Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

  • account_circle Eni Samayati
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 780
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – DuaSatuNews.com | Setiap 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai momentum refleksi nasional. Peringatan ini tidak hanya mengenang para pahlawan yang gugur, tetapi juga mengingatkan seluruh rakyat agar terus menjaga nilai pengorbanan, keberanian, dan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Dengan demikian, Hari Pahlawan berfungsi sebagai alarm sejarah agar bangsa ini tidak kehilangan jati dirinya.

Makna Hari Pahlawan bagi Bangsa Indonesia

Hari Pahlawan menegaskan bahwa kemerdekaan tidak lahir secara instan. Sebaliknya, kemerdekaan tumbuh dari perjuangan panjang yang menuntut pengorbanan jiwa dan raga. Oleh karena itu, bangsa yang besar selalu menghargai sejarah dan menjadikannya pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Pengibaran Merah Putih Pasca Proklamasi

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia menetapkan kebijakan nasional untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia mulai 1 September 1945. Kebijakan ini kemudian membangkitkan semangat rakyat di berbagai daerah, termasuk Surabaya, untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.

Kedatangan Sekutu dan Meningkatnya Ketegangan

Namun demikian, situasi nasional segera memanas ketika tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI mendarat di Jakarta pada pertengahan September 1945 dan tiba di Surabaya pada 25 September 1945. Pasukan tersebut datang bersama NICA, yang secara politis berupaya mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia. Kondisi ini memicu kecurigaan dan perlawanan rakyat.

Insiden Hotel Yamato: Simbol Perlawanan Rakyat

Ketegangan memuncak pada 19 September 1945 ketika kelompok Belanda mengibarkan bendera Belanda di Hotel Yamato, Jalan Tunjungan, Surabaya, tanpa izin pemerintah Republik Indonesia setempat. Tindakan itu menyulut kemarahan rakyat Surabaya karena mereka menilai pengibaran tersebut sebagai penghinaan terhadap kedaulatan Indonesia.

Akibatnya, massa berkumpul dan menuntut penurunan bendera Belanda. Dalam situasi genting tersebut, pemuda-pemuda Surabaya bertindak cepat dengan merobek bagian biru bendera Belanda hingga menyisakan warna merah dan putih. Peristiwa ini kemudian menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap upaya penjajahan kembali.

Gencatan Senjata yang Gagal

Selanjutnya, pada 29 Oktober 1945, pihak Indonesia dan Inggris sempat menyepakati gencatan senjata. Akan tetapi, kesepakatan ini tidak bertahan lama. Sehari kemudian, bentrokan kembali terjadi dan menewaskan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris di Surabaya. Peristiwa tersebut memperkeruh suasana dan mendorong Inggris mengambil langkah militer yang lebih keras.

Ultimatum Inggris dan Meletusnya Pertempuran

Sebagai respons atas insiden tersebut, Inggris mengeluarkan ultimatum yang mewajibkan rakyat Indonesia di Surabaya menyerahkan senjata paling lambat 10 November 1945 pukul 06.00 WIB. Alih-alih memadamkan perlawanan, ultimatum ini justru membangkitkan kemarahan dan semangat juang rakyat Surabaya.

Akibatnya, pada pagi hari 10 November 1945, pertempuran besar pun meletus. Rakyat Surabaya, bersama para pejuang dan ulama, bangkit melawan pasukan Inggris demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tokoh Perjuangan dan Korban Pertempuran

Sejumlah tokoh memainkan peran penting dalam menggerakkan perlawanan rakyat Surabaya, di antaranya Sutomo, K.H. Hasyim Asy’ari, dan Wahab Hasbullah. Berkat semangat juang yang tinggi, rakyat Surabaya mampu bertahan selama sekitar tiga minggu meski menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Pertempuran ini menelan korban jiwa yang sangat besar. Sekitar 16.000 pejuang Indonesia gugur, sementara korban dari pihak Inggris diperkirakan mencapai 2.000 orang.

Warisan Sejarah yang Harus Dijaga

Pada akhirnya, sejarah Pertempuran 10 November mengajarkan bahwa kemerdekaan memiliki harga yang sangat mahal. Nama jalan, monumen, dan foto-foto perjuangan yang kini kita lihat bukan sekadar simbol, melainkan saksi bisu pengorbanan para pahlawan.

Oleh sebab itu, Hari Pahlawan harus menjadi momentum bagi generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, persatuan, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

Rekomendasi Untuk Anda

  • pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen

    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen : Purbaya Lega

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan akselerasi yang kuat di awal tahun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan lega setelah capaian tersebut melampaui target pemerintah. “Sekarang jelas, kita sudah keluar dari tekanan pertumbuhan 5 persen,” kata Purbaya. Ia mengaku sempat tegang sebelum data […]

  • Petugas Kementerian Kehutanan mengamankan ratusan batang kayu ilegal di Luwu, Sulawesi Selatan.

    Kemenhut Tangkap Tangan Pengangkutan Ratusan Kayu Ilegal di Luwu Raya

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 607
    • 1Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — kayu ilegal Sulawesi Selatan kembali mencuat ke permukaan. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar operasi tangkap tangan terhadap pengangkutan ratusan batang kayu ilegal di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Operasi Tangkap Tangan di Luwu dan Luwu Utara Dalam operasi tersebut, petugas Gakkumhut menghentikan dua truk pengangkut kayu. Selanjutnya, petugas memeriksa kelengkapan […]

  • Svitolina juara Italian Open 2026 mengangkat trofi di Roma

    Svitolina Juara Italian Open 2026, Tundukkan Gauff di Final Dramatis

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Petenis Ukraina Elina Svitolina sukses merebut gelar WTA 1000 Italian Open 2026 usai mengalahkan Coco Gauff pada partai final, Minggu WIB. Svitolina menang lewat duel ketat tiga set dengan skor 6-4, 6-7(5), 6-2. Keberhasilan tersebut menjadi gelar ketiga Svitolina di Roma setelah sebelumnya menjuarai turnamen yang sama pada 2017 dan 2018. Trofi ini sekaligus […]

  • modal minimum bank daerah dibahas Komisi II DPR RI

    DPR Kawal Ketat Wacana Kenaikan Modal Minimum demi Jaga Daya Tahan Bank Daerah

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 373
    • 1Komentar

    BANJARMASIN, Duasatunews.com — kebijakan modal minimum bank daerah menjadi perhatian serius DPR RI. Parlemen menilai kebijakan tersebut harus melindungi stabilitas perbankan tanpa menekan keuangan pemerintah daerah. Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan DPR mengawal setiap pembahasan kebijakan modal minimum bank daerah secara ketat. Ia menegaskan pemerintah perlu mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah sebagai […]

  • GPA Labura apresiasi sinergitas Forkopimda Labuhanbatu

    Apresiasi Sinergitas Forkopimda, GPA Labura Nilai Kehadiran Kapolres dan Bupati di Grand Opening Capital Pool Dorong Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 107
    • 0Komentar

    RANTAUPRAPAT, (duasatunews.com) — Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) memberikan apresiasi atas sinergitas positif yang ditunjukkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Labuhanbatu dalam mendukung iklim usaha dan kepedulian sosial di wilayah hukumnya. ​Ketua GPA Labura, Ilham Hutabarat, menyatakan bahwa kehadiran Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., bersama Bupati Labuhanbatu dr. Hj. […]

  • Penundaan Kunjungan Wapres Yahukimo karena Alasan Keamanan

    Penundaan Kunjungan Wapres Yahukimo karena Alasan Keamanan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 456
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Penundaan kunjungan Wapres Yahukimo terjadi pada Rabu (14/1). Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memprioritaskan keselamatan setelah aparat keamanan menilai situasi di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, berisiko bagi kunjungan VVIP. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan aspek keamanan sebagai pertimbangan utama. Langkah penundaan kunjungan Wapres Yahukimo sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas […]

expand_less