Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Data Bansos Tidak Tepat Sasaran: BPS Temukan 11.014 KPM

Data Bansos Tidak Tepat Sasaran: BPS Temukan 11.014 KPM

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 251
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta (duasatunews.com) – Data bansos tidak tepat sasaran menjadi sorotan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak lagi layak menerima bantuan sosial. Temuan ini berasal dari pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa temuan tersebut masuk kategori inclusion error. Artinya, penerima bantuan berada di luar kelompok sasaran utama karena termasuk dalam desil 5 ke atas.

Jumlah ini setara sekitar 0,06 persen dari total 18,15 juta keluarga penerima bansos pada triwulan pertama. Meski relatif kecil, temuan ini tetap penting karena menyangkut efektivitas distribusi bantuan sosial.

Data Bansos Tidak Tepat Sasaran dalam DTSEN

BPS mencatat peningkatan jumlah data dalam pemutakhiran DTSEN. Data keluarga naik dari 95 juta menjadi 95,3 juta, sementara data individu meningkat dari 289 juta menjadi 289,3 juta jiwa.

Pembaruan ini mempertimbangkan berbagai dinamika kependudukan, seperti kematian, kelahiran baru, serta reaktivasi data masyarakat. BPS menggabungkan data administrasi kependudukan dengan hasil verifikasi lapangan untuk meningkatkan akurasi.

Upaya Perbaikan Penyaluran

BPS menyerahkan hasil pemutakhiran ini kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai dasar penyaluran bantuan sosial berikutnya.

Melalui langkah ini, pemerintah berupaya meningkatkan ketepatan distribusi bantuan. Perbaikan data menjadi kunci agar program sosial berjalan lebih efektif dan efisien.

Dampak dan Evaluasi Kebijakan

Permasalahan data bansos tidak tepat sasaran juga menjadi bahan evaluasi kebijakan sosial. Pemerintah perlu memastikan pembaruan data berjalan rutin dan akurat agar kesalahan penyaluran bisa ditekan.

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan data dapat meningkatkan kepercayaan publik. Dengan data yang lebih valid, program bantuan sosial diharapkan semakin tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemerintah juga dapat menggunakan data ini untuk merancang kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi masyarakat.

  • Penulis: Adrian Moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo dikawal F-16 Yordania saat memasuki wilayah udara Amman

    Prabowo Dikawal F-16 Yordania, Ucapkan Ramadhan Mubarak

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 200
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Prabowo dikawal F-16 Yordania saat pesawat kepresidenan memasuki wilayah udara Kerajaan Yordania Hasyimiah, Selasa (24/2) malam. Dari dalam pesawat, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengucapkan “Ramadhan Mubarak” kepada pilot jet tempur Yordania melalui komunikasi udara. Dua pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Yordania mengawal pesawat kepresidenan dari sisi kanan dan kiri. Jet tempur […]

  • Seskab Teddy Mensos Sekolah Rakyat Bansos rapat di Jakarta

    Seskab Teddy dan Mensos bahas Sekolah Rakyat hingga bansos

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) –  Seskab Teddy bansos menjadi fokus dalam pertemuan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Senin (6/4). Pertemuan ini membahas peningkatan akurasi penyaluran bantuan sosial sekaligus perkembangan program Sekolah Rakyat. Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet. Kedua pihak menekankan pentingnya penguatan pendidikan dan ketepatan distribusi bansos. Selain itu, pemerintah menggunakan […]

  • aksi mahasiswa Sultra laporkan dugaan tambang ilegal ke Kejaksaan Agung RI

    Aksi Mahasiswa Sultra Laporkan Tambang Ilegal

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Nur Wayda
    • visibility 4.004
    • 152Komentar

    Jakarta, duasatunews.com | Forum Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Agung RI dan Mabes Polri, Rabu (11/6/2025). Melalui aksi tersebut, mereka melaporkan dugaan pelanggaran aktivitas pertambangan yang melibatkan CV. Yulan Pratama di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam aksi itu, massa menyoroti aktivitas pertambangan CV. Yulan Pratama yang berlangsung di wilayah […]

  • Menjunjung Asas In Dubio Pro Reo dalam Pendampingan Hukum Bapak Mansyur Adv Andre Darmawan Bersuara

    Menjunjung Asas In Dubio Pro Reo dalam Pendampingan Hukum Bapak Mansyur Adv Andre Darmawan Bersuara

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 553
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Penanganan dugaan pencabulan terhadap anak kembali menimbulkan perhatian luas. Selain tuntutan perlindungan korban, publik juga menyoroti pentingnya menjaga proses hukum agar tetap adil dan tidak tergelincir oleh tekanan opini. Isu ini relevan karena kasus kekerasan seksual terhadap anak sering memicu reaksi emosional masyarakat. Dalam situasi seperti ini, aparat penegak hukum menghadapi tantangan ganda: […]

  • Tersangka OTT KPK Kuansing saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK

    KPK Tetapkan Tiga Tersangka OTT Kuansing, Direktur PT MIC Ikut Terjerat Kasus Dugaan Suap Jabatan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – OTT Kuansing KPK 2026 menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. OTT Kuansing KPK 2026 merupakan hasil operasi tangkap tangan yang berlangsung di Kuansing dan Jakarta pada 30 Juni 2026. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik […]

  • Pertemuan kemitraan Indonesia Korea Selatan antara Prabowo dan Lee di Seoul

    Kemitraan Indonesia Korea Selatan Diperluas Prabowo dan Lee

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Kemitraan Indonesia Korea Selatan kembali menjadi fokus dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Cheong Wa Dae, Seoul, Rabu. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan bilateral di tengah situasi global yang dinamis. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerja sama strategis ke […]

expand_less