Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Diduga Pernah Jadi Tersangka Penggelapan Rp34 M, FKMH Sultra: Aklamasi KONI Sultra Sarat Kepentingan

Diduga Pernah Jadi Tersangka Penggelapan Rp34 M, FKMH Sultra: Aklamasi KONI Sultra Sarat Kepentingan

  • account_circle salfin tebara
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 484
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Proses pemilihan Ketua **Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memicu sorotan publik. Forum Komunikasi Mahasiswa Hukum (FKMH) Sultra-Jakarta secara terbuka mengkritik penetapan AAA sebagai Ketua KONI Sultra melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub).

Musorprovlub hanya menghadirkan satu kandidat, yakni AAA. Kondisi tersebut langsung menuai kritik karena AAA diduga memiliki rekam jejak hukum terkait kasus penggelapan dana pertambangan senilai Rp34 miliar milik PT Kabaena Kromit Pratama (KKP).

Dugaan Rekam Jejak Hukum Jadi Sorotan

Ketua Umum FKMH Sultra-Jakarta, Salfin Tebara, menilai keputusan tersebut merusak integritas lembaga olahraga. Ia mempertanyakan kelayakan figur dengan persoalan hukum yang belum selesai untuk memimpin organisasi sebesar KONI.

“Proses ini mencederai rasa keadilan dan integritas organisasi. Publik berhak menuntut transparansi dan akuntabilitas,” ujar Salfin dalam keterangan tertulis, Senin (28/7/2025).

FKMH juga mengungkap bahwa aparat penegak hukum telah menaikkan kasus dugaan penggelapan dana Rp34 miliar tersebut ke tahap penyidikan. Bahkan, Polresta Kendari sempat menetapkan AAA sebagai tersangka dalam perkara itu.

Aklamasi Dinilai Sarat Kepentingan Politik

FKMH menilai pemilihan secara aklamasi membuka ruang konflik kepentingan. AAA menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sultra dan memiliki hubungan kekerabatan dengan Gubernur Sultra. FKMH menduga faktor tersebut memengaruhi jalannya Musorprovlub.

Menurut FKMH, mekanisme aklamasi seharusnya menjadi jalan terakhir, bukan alat untuk mengamankan kepentingan kelompok tertentu dalam organisasi olahraga.

TPP Dinilai Lalai Jalankan Verifikasi

FKMH juga menyoroti kinerja Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP). Salfin menyebut TPP tidak mewajibkan dokumen krusial seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan surat pernyataan tidak berstatus tersangka.

Padahal, AD/ART KONI mewajibkan verifikasi administratif dan moral calon secara ketat. Kelalaian tersebut, menurut FKMH, mencerminkan lemahnya komitmen terhadap prinsip tata kelola organisasi yang bersih.

FKMH Siap Lapor KONI Pusat dan DPR RI

Merespons kejanggalan tersebut, FKMH Sultra-Jakarta menyatakan akan melaporkan hasil Musorprovlub ke KONI Pusat. Mereka juga akan meminta pembatalan penetapan Ketua KONI Sultra.

Selain itu, FKMH merencanakan aksi demonstrasi di DPR RI Komisi X yang membidangi olahraga dan pendidikan guna mendorong evaluasi menyeluruh.

“Kami menuntut perbaikan sistem dan standar kepemimpinan KONI agar organisasi olahraga tetap independen dan berintegritas,” tegas Salfin.

Dorongan Standar Ketat Calon Ketua KONI

FKMH mendorong KONI menetapkan standar ketat bagi calon ketua ke depan. Mereka menilai rekam jejak hukum yang bersih dan independensi politik harus menjadi syarat mutlak agar KONI tidak berubah menjadi kendaraan kepentingan keluarga atau partai politik.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Sritex terkait perkara Eksepsi Bos Sritex dan kredit perbankan

    Bos Sritex Ajukan Eksepsi di Sidang Tipikor: Sebut Dakwaan Korupsi Kredit Rp1,3 Triliun Prematur

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 388
    • 0Komentar

    SEMARANG,Duasatunews.com — Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto, mengajukan eksepsi terhadap dakwaan jaksa penuntut umum. Keduanya meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menolak dakwaan dugaan korupsi fasilitas kredit. Iwan Setiawan menyampaikan eksepsi tersebut dalam persidangan yang berlangsung pada Senin. Ia […]

  • Penyitaan kapal tanker Selat Hormuz oleh Iran

    Penyitaan Kapal Tanker Selat Hormuz Picu Ketegangan Iran–AS

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Teheran, duasatunews.com — Penyitaan kapal tanker oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk Persia setelah pasukan Iran menyita dua kapal tanker minyak asing di Selat Hormuz pada Kamis (5/2/2026). Insiden ini terjadi beberapa jam sebelum Amerika Serikat dan Iran menjadwalkan perundingan tingkat tinggi di Oman pada Jumat (6/2/2026). IRGC mencegat kedua […]

  • 54 juta warga miskin belum terima BPJS PBI dalam rapat DPR RI

    Warga Miskin BPJS PBI Masih Banyak yang Belum Terdata

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — warga miskin BPJS PBI masih banyak yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan jaminan kesehatan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, sebanyak 54 juta warga miskin dan rentan belum menerima kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) sepanjang 2025. Kelompok tersebut berasal dari Desil 1 hingga 5 yang seharusnya menjadi prioritas utama perlindungan jaminan […]

  • Formasi desak KPK periksa RB terkait dugaan korupsi

    Formasi Kembali Desak KPK Periksa Oknum Anggota DPR RI Dapil Sultra Inisial RB, Terkait Kasus Korupsi Proyek Rel Kereta Api dan P3 TGAI

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Forum Mahasiswa Anti Korupsi (Formasi) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (14/1/2026). Melalui aksi tersebut, Formasi mendesak KPK RI segera memanggil dan memeriksa oknum anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara berinisial RB. Massa aksi menilai RB diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek jalur […]

  • Kilau Emas Sekotong di Ujung Hukum

    Kilau Emas Sekotong di Ujung Hukum

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 397
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menyedot perhatian publik. Kerusakan lingkungan tampak nyata di perbukitan wilayah tersebut. Lubang bekas galian, jalur kendaraan berat, serta endapan cairan kimia di sekitar aliran air menjadi bukti langsung dampak aktivitas tambang tanpa izin. Praktik pertambangan ilegal masih marak […]

  • Purbaya Akui Deg-degan Saat Prabowo Soroti Pajak Bocor Triliunan Rupiah

    Purbaya Akui Deg-degan Saat Prabowo Soroti Pajak Bocor Triliunan Rupiah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 362
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kebocoran penerimaan negara kembali mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung langsung kinerja otoritas pajak dan kepabeanan. Isu ini menyentuh kepentingan publik karena berpotensi menggerus pendapatan negara hingga triliunan rupiah setiap tahun dan merugikan masyarakat yang patuh membayar pajak. Sorotan Presiden muncul di tengah kebutuhan negara menjaga ketahanan fiskal dan membiayai agenda pembangunan. […]

expand_less