuh. Ilusi ini justru melemahkan dorongan reformasi struktural karena Polri terlihat seolah sudah berubah.

Akibatnya, reformasi berubah menjadi pertunjukan penuh slogan dan visual. Di balik panggung, pola lama tetap berjalan tanpa koreksi berarti.

Reformasi Sejati Menuntut Keberanian

Jika Polri benar-benar ingin berubah, reformasi tidak boleh berhenti pada slogan dan aplikasi. Institusi harus menggunakan teknologi untuk memperkuat akuntabilitas. Polri juga perlu membuka diri terhadap pengawasan eksternal dan menjatuhkan sanksi tegas secara transparan.

Tanpa memutus rantai patronase dan membangun budaya integritas, modernisasi hanya akan menjadi kilau hiasan.

Polri mungkin tampak modern di hadapan publik. Namun, institusi akan tetap rapuh jika fondasi moral dan struktur kekuasaan tidak dibenahi. Reformasi sejati bukan soal citra, melainkan soal karakter, budaya, dan keberanian berubah.

Ketika reformasi berhenti pada pencitraan, yang tumbuh bukan kepercayaan publik, melainkan ilusi kemajuan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
    War

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 650
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Do’a Atef, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, kini menghabiskan hari-harinya dengan mengetuk pintu rumah warga untuk meminta makanan. Kadang, ia juga mengumpulkan kayu bakar dari bukit berdebu di dekat kamp pengungsi luar Rafah, Gaza selatan. Kayu itu ia gunakan untuk memasak beberapa tomat dan paprika yang diberikan orang asing. Sebelumnya, Do’a […]

  • jurgen klopp real madrid kandidat pelatih

    Media 433 Soroti Jürgen Klopp sebagai Kandidat Kuat Pelatih Masa Depan Real Madrid

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 366
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Media sepak bola global 433 menempatkan Jürgen Klopp sebagai kandidat terdepan pelatih masa depan Real Madrid. Media tersebut menyoroti arah proyek jangka panjang klub dalam mempertahankan dominasi di kompetisi domestik dan Eropa, Jumat (23/01/2026). Menurut Media 433, Klopp memiliki rekam jejak kuat dalam membangun tim kompetitif dengan identitas permainan yang jelas. Ia mengandalkan […]

  • Hardiknas tingkatkan kualitas pendidikan, Kurniasih Mufidayati saat rapat Komisi X DPR RI

    Komisi X DPR Dorong Hardiknas 2026 Jadi Titik Balik Peningkatan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menegaskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 harus menjadi momentum untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional secara terarah dan berkelanjutan. Ia menilai Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini harus mendorong refleksi dan langkah konkret untuk memperbaiki sistem pendidikan. “Pendidikan menjadi fondasi masa depan bangsa, […]

  • bos sritex dituntut 16 tahun di sidang tipikor semarang

    Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Kredit

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 99
    • 0Komentar

    SEMARANG (duasatunews.com) – Bos Sritex dituntut 16 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi fasilitas kredit. Jaksa menuntut Komisaris Utama Iwan Setiawan Lukminto dan Direktur Utama Iwan Kurniawan Lukminto masing-masing 16 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang. Jaksa Penuntut Umum Fajar Santoso membacakan tuntutan pada Senin. Selain pidana penjara, jaksa menuntut denda […]

  • peserta ujian UTBK 2026 sedang mengerjakan soal di ruang komputer dengan pengawasan panitia

    Curang di UTBK 2026? Siap-Siap Diblacklist hingga Diproses Hukum

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//sanksi curang UTBK 2026 menjadi perhatian utama panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru dalam menjaga integritas Ujian Tulis Berbasis Komputer. Oleh karena itu, panitia memperketat pengawasan agar seluruh peserta mengikuti ujian secara jujur dan adil. Jenis Pelanggaran yang Sering Terjadi Peserta kerap mencoba berbagai cara untuk curang, misalnya menggunakan joki, alat komunikasi tersembunyi, atau memalsukan […]

  • Aparatur pemerintah dan masyarakat melakukan kerja bakti dalam Gerakan Indonesia ASRI

    Gerakan Indonesia ASRI Dipercepat Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 327
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pemerintah mempercepat pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI sebagai langkah nyata membangun lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah. Melalui program ini, pemerintah menekankan keteladanan aparatur negara agar perubahan dapat terlihat langsung di lapangan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mendorong para menteri dan kepala daerah untuk terlibat langsung melalui kegiatan bersih-bersih di lingkungan kerja […]

expand_less