Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

  • account_circle Eni Samayati
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 754
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – DuaSatuNews.com | Setiap 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai momentum refleksi nasional. Peringatan ini tidak hanya mengenang para pahlawan yang gugur, tetapi juga mengingatkan seluruh rakyat agar terus menjaga nilai pengorbanan, keberanian, dan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Dengan demikian, Hari Pahlawan berfungsi sebagai alarm sejarah agar bangsa ini tidak kehilangan jati dirinya.

Makna Hari Pahlawan bagi Bangsa Indonesia

Hari Pahlawan menegaskan bahwa kemerdekaan tidak lahir secara instan. Sebaliknya, kemerdekaan tumbuh dari perjuangan panjang yang menuntut pengorbanan jiwa dan raga. Oleh karena itu, bangsa yang besar selalu menghargai sejarah dan menjadikannya pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Pengibaran Merah Putih Pasca Proklamasi

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia menetapkan kebijakan nasional untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia mulai 1 September 1945. Kebijakan ini kemudian membangkitkan semangat rakyat di berbagai daerah, termasuk Surabaya, untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.

Kedatangan Sekutu dan Meningkatnya Ketegangan

Namun demikian, situasi nasional segera memanas ketika tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI mendarat di Jakarta pada pertengahan September 1945 dan tiba di Surabaya pada 25 September 1945. Pasukan tersebut datang bersama NICA, yang secara politis berupaya mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia. Kondisi ini memicu kecurigaan dan perlawanan rakyat.

Insiden Hotel Yamato: Simbol Perlawanan Rakyat

Ketegangan memuncak pada 19 September 1945 ketika kelompok Belanda mengibarkan bendera Belanda di Hotel Yamato, Jalan Tunjungan, Surabaya, tanpa izin pemerintah Republik Indonesia setempat. Tindakan itu menyulut kemarahan rakyat Surabaya karena mereka menilai pengibaran tersebut sebagai penghinaan terhadap kedaulatan Indonesia.

Akibatnya, massa berkumpul dan menuntut penurunan bendera Belanda. Dalam situasi genting tersebut, pemuda-pemuda Surabaya bertindak cepat dengan merobek bagian biru bendera Belanda hingga menyisakan warna merah dan putih. Peristiwa ini kemudian menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap upaya penjajahan kembali.

Gencatan Senjata yang Gagal

Selanjutnya, pada 29 Oktober 1945, pihak Indonesia dan Inggris sempat menyepakati gencatan senjata. Akan tetapi, kesepakatan ini tidak bertahan lama. Sehari kemudian, bentrokan kembali terjadi dan menewaskan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris di Surabaya. Peristiwa tersebut memperkeruh suasana dan mendorong Inggris mengambil langkah militer yang lebih keras.

Ultimatum Inggris dan Meletusnya Pertempuran

Sebagai respons atas insiden tersebut, Inggris mengeluarkan ultimatum yang mewajibkan rakyat Indonesia di Surabaya menyerahkan senjata paling lambat 10 November 1945 pukul 06.00 WIB. Alih-alih memadamkan perlawanan, ultimatum ini justru membangkitkan kemarahan dan semangat juang rakyat Surabaya.

Akibatnya, pada pagi hari 10 November 1945, pertempuran besar pun meletus. Rakyat Surabaya, bersama para pejuang dan ulama, bangkit melawan pasukan Inggris demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tokoh Perjuangan dan Korban Pertempuran

Sejumlah tokoh memainkan peran penting dalam menggerakkan perlawanan rakyat Surabaya, di antaranya Sutomo, K.H. Hasyim Asy’ari, dan Wahab Hasbullah. Berkat semangat juang yang tinggi, rakyat Surabaya mampu bertahan selama sekitar tiga minggu meski menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Pertempuran ini menelan korban jiwa yang sangat besar. Sekitar 16.000 pejuang Indonesia gugur, sementara korban dari pihak Inggris diperkirakan mencapai 2.000 orang.

Warisan Sejarah yang Harus Dijaga

Pada akhirnya, sejarah Pertempuran 10 November mengajarkan bahwa kemerdekaan memiliki harga yang sangat mahal. Nama jalan, monumen, dan foto-foto perjuangan yang kini kita lihat bukan sekadar simbol, melainkan saksi bisu pengorbanan para pahlawan.

Oleh sebab itu, Hari Pahlawan harus menjadi momentum bagi generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, persatuan, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

Rekomendasi Untuk Anda

  • John Herdman pelatih Timnas Indonesia yang ditunjuk PSSI pada 2026

    John Herdman Timnas Indonesia, PSSI Mulai Era Baru

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menunjuk John Herdman Timnas Indonesia sebagai pelatih kepala baru skuad Garuda. Dengan keputusan ini, PSSI membuka era baru bagi Timnas Indonesia. Pengumuman tersebut PSSI sampaikan pada Sabtu (3/1/2026) sore WIB. John Herdman Timnas Indonesia Dikontrak 2+2 Tahun dan Agenda Terdekat Pertama, PSSI memberikan kontrak […]

  • Pembangunan huntara dan huntap pasca bencana di Sumatera

    Pembangunan Huntara dan Huntap Pasca Bencana, Terus Berjalan

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Pembangunan huntara dan huntap terus menjadi prioritas pemerintah dalam mempercepat pemulihan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Melalui kerja bersama antara personel TNI dan masyarakat, proses pemulihan berjalan bertahap namun konsisten. Pada saat yang sama, Tim Media Presiden mencatat perkembangan pembangunan yang beragam di setiap wilayah. […]

  • Prabowo Lawatan Inggris dan Swiss, Bertemu Raja Charles III

    Prabowo Lawatan Inggris dan Swiss, Bertemu Raja Charles III

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 517
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Prabowo lawatan Inggris dan Swiss untuk memperkuat diplomasi internasional Indonesia. Oleh karena itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai perjalanan luar negeri pada Minggu (18/1/2026) dengan agenda pertemuan kenegaraan dan forum ekonomi global. Sebelum keberangkatan, Presiden Prabowo berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Selanjutnya, Presiden menggelar pertemuan singkat dengan […]

  • Perang AS Israel Iran meluas ke kawasan Teluk

    Perang AS–Israel vs Iran Meluas, Negara-Negara Teluk Terjepit di Antara Eskalasi dan Netralitas

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 411
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meluas ke kawasan Teluk setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah kota besar. Rudal dan drone menghantam pusat ekonomi dan transportasi, mengguncang stabilitas kawasan yang selama ini relatif aman dari konflik terbuka. Serangan tersebut menempatkan negara-negara Teluk pada posisi sulit. Mereka harus memilih antara membalas […]

  • Gubernur Fakhiri Tinjau Kesiapan Lokasi Kunjungan Wapres Gibran di Biak

    Gubernur Fakhiri Tinjau Kesiapan Lokasi Kunjungan Wapres Gibran di Biak

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 409
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – kunjungan Wapres Gibran ke Papua mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Gubernur Papua Matius D. Fakhiri datang langsung ke Biak untuk memastikan kesiapan daerah menjelang agenda kenegaraan tersebut. Gubernur Fakhiri tiba di Biak pada Senin (12/1/2026) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Papua. Panglima Kodam XVIII/Cenderawasih Mayjen […]

  • Tajir Melintir! Kekayaan Elon Musk Lampaui PDB Belgia dan Irlandia, Media Dunia Ramai Membicarakan

    Tajir Melintir! Kekayaan Elon Musk Lampaui PDB Belgia dan Irlandia, Media Dunia Ramai Membicarakan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 686
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Kekayaan Elon Musk kembali menjadi perhatian media internasional. Nilainya disebut melampaui produk domestik bruto (PDB) Belgia dan Irlandia. Fenomena ini menandai perubahan penting dalam peta kekuatan ekonomi global. Media ekonomi dunia mencatat bahwa pada akhir 2025 hingga awal 2026, nilai kekayaan Musk menembus USD 720 miliar atau setara lebih dari Rp11.000 triliun. […]

expand_less