Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

  • account_circle Admin 21
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 247
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, DuaSatuNews.com – Derita banjir memakan korban kembali terjadi setiap musim hujan. Peristiwa ini terus berulang dan hingga kini belum menemukan penyelesaian nyata. Padahal, di balik data dan statistik, terdapat manusia yang kehilangan keluarga, masa depan, serta harapan. Oleh karena itu, banjir tidak sekadar merendam wilayah, tetapi juga menghancurkan mimpi banyak orang.

Warga di Wilayah Rawan Menjadi Korban Utama

Ketika banjir melanda, masyarakat di kawasan rawan merasakan dampak paling berat. Selain jalan yang terendam, akses bantuan pun terhambat. Sementara itu, distribusi logistik berjalan lambat dan mobilitas tim penyelamat menjadi terbatas. Akibatnya, banyak warga harus bertahan dalam kondisi darurat.

Bahkan, anak-anak terpisah dari orang tua, lansia kesulitan menyelamatkan diri, dan keluarga kehilangan orang tercinta. Dengan demikian, derita banjir memakan korban bukan sekadar istilah, melainkan kenyataan pahit yang terus berulang.

Kerusakan Lingkungan Memicu Bencana Banjir

Namun demikian, banjir tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, aktivitas manusia selama bertahun-tahun memicu bencana ini. Pembabatan hutan terus terjadi, sungai semakin menyempit, drainase dibiarkan rusak, dan tata kota diabaikan.

Lebih jauh lagi, pembangunan sering kali mengesampingkan keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, ketika manusia memaksakan kepentingannya, alam pun merespons dengan bencana yang merenggut nyawa.

Derita Banjir Memakan Korban sebagai Alarm Moral

Di sisi lain, setiap korban banjir seharusnya menjadi alarm moral bagi semua pihak. Kita tidak bisa lagi menyebut banjir sebagai musibah tahunan biasa. Sebaliknya, tragedi ini mencerminkan kegagalan kolektif.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat kebijakan tata ruang dan penegakan hukum lingkungan. Pada saat yang sama, masyarakat harus meningkatkan kesiapsiagaan serta kepedulian terhadap alam sekitar.

Tragedi yang Sebenarnya Bisa Dicegah

Lebih penting lagi, sebagian besar korban banjir sebenarnya dapat dicegah. Melalui perbaikan drainase, normalisasi sungai, reboisasi, serta edukasi mitigasi bencana, risiko dapat ditekan.

Dengan kata lain, jika semua pihak bergerak bersama, derita banjir memakan korban tidak lagi menjadi berita yang berulang setiap tahun.

Saatnya Bertindak Sebelum Terlambat

Pada akhirnya, kita tidak boleh terus menunggu.
Sebaliknya, kita harus bertindak sebelum banjir berikutnya kembali merenggut nyawa yang tak berdosa.

Oleh sebab itu, mari menjaga lingkungan tempat kita hidup demi kenyamanan hari ini dan masa depan yang lebih aman.

Admin 21

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • seminar nasional hilirisasi sultra lp2d di kendari

    Eni Samayati : Hilirisasi Pertambangan Menjadi Motor Penggerak Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1.947
    • 0Komentar

    Seminar Nasional Hilirisasi Sultra Dorong Keadilan Energi Jakarta, duasatunews.com |Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) menggelar seminar nasional bertema hilirisasi dan energi baru terbarukan (EBT) di Kota Kendari, Selasa (20/5/2025). LP2D bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan PUSPIN-EBT dalam kegiatan ini. Seminar tersebut mendapat dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), […]

  • Jembatan Armco Tapanuli Tengah rampung dibangun TNI di Desa Masundung

    Jembatan Armco Tapanuli Tengah Rampung, TNI Pulihkan Akses Warga Pascabencana

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 213
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Jembatan Armco Tapanuli Tengah memulihkan akses warga Desa Masundung, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, setelah bencana alam merusak jalur utama penghubung wilayah tersebut. Putusnya akses sebelumnya menghambat mobilitas harian, distribusi logistik, serta layanan kesehatan dan pendidikan. Isu ini mendesak karena jalur tersebut menjadi satu-satunya penghubung antarpermukiman. Ketika jembatan rusak, warga harus menempuh […]

  • post-truth dan framing media membentuk persepsi publik

    POST-TRUTH DAN PERANG FRAMING MEDIA

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Era post-truth dan framing media membawa ruang publik memasuki fase baru dalam arus informasi. Pada fase ini, emosi, keyakinan pribadi, dan kepentingan ideologis sering mengalahkan fakta objektif. Publik tidak lagi menilai informasi dari kebenarannya, melainkan dari kesesuaiannya dengan pandangan yang sudah mereka yakini. Post-Truth dan Framing Media dalam Realitas Indonesia Indonesia kini […]

  • penambangan ilegal Sulawesi Tenggara merusak hutan

    Mahasiswa dan Rakyat Sultra: Benteng Terakhir Melawan Tambang Ilegal di Tanah Anoa

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Penambangan ilegal di Sulawesi Tenggara kini tidak lagi tersembunyi. Sebaliknya, aktivitas ini berlangsung terang-terangan, bahkan merobek hutan, mencemari sungai, dan menggerus ruang hidup masyarakat. Dalam konteks ini, kehadiran mahasiswa yang bersatu dengan warga bukan sekadar simbol perlawanan. Lebih jauh, mereka menjadi alarm keras atas kegagalan negara menjaga Tanah Anoa. Tambang Ilegal Terus […]

  • Korupsi Chromebook Nadiem dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta

    Senyum Nadiem di Sidang Tipikor: Hadapi Dakwaan Chromebook, Dukungan Mengalir di Ruang Sidang

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 256
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Kasus korupsi Chromebook Nadiem resmi memasuki tahap persidangan. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggelar sidang perdana pembacaan dakwaan pada Senin (5/1/2026). Perkara ini berkaitan dengan pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, tiba di gedung pengadilan sekitar pukul […]

  • Mudik 2026 Jawa Tengah Jadi Simpul Terpadat Nasional

    Mudik 2026 Jawa Tengah Jadi Simpul Terpadat Nasional

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Liburan Mudik Lebaran Tahun 2026 Provinsi Jawa Tengah, menarik minat masyarakat diproyeksikan menjadi pusat pergerakan masyarakat terbesar di Indonesia. Proyeksi menunjukkan sekitar 38,71 juta orang akan bergerak menuju Jawa Tengah, selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Angka ini menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai simpul terpadat dalam arus mobilitas nasional. (21/02/2026). […]

expand_less