Breaking News
light_mode
Beranda » Peristiwa » Wanita di Kendari Minta Dijemput Polisi Usai Mengaku Pakai Sabu, Diduga Alami Depresi Berat

Wanita di Kendari Minta Dijemput Polisi Usai Mengaku Pakai Sabu, Diduga Alami Depresi Berat

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 488
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KENDARI,Duasatunews.com — Kasus wanita Kendari sabu menarik perhatian warga setelah seorang perempuan berinisial M mendatangi kawasan kuliner Jalan Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin malam, 16 Februari 2026. Dalam kondisi tidak stabil, M meminta seorang pedagang sarimi laut agar segera menghubungi polisi dan menjemputnya.

Di hadapan warga, M mengaku baru saja memakai narkotika jenis sabu. Ia berbicara tidak terarah dan menunjukkan tanda kebingungan. Beberapa pengunjung melihat M mondar-mandir dan sulit fokus. Situasi tersebut membuat warga khawatir akan keselamatan M dan lingkungan sekitar. Warga lalu melapor ke pihak kepolisian.

Polisi Respons Cepat Laporan Masyarakat

Tim Perintis Presisi dari Polda Sulawesi Tenggara langsung merespons laporan warga. Petugas bergerak menuju lokasi tak lama setelah menerima informasi. Polisi juga menjaga area agar aktivitas pengunjung tetap tertib.

Saat tiba di kawasan kuliner, polisi melihat M dalam kondisi linglung. Ia kesulitan menjawab pertanyaan petugas dan tidak mampu menjelaskan identitas maupun alamat tempat tinggalnya.

“Kami mencoba berinteraksi, tetapi ucapannya tidak jelas dan terlihat linglung,” ujar anggota Tim Perintis Presisi Polda Sultra, Rifka Boiy Sagita, Selasa, 17 Februari 2026.

Pendekatan Humanis oleh Polisi Wanita

Petugas menerapkan pendekatan persuasif. Polisi wanita mendampingi M agar suasana tetap tenang dan kondusif. Dalam proses itu, M terus menyampaikan pengakuan bahwa dirinya telah memakai sabu. Polisi menilai pendekatan humanis penting agar M tidak panik dan tidak melukai diri sendiri.

Karena M tidak mampu menunjukkan alamat rumah dan berisiko membahayakan dirinya, polisi membawa M ke Polresta Kendari. Polisi mengambil langkah tersebut untuk menjaga keselamatan M dan memastikan kondisinya secara menyeluruh.

Beberapa saat kemudian, keluarga M menghubungi pihak kepolisian. Keluarga menjelaskan bahwa M tengah mengalami tekanan mental berat akibat masalah pribadi. Informasi tersebut menggeser fokus awal penanganan dari dugaan narkotika semata ke perhatian kesehatan mental.

“Keluarga menyampaikan bahwa yang bersangkutan mengalami depresi berat,” jelas Rifka.

Hingga kini, polisi memproses kasus wanita Kendari sabu tersebut di Polresta Kendari. Penyidik mendalami peristiwa ini untuk memastikan peran penggunaan narkotika dan kondisi kesehatan mental. Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan warga yang mengalami gangguan psikologis di ruang publik.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi penganiayaan bayi di daycare Banda Aceh, pengasuh memperlakukan bayi secara kasar terekam CCTV

    Viral Bayi Dianiaya di Daycare Banda Aceh, Pengasuh Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan penganiayaan bayi di sebuah daycare di Kota Banda Aceh memicu perhatian luas. Polisi kemudian menangkap pengasuh berinisial DS (24) dan langsung memeriksanya. Peristiwa itu terjadi di penitipan anak di Kecamatan Syiah Kuala pada Senin (27/4) sekitar pukul 07.45 WIB. Saat itu, seorang bayi menangis ketika pengasuh menyuapinya. Namun kemudian, […]

  • Warga Sudan terdampak krisis pangan dan konflik berkepanjangan

    Krisis Pangan Sudan: 21 Juta Warga Terancam Kelaparan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 583
    • 0Komentar

    KHARTOUM, (duasatunews,com) — Krisis pangan Sudan terus memburuk dan mengancam kehidupan jutaan warga. Lebih dari 21 juta orang, atau sekitar 45 persen penduduk Sudan, kini hidup dalam kondisi kerawanan pangan akut, berdasarkan laporan terbaru Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Program Pangan Dunia (WFP) menyebut Sudan sebagai negara yang saat ini menghadapi krisis […]

  • Diskusi kepemudaan dalam kegiatan Pemuda 21

    Pemuda 21 Siap Gelar Bina Akrab di Villa Highlander, Curug Nangka – Ketua OC: “Persiapan Matang..!”

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 1.304
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Bina Akrab Pemuda 21 siap berlangsung pada akhir pekan mendatang di Villa Highlander, Curug Nangka, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan solidaritas antaranggota. Selain itu, panitia memanfaatkan agenda ini sebagai sarana konsolidasi internal organisasi. Puluhan anggota Pemuda 21 dari berbagai latar belakang akan mengikuti kegiatan tersebut. Oleh karena itu, […]

  • Gedung KPK Jakarta dalam kasus OTT Bupati Pekalongan KPK

    KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Soroti Dugaan Pengondisian Proyek Outsourcing

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 408
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan tenaga alih daya (outsourcing) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penyidik menemukan indikasi pengaturan dalam proses pengadaan barang dan jasa tersebut. Ia menyebut praktik itu terjadi […]

  • Aksi HIPMA Konkep di depan Kementerian ESDM RI Jakarta.

    Pulau Wawonii Bukan Ruang Eksploitasi: HIPMA Konkep-Jakarta dan GMH Sultra-Jakarta Serahkan Pernyataan Sikap kepada ESDM RI dan Kemendagri RI

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — 30 Juli 2026  Himpunan Mahasiswa Konawe Kepulauan (HIPMA Konkep-Jakarta) bersama Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara (GMH Sultra-Jakarta) menggelar aksi demontrasi di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Aksi ini bertujuan menyampaikan aspirasi terkait dugaan persoalan administrasi dan perizinan aktivitas pertambangan PT. Adnan Jaya […]

  • aktivitas teknologi pengolahan sampah di fasilitas pengolahan terpadu

    Teknologi Pengolahan Sampah Masuk E-Katalog Nasional

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 410
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Pemerintah menargetkan teknologi pengolahan sampah masuk e-katalog dalam waktu dekat. Target ini bertujuan mempercepat penanganan krisis sampah yang sudah masuk tahap darurat di banyak daerah. Dengan e-katalog, pemerintah daerah dan masyarakat bisa segera mengakses teknologi yang dibutuhkan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan target waktu sekitar satu bulan. Pemerintah ingin mempercepat […]

expand_less