Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Ramadhan Tiba, Warga Afghanistan Terjepit Kenaikan Harga dan Tekanan Sanksi

Ramadhan Tiba, Warga Afghanistan Terjepit Kenaikan Harga dan Tekanan Sanksi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 300
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,Duasatunews.com – Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Afghanistan menghadapi tekanan ekonomi yang kian berat. Kenaikan harga kebutuhan pokok, rendahnya daya beli, serta dampak berkepanjangan sanksi internasional membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar selama puasa.

Di pasar-pasar tradisional pascaperang, para pedagang kecil merasakan langsung dampak kondisi tersebut. Mohammad Reza (35), pemilik toko kebutuhan harian, mengatakan harga bahan pangan terus naik menjelang Ramadhan dan membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kondisi ekonomi kami sangat sulit. Setiap Ramadhan tiba, harga barang justru melonjak dan memberatkan warga,” kata Reza.

Ramadhan di Afghanistan diperkirakan dimulai pada Rabu atau Kamis, bergantung pada penampakan bulan. Menyambut bulan puasa, masyarakat mulai membeli beras, minyak goreng, kurma, dan kebutuhan berbuka puasa lainnya. Namun, keterbatasan pendapatan memaksa banyak keluarga mengurangi belanja.

Reza yang menanggung lima anggota keluarga mengaku lonjakan harga beras menjadi beban utama. Ia menyebut, beberapa bulan lalu pedagang menjual beras 21 kilogram seharga 2.900 hingga 3.000 afghani. Kini, harga tersebut naik menjadi 4.000 hingga 4.500 afghani.

Warga lain di Kabul merasakan tekanan serupa. Safiullah Rahimi menilai melemahnya pasar tenaga kerja langsung menekan pendapatan rumah tangga. “Pendapatan kami turun, sementara harga kebutuhan terus naik, bahkan untuk bahan pangan sederhana,” ujarnya.

Banyak warga menuding sanksi ekonomi yang diberlakukan Amerika Serikat memperburuk kondisi ekonomi nasional. Mereka menilai kebijakan tersebut menghambat pemulihan pascaperang dan memperluas kemiskinan.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkuat kekhawatiran itu. PBB mencatat sekitar 17,4 juta penduduk Afghanistan berpotensi mengalami kerawanan pangan parah pada 2026. Jumlah tersebut setara lebih dari sepertiga populasi dan menunjukkan krisis pangan yang serius.

Meski menghadapi tekanan ekonomi, masyarakat Afghanistan tetap berupaya menyambut Ramadhan dengan kesederhanaan. Namun, tanpa perbaikan ekonomi yang nyata, banyak keluarga menjalani bulan suci tahun ini dengan kekhawatiran terhadap kecukupan pangan dan masa depan mereka.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Israel Lebanon hentikan serangan di tengah konflik Beirut

    Israel Lebanon Hentikan Serangan, AS Desak Israel

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Moskow (duasatunews.com) – Isu Israel Lebanon hentikan serangan menguat setelah Lebanon melalui perantara Amerika Serikat (AS) mendesak Israel menghentikan operasi militer menjelang perundingan, menurut laporan Axios yang mengutip sejumlah sumber. AS mendukung penuh permintaan tersebut dan terus menekan Israel agar segera merespons secara positif. Hingga kini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum menyampaikan keputusan resmi […]

  • serangan udara memperparah listrik Teheran padam di Iran

    Listrik Teheran Padam Usai Serangan AS-Israel

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 171
    • 0Komentar

    TEHERAN (duasatunews.com) –  listrik Teheran padam setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel menghantam infrastruktur energi di ibu kota Teheran dan wilayah Iran utara, Ahad. Kementerian Energi Iran menyebut serangan tersebut menargetkan pembangkit listrik di Provinsi Teheran serta sejumlah distrik di wilayah metropolitan dan Provinsi Alborz. Akibatnya, pasokan listrik terputus di berbagai kawasan. Pihak kementerian […]

  • Pemerintah Siapkan Diskon Listrik bagi Warga Terdampak Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar

    Pemerintah Siapkan Diskon Listrik bagi Warga Terdampak Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 508
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat langsung menekan kondisi ekonomi warga. Selain kehilangan tempat tinggal dan akses layanan publik, banyak keluarga harus tetap menanggung biaya listrik di tengah pemulihan yang belum stabil. Masalah ini menjadi mendesak karena pemulihan jaringan listrik belum sepenuhnya selesai. Warga masih membutuhkan listrik untuk […]

  • DPD Corak Konkep Desak Kejagung RI dan Kementerian PU Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

    DPD Corak Konkep Desak Kejagung RI dan Kementerian PU Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dewan Pimpinan Daerah Corong Aspirasi Rakyat Konawe Kepulauan (DPD CORAK KONKEP) menegaskan akan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bentuk dorongan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Jembatan Gantung Tumburano di Kabupaten Konawe Kepulauan. (05/06/2025). […]

  • batu bara krisis energi dunia di area tambang terbuka dengan alat berat dan grafik kenaikan harga batu bara global

    Emas Hitam Kembali Bersinar Saat Krisis Energi Dunia Membayangi

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 165
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Konflik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi dunia. Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kenaikan harga energi, terutama batu bara. Pakar energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai batu bara masih menjadi pilihan utama ketika harga minyak melonjak. “Batu bara akan selalu menjadi primadona ketika harga minyak meroket,” kata Yayan. Harga batu […]

  • Presiden Prabowo membahas Board of Peace Gaza di Istana Kepresidenan

    Board of Peace Gaza: Prabowo Bahas Peran RI

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 271
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah organisasi masyarakat Islam ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Selasa siang. Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengajak para tokoh ormas membahas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) Gaza. Pertemuan di Istana Libatkan Ormas Islam Pada kesempatan itu, perwakilan ormas Islam hadir dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), […]

expand_less