Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Ramadhan Tiba, Warga Afghanistan Terjepit Kenaikan Harga dan Tekanan Sanksi

Ramadhan Tiba, Warga Afghanistan Terjepit Kenaikan Harga dan Tekanan Sanksi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 487
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,Duasatunews.com – Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Afghanistan menghadapi tekanan ekonomi yang kian berat. Kenaikan harga kebutuhan pokok, rendahnya daya beli, serta dampak berkepanjangan sanksi internasional membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar selama puasa.

Di pasar-pasar tradisional pascaperang, para pedagang kecil merasakan langsung dampak kondisi tersebut. Mohammad Reza (35), pemilik toko kebutuhan harian, mengatakan harga bahan pangan terus naik menjelang Ramadhan dan membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kondisi ekonomi kami sangat sulit. Setiap Ramadhan tiba, harga barang justru melonjak dan memberatkan warga,” kata Reza.

Ramadhan di Afghanistan diperkirakan dimulai pada Rabu atau Kamis, bergantung pada penampakan bulan. Menyambut bulan puasa, masyarakat mulai membeli beras, minyak goreng, kurma, dan kebutuhan berbuka puasa lainnya. Namun, keterbatasan pendapatan memaksa banyak keluarga mengurangi belanja.

Reza yang menanggung lima anggota keluarga mengaku lonjakan harga beras menjadi beban utama. Ia menyebut, beberapa bulan lalu pedagang menjual beras 21 kilogram seharga 2.900 hingga 3.000 afghani. Kini, harga tersebut naik menjadi 4.000 hingga 4.500 afghani.

Warga lain di Kabul merasakan tekanan serupa. Safiullah Rahimi menilai melemahnya pasar tenaga kerja langsung menekan pendapatan rumah tangga. “Pendapatan kami turun, sementara harga kebutuhan terus naik, bahkan untuk bahan pangan sederhana,” ujarnya.

Banyak warga menuding sanksi ekonomi yang diberlakukan Amerika Serikat memperburuk kondisi ekonomi nasional. Mereka menilai kebijakan tersebut menghambat pemulihan pascaperang dan memperluas kemiskinan.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkuat kekhawatiran itu. PBB mencatat sekitar 17,4 juta penduduk Afghanistan berpotensi mengalami kerawanan pangan parah pada 2026. Jumlah tersebut setara lebih dari sepertiga populasi dan menunjukkan krisis pangan yang serius.

Meski menghadapi tekanan ekonomi, masyarakat Afghanistan tetap berupaya menyambut Ramadhan dengan kesederhanaan. Namun, tanpa perbaikan ekonomi yang nyata, banyak keluarga menjalani bulan suci tahun ini dengan kekhawatiran terhadap kecukupan pangan dan masa depan mereka.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dampak kebakaran depot minyak Rusia terhadap ekonomi global

    Indonesia Perlu Antisipasi Dampak Jangka Panjang Kebakaran Depot Minyak Rusia

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 408
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com —Indonesia perlu mengantisipasi dampak jangka panjang kebakaran depot minyak di Rusia akibat serangan drone Ukraina di Kota Penza, Jumat (23/1/2026) pagi waktu setempat. Insiden tersebut berpotensi memengaruhi harga energi global dan berdampak tidak langsung pada perekonomian nasional. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai ketegangan geopolitik Rusia–Ukraina berdampak pada […]

  • Guru-Guru Sesalkan Pengurus PGRI Kendari Tak Dukung Aksi Bela Mansur saat Vonis Banding

    Guru-Guru Sesalkan Pengurus PGRI Kendari Tak Dukung Aksi Bela Mansur saat Vonis Banding

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 774
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – PGRI Kendari absen aksi guru saat sidang putusan banding kasus Mansur dan memicu kekecewaan di kalangan pendidik. Sejumlah guru di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menilai pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari gagal menunjukkan solidaritas terhadap rekan seprofesi yang menghadapi persoalan hukum. Para guru menyoroti ketidakhadiran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia […]

  • Selat Hormuz jalur utama pengiriman minyak dunia

    Selat Hormuz: AS Siapkan Koalisi Pengawal Kapal

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Moskow, (duasatunews.com) – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyiapkan koalisi sejumlah negara untuk mengawal kapal yang melintasi Selat Hormuz. Rencana ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan energi dunia. Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia […]

  • transaksi pasar emas digital menggunakan smartphone

    Anak Muda Kuasai Pasar Emas RI, Investor Konvensional Mulai Tergeser

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com | Pasar emas digital Indonesia kini dikuasai anak muda. Pergeseran ini mengubah peta investasi nasional yang sebelumnya didominasi generasi lebih tua. Perubahan perilaku keuangan dan kemudahan akses digital mendorong kelompok usia produktif masuk lebih aktif ke instrumen emas. Pergeseran Investor di Tengah Tekanan Ekonomi Ketidakpastian ekonomi global masih membayangi pasar keuangan. Harga emas […]

  • Menteri PU meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya di Sumatera Barat

    Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya, Target Rampung Juni 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 322
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap II di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Rabu. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem di berbagai daerah. Sekolah Rakyat Dharmasraya Capai Progres Sembilan Persen Dody mengatakan […]

  • DPR RI Setujui Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi

    DPR RI Setujui Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Hakim Konstitusi DPR RI bertambah setelah DPR RI menyetujui Adies Kadir sebagai hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi. DPR RI mengambil keputusan tersebut dalam Rapat Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Jakarta. Rapat paripurna berlangsung pada Selasa dan dipimpin Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. Ia memimpin jalannya […]

expand_less