Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

  • account_circle Eni Samayati
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 713
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – DuaSatuNews.com | Setiap 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai momentum refleksi nasional. Peringatan ini tidak hanya mengenang para pahlawan yang gugur, tetapi juga mengingatkan seluruh rakyat agar terus menjaga nilai pengorbanan, keberanian, dan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Dengan demikian, Hari Pahlawan berfungsi sebagai alarm sejarah agar bangsa ini tidak kehilangan jati dirinya.

Makna Hari Pahlawan bagi Bangsa Indonesia

Hari Pahlawan menegaskan bahwa kemerdekaan tidak lahir secara instan. Sebaliknya, kemerdekaan tumbuh dari perjuangan panjang yang menuntut pengorbanan jiwa dan raga. Oleh karena itu, bangsa yang besar selalu menghargai sejarah dan menjadikannya pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Pengibaran Merah Putih Pasca Proklamasi

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia menetapkan kebijakan nasional untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia mulai 1 September 1945. Kebijakan ini kemudian membangkitkan semangat rakyat di berbagai daerah, termasuk Surabaya, untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.

Kedatangan Sekutu dan Meningkatnya Ketegangan

Namun demikian, situasi nasional segera memanas ketika tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI mendarat di Jakarta pada pertengahan September 1945 dan tiba di Surabaya pada 25 September 1945. Pasukan tersebut datang bersama NICA, yang secara politis berupaya mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia. Kondisi ini memicu kecurigaan dan perlawanan rakyat.

Insiden Hotel Yamato: Simbol Perlawanan Rakyat

Ketegangan memuncak pada 19 September 1945 ketika kelompok Belanda mengibarkan bendera Belanda di Hotel Yamato, Jalan Tunjungan, Surabaya, tanpa izin pemerintah Republik Indonesia setempat. Tindakan itu menyulut kemarahan rakyat Surabaya karena mereka menilai pengibaran tersebut sebagai penghinaan terhadap kedaulatan Indonesia.

Akibatnya, massa berkumpul dan menuntut penurunan bendera Belanda. Dalam situasi genting tersebut, pemuda-pemuda Surabaya bertindak cepat dengan merobek bagian biru bendera Belanda hingga menyisakan warna merah dan putih. Peristiwa ini kemudian menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap upaya penjajahan kembali.

Gencatan Senjata yang Gagal

Selanjutnya, pada 29 Oktober 1945, pihak Indonesia dan Inggris sempat menyepakati gencatan senjata. Akan tetapi, kesepakatan ini tidak bertahan lama. Sehari kemudian, bentrokan kembali terjadi dan menewaskan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris di Surabaya. Peristiwa tersebut memperkeruh suasana dan mendorong Inggris mengambil langkah militer yang lebih keras.

Ultimatum Inggris dan Meletusnya Pertempuran

Sebagai respons atas insiden tersebut, Inggris mengeluarkan ultimatum yang mewajibkan rakyat Indonesia di Surabaya menyerahkan senjata paling lambat 10 November 1945 pukul 06.00 WIB. Alih-alih memadamkan perlawanan, ultimatum ini justru membangkitkan kemarahan dan semangat juang rakyat Surabaya.

Akibatnya, pada pagi hari 10 November 1945, pertempuran besar pun meletus. Rakyat Surabaya, bersama para pejuang dan ulama, bangkit melawan pasukan Inggris demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tokoh Perjuangan dan Korban Pertempuran

Sejumlah tokoh memainkan peran penting dalam menggerakkan perlawanan rakyat Surabaya, di antaranya Sutomo, K.H. Hasyim Asy’ari, dan Wahab Hasbullah. Berkat semangat juang yang tinggi, rakyat Surabaya mampu bertahan selama sekitar tiga minggu meski menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Pertempuran ini menelan korban jiwa yang sangat besar. Sekitar 16.000 pejuang Indonesia gugur, sementara korban dari pihak Inggris diperkirakan mencapai 2.000 orang.

Warisan Sejarah yang Harus Dijaga

Pada akhirnya, sejarah Pertempuran 10 November mengajarkan bahwa kemerdekaan memiliki harga yang sangat mahal. Nama jalan, monumen, dan foto-foto perjuangan yang kini kita lihat bukan sekadar simbol, melainkan saksi bisu pengorbanan para pahlawan.

Oleh sebab itu, Hari Pahlawan harus menjadi momentum bagi generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, persatuan, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

Rekomendasi Untuk Anda

  • sikap Arab Saudi terhadap Iran dalam diplomasi kawasan

    Sikap Arab Saudi terhadap Iran Kian Tegas di Washington

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 437
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman memperingatkan potensi penguatan Iran apabila Amerika Serikat tidak menindaklanjuti ancaman kebijakannya. Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Portal berita Amerika Serikat Axios melaporkan Khalid bin Salman menyampaikan pandangan tersebut dalam pengarahan tertutup di Washington. Ia dikenal sebagai figur dekat […]

  • Prabowo cabut izin perusahaan pelanggar hutan

    Prabowo Cabut Izin Perusahaan Pelanggar Hutan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan pelanggar kawasan hutan sebagai peringatan keras bagi dunia usaha. Dengan keputusan ini, pemerintah menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran lingkungan. Menurut Sultan, kebijakan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menegakkan aturan. Selain itu, ia menilai pemerintah tidak […]

  • Arsenal vs Tottenham Premier League 2025/2026 di Tottenham Hotspur Stadium

    Arsenal vs Tottenham 4-1: The Gunners Mengamuk

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 365
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Arsenal vs Tottenham tersaji panas dalam lanjutan Premier League 2025/2026. Dalam derby London tersebut, Arsenal tampil menggila dan menghajar Tottenham Hotspur dengan skor telak 4-1 di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (22/2/2026) malam WIB. Arsenal vs Tottenham: Eze Buka Keunggulan di Babak Pertama Sejak peluit awal dibunyikan, Arsenal langsung menekan pertahanan tuan rumah […]

  • Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Kapolri pada Hari Bhayangkara ke-80

    Prabowo Terima Medali Kehormatan di Hari Bhayangkara ke-80

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Presiden Prabowo Dianugerahi Medali Kehormatan Loka Praja Samrakshana setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan penghargaan tersebut pada upacara Hari Bhayangkara ke-80. Upacara berlangsung di Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Kapolri memberikan penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Presiden Prabowo Subianto dalam […]

  • Prabowo membahas kebocoran kekayaan negara dalam rapat DPR

    Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara, Sebut Berdampak pada Gaji Guru dan ASN

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 148
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Presiden Prabowo Subianto menilai kebocoran kekayaan negara selama puluhan tahun berdampak besar terhadap kemampuan pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru, aparatur sipil negara (ASN), dan aparat penegak hukum. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna DPR RI di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu. Menurut Prabowo, data […]

  • Mahasiswa Sultra Jakarta tempati mes Pemda

    Mahasiswa Sultra di Jakarta Duduki Mes/kantor Penghubung untuk Dijadikan Asrama

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — 7 Oktober 2025 Mahasiswa Sultra Jakarta yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di ibu kota kini menghadapi persoalan serius terkait tempat tinggal. Ratusan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara terpaksa meninggalkan kontrakan setelah pemilik rumah sewa meminta mereka angkat kaki akibat keterlambatan pembayaran. Akibat kondisi tersebut, para mahasiswa segera mencari tempat berlindung sementara. […]

expand_less