Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

  • account_circle Admin 21
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 295
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, DuaSatuNews.com – Derita banjir memakan korban kembali terjadi setiap musim hujan. Peristiwa ini terus berulang dan hingga kini belum menemukan penyelesaian nyata. Padahal, di balik data dan statistik, terdapat manusia yang kehilangan keluarga, masa depan, serta harapan. Oleh karena itu, banjir tidak sekadar merendam wilayah, tetapi juga menghancurkan mimpi banyak orang.

Warga di Wilayah Rawan Menjadi Korban Utama

Ketika banjir melanda, masyarakat di kawasan rawan merasakan dampak paling berat. Selain jalan yang terendam, akses bantuan pun terhambat. Sementara itu, distribusi logistik berjalan lambat dan mobilitas tim penyelamat menjadi terbatas. Akibatnya, banyak warga harus bertahan dalam kondisi darurat.

Bahkan, anak-anak terpisah dari orang tua, lansia kesulitan menyelamatkan diri, dan keluarga kehilangan orang tercinta. Dengan demikian, derita banjir memakan korban bukan sekadar istilah, melainkan kenyataan pahit yang terus berulang.

Kerusakan Lingkungan Memicu Bencana Banjir

Namun demikian, banjir tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, aktivitas manusia selama bertahun-tahun memicu bencana ini. Pembabatan hutan terus terjadi, sungai semakin menyempit, drainase dibiarkan rusak, dan tata kota diabaikan.

Lebih jauh lagi, pembangunan sering kali mengesampingkan keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, ketika manusia memaksakan kepentingannya, alam pun merespons dengan bencana yang merenggut nyawa.

Derita Banjir Memakan Korban sebagai Alarm Moral

Di sisi lain, setiap korban banjir seharusnya menjadi alarm moral bagi semua pihak. Kita tidak bisa lagi menyebut banjir sebagai musibah tahunan biasa. Sebaliknya, tragedi ini mencerminkan kegagalan kolektif.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat kebijakan tata ruang dan penegakan hukum lingkungan. Pada saat yang sama, masyarakat harus meningkatkan kesiapsiagaan serta kepedulian terhadap alam sekitar.

Tragedi yang Sebenarnya Bisa Dicegah

Lebih penting lagi, sebagian besar korban banjir sebenarnya dapat dicegah. Melalui perbaikan drainase, normalisasi sungai, reboisasi, serta edukasi mitigasi bencana, risiko dapat ditekan.

Dengan kata lain, jika semua pihak bergerak bersama, derita banjir memakan korban tidak lagi menjadi berita yang berulang setiap tahun.

Saatnya Bertindak Sebelum Terlambat

Pada akhirnya, kita tidak boleh terus menunggu.
Sebaliknya, kita harus bertindak sebelum banjir berikutnya kembali merenggut nyawa yang tak berdosa.

Oleh sebab itu, mari menjaga lingkungan tempat kita hidup demi kenyamanan hari ini dan masa depan yang lebih aman.

Admin 21

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembunuhan satu keluarga Warakas diungkap Polres Metro Jakarta Utara

    Polisi Ungkap Kasus Kematian Satu Keluarga di Warakas

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Polres Metro Jakarta Utara mengungkap rangkaian peristiwa kematian satu keluarga di Warakas. Dalam penyelidikan tersebut, polisi menetapkan Syauqi (23) sebagai pelaku utama pembunuhan terhadap ibu dan dua saudaranya. Kapolres Metro Jakarta Utara Erick Frendriz memaparkan kronologi awal kejadian. Pertama, pelaku membeli racun tikus di warung sekitar rumah. Setelah itu, pelaku pulang dan […]

  • Dr Irwan Tajuddin pimpin KKST sebagai tokoh Sulawesi Tenggara

    Dr. Irwan Tajuddin, Sosok Ideal Pemimpin KKST di Era Baru

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Arin fharul sanjaya
    • visibility 730
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Irwan Tajuddin KKST kini menjadi harapan baru bagi warga Sulawesi Tenggara di perantauan. Di tengah perubahan sosial dan tantangan ekonomi diaspora, Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan, menggerakkan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi warganya. Organisasi daerah seperti KKST tidak lagi cukup berfungsi sebagai simbol kultural. KKST harus tumbuh […]

  • arti mokel ramadan ilustrasi membatalkan puasa sebelum maghrib tanpa alasan syar’i

    Istilah Mokel Viral Saat Ramadan, Ini Makna dan Hukumnya

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 312
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Istilah mokel kembali ramai digunakan setiap Ramadan. Anak muda sering menyebut kata ini dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial untuk menggambarkan seseorang yang membatalkan puasa sebelum waktu berbuka tanpa alasan yang dibenarkan agama. Dalam praktiknya, masyarakat memakai mokel untuk menyebut tindakan makan atau minum secara sengaja saat masih menjalankan puasa. Meski […]

  • Dee Lestari literasi bersama BI NTT di Kupang

    BI NTT Gandeng Dee Lestari Perkuat Literasi Daerah di Kupang

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – menggandeng novelis ternama Indonesia, Dewi Lestari, untuk memperkuat budaya literasi masyarakat di Kota Kupang. Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan World Book Day 2026 dengan tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities”. Deputi Kepala Perwakilan BI NTT Rio Khasananda mengatakan literasi menjadi jembatan penting menuju masyarakat yang adaptif dan berdaya saing. Ia […]

  • Trump operasi militer Kuba dinilai tidak diperlukan saat berbicara di Air Force One

    Trump Operasi Militer Kuba Dinilai Tidak Diperlukan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Washington, (duasatunews.com) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan operasi militer terhadap Kuba. Trump menyampaikan pernyataan itu pada Senin (16/2) ketika menjawab pertanyaan wartawan di atas Air Force One. Sejumlah wartawan menanyakan kemungkinan langkah Amerika Serikat setelah pemerintah AS sebelumnya melancarkan operasi untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Menanggapi pertanyaan […]

  • Prabowo ke Paris usai agenda WEF di Swiss

    Prabowo ke Paris Penuhi Undangan Macron

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Prabowo ke Paris pada Jumat siang waktu setempat setelah menyelesaikan agenda internasional di Swiss. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan perjalanan tersebut untuk memenuhi undangan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sebelumnya, Presiden Prabowo merampungkan seluruh rangkaian kegiatan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos-Klosters, Swiss. Setelah itu, Presiden dan rombongan bertolak dari […]

expand_less