Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

  • account_circle Eni Samayati
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 756
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – DuaSatuNews.com | Setiap 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai momentum refleksi nasional. Peringatan ini tidak hanya mengenang para pahlawan yang gugur, tetapi juga mengingatkan seluruh rakyat agar terus menjaga nilai pengorbanan, keberanian, dan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Dengan demikian, Hari Pahlawan berfungsi sebagai alarm sejarah agar bangsa ini tidak kehilangan jati dirinya.

Makna Hari Pahlawan bagi Bangsa Indonesia

Hari Pahlawan menegaskan bahwa kemerdekaan tidak lahir secara instan. Sebaliknya, kemerdekaan tumbuh dari perjuangan panjang yang menuntut pengorbanan jiwa dan raga. Oleh karena itu, bangsa yang besar selalu menghargai sejarah dan menjadikannya pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Pengibaran Merah Putih Pasca Proklamasi

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia menetapkan kebijakan nasional untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia mulai 1 September 1945. Kebijakan ini kemudian membangkitkan semangat rakyat di berbagai daerah, termasuk Surabaya, untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.

Kedatangan Sekutu dan Meningkatnya Ketegangan

Namun demikian, situasi nasional segera memanas ketika tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI mendarat di Jakarta pada pertengahan September 1945 dan tiba di Surabaya pada 25 September 1945. Pasukan tersebut datang bersama NICA, yang secara politis berupaya mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia. Kondisi ini memicu kecurigaan dan perlawanan rakyat.

Insiden Hotel Yamato: Simbol Perlawanan Rakyat

Ketegangan memuncak pada 19 September 1945 ketika kelompok Belanda mengibarkan bendera Belanda di Hotel Yamato, Jalan Tunjungan, Surabaya, tanpa izin pemerintah Republik Indonesia setempat. Tindakan itu menyulut kemarahan rakyat Surabaya karena mereka menilai pengibaran tersebut sebagai penghinaan terhadap kedaulatan Indonesia.

Akibatnya, massa berkumpul dan menuntut penurunan bendera Belanda. Dalam situasi genting tersebut, pemuda-pemuda Surabaya bertindak cepat dengan merobek bagian biru bendera Belanda hingga menyisakan warna merah dan putih. Peristiwa ini kemudian menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap upaya penjajahan kembali.

Gencatan Senjata yang Gagal

Selanjutnya, pada 29 Oktober 1945, pihak Indonesia dan Inggris sempat menyepakati gencatan senjata. Akan tetapi, kesepakatan ini tidak bertahan lama. Sehari kemudian, bentrokan kembali terjadi dan menewaskan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris di Surabaya. Peristiwa tersebut memperkeruh suasana dan mendorong Inggris mengambil langkah militer yang lebih keras.

Ultimatum Inggris dan Meletusnya Pertempuran

Sebagai respons atas insiden tersebut, Inggris mengeluarkan ultimatum yang mewajibkan rakyat Indonesia di Surabaya menyerahkan senjata paling lambat 10 November 1945 pukul 06.00 WIB. Alih-alih memadamkan perlawanan, ultimatum ini justru membangkitkan kemarahan dan semangat juang rakyat Surabaya.

Akibatnya, pada pagi hari 10 November 1945, pertempuran besar pun meletus. Rakyat Surabaya, bersama para pejuang dan ulama, bangkit melawan pasukan Inggris demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tokoh Perjuangan dan Korban Pertempuran

Sejumlah tokoh memainkan peran penting dalam menggerakkan perlawanan rakyat Surabaya, di antaranya Sutomo, K.H. Hasyim Asy’ari, dan Wahab Hasbullah. Berkat semangat juang yang tinggi, rakyat Surabaya mampu bertahan selama sekitar tiga minggu meski menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Pertempuran ini menelan korban jiwa yang sangat besar. Sekitar 16.000 pejuang Indonesia gugur, sementara korban dari pihak Inggris diperkirakan mencapai 2.000 orang.

Warisan Sejarah yang Harus Dijaga

Pada akhirnya, sejarah Pertempuran 10 November mengajarkan bahwa kemerdekaan memiliki harga yang sangat mahal. Nama jalan, monumen, dan foto-foto perjuangan yang kini kita lihat bukan sekadar simbol, melainkan saksi bisu pengorbanan para pahlawan.

Oleh sebab itu, Hari Pahlawan harus menjadi momentum bagi generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, persatuan, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jampidsus Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutana

    Jampidsus Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutana

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 544
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Penyidikan dugaan korupsi izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Konawe Utara mulai menyentuh kementerian teknis. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran publik atas lemahnya pengawasan negara terhadap pengelolaan kawasan hutan dan tambang. Kasus ini mencuat saat aktivitas pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara terus meluas. Konawe Utara menjadi salah satu wilayah dengan tekanan lingkungan tinggi. Di […]

  • Demo Biaya Hidup Guncang Teheran, Puluhan Orang Tewas

    Demo Biaya Hidup Guncang Teheran, Puluhan Orang Tewas

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Teheran, duasatunews.com — Demonstrasi Teheran Iran kembali memanas pada Selasa (6/1/2026). Ribuan warga turun ke jalan memprotes krisis ekonomi, lonjakan harga kebutuhan pokok, serta anjloknya nilai tukar mata uang rial yang semakin menekan kehidupan masyarakat. Lembaga swadaya masyarakat Iran Human Rights (IHR) mencatat aparat keamanan menewaskan sedikitnya 27 demonstran. Dari jumlah itu, lima korban merupakan […]

  • Rapat kebijakan energi dan stimulus ekonomi pemerintah Indonesia

    Kebijakan Energi dan Stimulus Ekonomi Dibahas

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Kebijakan energi dan stimulus ekonomi menjadi fokus dalam rapat koordinasi lintas kementerian yang diikuti Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pemerintah menggelar rapat ini untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Sekretariat Kabinet menyampaikan keterangan tersebut di Jakarta, Selasa. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rapat secara daring melalui konferensi […]

  • Yaqut penuhi panggilan KPK terkait kasus kuota haji 2024 di Gedung Merah Putih

    Yaqut Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 277
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Yaqut penuhi panggilan KPK dengan mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi pada Kamis (12/3/2026). Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu datang untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Yaqut mengenakan kemeja putih, jaket, dan peci hitam saat tiba di kantor KPK. Ia datang bersama sejumlah […]

  • Curhat Masalah Rumah Tangga di Live Facebook, Seorang Pria Singgung Ormas Tolaki

    Curhat Masalah Rumah Tangga di Live Facebook, Seorang Pria Singgung Ormas Tolaki

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sebuah siaran langsung di media sosial Facebook menarik perhatian publik. Seorang pria menyampaikan persoalan rumah tangganya secara terbuka dalam tayangan tersebut. Ia juga menyinggung keberadaan salah satu organisasi masyarakat (ormas) berbasis adat Tolaki. Video berdurasi beberapa menit itu cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Pada awal siaran, pria tersebut menyampaikan keluhan […]

  • Jepang vs Tunisia 2026 saat pemain Jepang merayakan kemenangan 4-0 di Piala Dunia 2026

    Jepang vs Tunisia 2026: Jepang Menang 4-0 atas Tunisia

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 114
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Jepang vs Tunisia 2026 berakhir dengan kemenangan telak Jepang 4-0 atas Tunisia pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Minggu WIB. Hasil tersebut memastikan Tunisia tersingkir meski fase grup masih menyisakan satu pertandingan. Daichi Kamada membuka keunggulan Jepang pada menit keempat. Ayase Ueda mencetak dua gol […]

expand_less