Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

  • account_circle Admin 21
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 422
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, DuaSatuNews.com – Derita banjir memakan korban kembali terjadi setiap musim hujan. Peristiwa ini terus berulang dan hingga kini belum menemukan penyelesaian nyata. Padahal, di balik data dan statistik, terdapat manusia yang kehilangan keluarga, masa depan, serta harapan. Oleh karena itu, banjir tidak sekadar merendam wilayah, tetapi juga menghancurkan mimpi banyak orang.

Warga di Wilayah Rawan Menjadi Korban Utama

Ketika banjir melanda, masyarakat di kawasan rawan merasakan dampak paling berat. Selain jalan yang terendam, akses bantuan pun terhambat. Sementara itu, distribusi logistik berjalan lambat dan mobilitas tim penyelamat menjadi terbatas. Akibatnya, banyak warga harus bertahan dalam kondisi darurat.

Bahkan, anak-anak terpisah dari orang tua, lansia kesulitan menyelamatkan diri, dan keluarga kehilangan orang tercinta. Dengan demikian, derita banjir memakan korban bukan sekadar istilah, melainkan kenyataan pahit yang terus berulang.

Kerusakan Lingkungan Memicu Bencana Banjir

Namun demikian, banjir tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, aktivitas manusia selama bertahun-tahun memicu bencana ini. Pembabatan hutan terus terjadi, sungai semakin menyempit, drainase dibiarkan rusak, dan tata kota diabaikan.

Lebih jauh lagi, pembangunan sering kali mengesampingkan keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, ketika manusia memaksakan kepentingannya, alam pun merespons dengan bencana yang merenggut nyawa.

Derita Banjir Memakan Korban sebagai Alarm Moral

Di sisi lain, setiap korban banjir seharusnya menjadi alarm moral bagi semua pihak. Kita tidak bisa lagi menyebut banjir sebagai musibah tahunan biasa. Sebaliknya, tragedi ini mencerminkan kegagalan kolektif.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat kebijakan tata ruang dan penegakan hukum lingkungan. Pada saat yang sama, masyarakat harus meningkatkan kesiapsiagaan serta kepedulian terhadap alam sekitar.

Tragedi yang Sebenarnya Bisa Dicegah

Lebih penting lagi, sebagian besar korban banjir sebenarnya dapat dicegah. Melalui perbaikan drainase, normalisasi sungai, reboisasi, serta edukasi mitigasi bencana, risiko dapat ditekan.

Dengan kata lain, jika semua pihak bergerak bersama, derita banjir memakan korban tidak lagi menjadi berita yang berulang setiap tahun.

Saatnya Bertindak Sebelum Terlambat

Pada akhirnya, kita tidak boleh terus menunggu.
Sebaliknya, kita harus bertindak sebelum banjir berikutnya kembali merenggut nyawa yang tak berdosa.

Oleh sebab itu, mari menjaga lingkungan tempat kita hidup demi kenyamanan hari ini dan masa depan yang lebih aman.

Admin 21

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hiburan malam Kendari ilegal di RICH CLUB lantai 3

    Aktivitas Hiburan Malam RICH CLUB Kendari Disorot, Hima-PPHI Layangkan Somasi Keras Diduga Tak Kantongi Izin

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 377
    • 1Komentar

    Kendari, (Duasatunews.com) – Aktivitas hiburan malam berupa live DJ di lantai 3 RICH CLUB Kendari kembali menuai sorotan. Hima-PPHI menduga kegiatan tersebut berjalan tanpa izin resmi sesuai aturan yang berlaku. Himpunan Mahasiswa Pemerhati Penegak Hukum Indonesia (Hima-PPHI) melayangkan somasi keras kepada manajemen RICH CLUB Kendari. Mereka meminta pengelola segera menghentikan aktivitas hiburan malam yang diduga […]

  • Jembatan Armco Tapanuli Tengah rampung dibangun TNI di Desa Masundung

    Jembatan Armco Tapanuli Tengah Rampung, TNI Pulihkan Akses Warga Pascabencana

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 438
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Jembatan Armco Tapanuli Tengah memulihkan akses warga Desa Masundung, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, setelah bencana alam merusak jalur utama penghubung wilayah tersebut. Putusnya akses sebelumnya menghambat mobilitas harian, distribusi logistik, serta layanan kesehatan dan pendidikan. Isu ini mendesak karena jalur tersebut menjadi satu-satunya penghubung antarpermukiman. Ketika jembatan rusak, warga harus menempuh […]

  • Ilustrasi wartawan Indonesia menjalankan tugas jurnalistik secara aman

    Putusan MK Tutup Celah Kriminalisasi Wartawan, Perlindungan Pers Menguat di HPN 2026

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 429
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kriminalisasi masih mengancam wartawan saat mereka mengungkap isu yang berdampak luas bagi publik. Pihak yang tidak puas terhadap pemberitaan kerap memilih jalur pidana. Langkah ini menekan kebebasan pers dan mengganggu hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang utuh. Isu Perlindungan Pers Menguat Menjelang HPN 2026 Isu perlindungan pers mengemuka menjelang Hari Pers Nasional […]

  • Situasi Mabes Polri terkait penahanan Bhayangkari Vanessa

    GASKAN Meliput Peristiwa Bhayangkari Vanessa Ditahan di Mabes Polri

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 516
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – GASKAN meliput langsung penahanan Bhayangkari Vanessa di Markas Besar Polri pada Kamis, 12 Februari 2026. Penyidik Mabes Polri menetapkan Vanessa sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik kemudian membawa Vanessa ke ruang tahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Langkah tersebut langsung memicu perhatian publik karena Mabes Polri menangani perkara yang diduga […]

  • Bupati Pati Diduga Manfaatkan Kekosongan 601 Jabatan Perangkat Desa

    Bupati Pati Diduga Manfaatkan Kekosongan 601 Jabatan Perangkat Desa

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 501
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kasus korupsi perangkat desa Pati kini memasuki tahap pendalaman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga tersebut menelusuri 601 jabatan perangkat desa yang masih kosong di Kabupaten Pati. Kekosongan dalam jumlah besar itu memicu kekhawatiran publik. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa tim menerima laporan tentang potensi […]

  • ayah berjuang menghidupi keluarga di tengah keterbatasan ekonomi

    Perjuangan Seorang Ayah: Bertahan Hidup di Tengah Ketimpangan Sosial-Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 451
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com | Banyak orang menyederhanakan perjuangan seorang ayah dalam menghidupi anak-anaknya dengan keterbatasan ekonomi sebagai kisah ketabahan personal. Masyarakat memotret ayah sebagai figur pekerja keras yang pantang menyerah dan rela mengorbankan tenaga serta waktu demi keluarga. Namun narasi ini, meski terdengar mulia, sering menutup persoalan yang jauh lebih besar: ketimpangan sosial dan ekonomi melanggengkan […]

expand_less