Hubungan AS Inggris Memanas, Trump Kritik Starmer
- account_circle adrian moita
- calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
- visibility 121
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
London, (duasatunews.com) – Hubungan AS Inggris memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik sikap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terkait penggunaan pangkalan militer Inggris dalam operasi terhadap Iran.
Dalam wawancara telepon dengan tabloid Inggris The Sun, Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi hubungan kedua negara yang menurutnya tidak lagi seerat sebelumnya.
“Ini dunia yang berbeda. Hubungan kami dengan negara Anda sangat berbeda dari sebelumnya. Sangat menyedihkan melihat hubungan ini jelas-jelas tidak seperti dulu,” kata Trump seperti dikutip media Inggris, Selasa (3/3/2026).
Trump menilai Starmer terlalu lama mengambil keputusan ketika Amerika Serikat meminta izin menggunakan pangkalan udara Inggris untuk menyerang target di Iran.
Menurut Trump, sikap pemerintah Inggris berbeda dengan beberapa negara sekutu yang memberikan dukungan terhadap operasi tersebut. Ia menyebut Prancis serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menunjukkan dukungan terhadap langkah Amerika Serikat.
“Saya tak pernah menyangka akan mendapatkan hal itu dari Inggris. Kami mencintai Inggris,” ujar Trump.
Hubungan AS Inggris Memanas di Tengah Konflik Iran
Perdana Menteri Keir Starmer sebelumnya menolak gagasan “perubahan rezim dari langit.” Istilah itu ia gunakan untuk menggambarkan upaya mengganti kepemimpinan Iran melalui serangan militer dari udara.
Starmer juga mempertahankan keputusan pemerintah Inggris yang tidak langsung mengizinkan penggunaan pangkalan militernya dalam serangan awal pada Sabtu.
Namun situasi berubah pada Minggu. Starmer menilai respons Iran sudah melampaui batas dan mulai mengancam warga serta sekutu Inggris.
Pada hari yang sama, sistem pertahanan Inggris mencegat sebuah drone yang mengarah ke pangkalan militer Inggris di Pulau Siprus.
Setelah insiden tersebut, pemerintah Inggris akhirnya menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya dalam serangan defensif terhadap lokasi peluncur rudal Iran.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa hubungan AS Inggris memanas, meskipun kedua negara tetap menjaga kerja sama keamanan di kawasan Timur Tengah. Ketegangan diplomatik tersebut juga menarik perhatian komunitas internasional karena hubungan Washington dan London selama ini dikenal sangat erat dalam bidang pertahanan.
Sumber : ANTARA – Anadolu
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
