AS Lepas Cadangan Minyak 172 Juta Barel untuk Stabilkan Harga
- account_circle adrian moita
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tokyo, (duasatunews.com) – AS lepas cadangan minyak sebanyak 172 juta barel dari cadangan darurat nasional mulai minggu depan. Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah ini untuk menambah pasokan energi global serta menekan kenaikan harga minyak dunia.
Keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang memengaruhi stabilitas pasar energi internasional. Dengan menambah pasokan minyak ke pasar, pemerintah berharap harga energi dapat menjadi lebih stabil dalam beberapa bulan ke depan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari aksi terkoordinasi yang melibatkan 32 negara anggota International Energy Agency (IEA). Secara keseluruhan, negara-negara tersebut berencana melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis masing-masing.
Pelepasan Cadangan Energi Amerika Serikat
Menteri Energi AS Chris Wright menjelaskan bahwa minyak tersebut berasal dari Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat (Strategic Petroleum Reserve).
Cadangan ini berfungsi sebagai stok darurat energi nasional yang dapat digunakan ketika terjadi gangguan pasokan minyak global. Pemerintah biasanya menggunakan cadangan ini saat pasar energi mengalami tekanan atau krisis.
Wright mengatakan proses pelepasan minyak diperkirakan berlangsung sekitar 120 hari. Selama periode tersebut, pemerintah akan menyalurkan minyak secara bertahap ke pasar energi internasional.
“Iran telah memanipulasi dan mengancam keamanan energi Amerika serta sekutunya,” kata Wright dalam pernyataan resmi.
Dampak Global Saat AS Lepas Cadangan Minyak
Langkah AS lepas cadangan minyak juga menjadi bagian dari koordinasi energi internasional. Sejumlah negara industri besar ikut berpartisipasi dalam kebijakan tersebut.
Negara-negara yang terlibat termasuk berbagai negara Eropa, Jepang, dan Korea Selatan.
Aksi kolektif ini merupakan yang pertama sejak tahun 2022. Saat itu, negara-negara anggota IEA juga melepas cadangan minyak setelah Rusia memulai invasi besar-besaran ke Ukraina.
Jika seluruh rencana terealisasi, pelepasan 400 juta barel minyak akan menjadi salah satu operasi cadangan energi terbesar dalam sejarah koordinasi energi global.
Para analis menilai langkah tersebut dapat membantu meningkatkan pasokan minyak dunia sekaligus menahan kenaikan harga energi di tengah ketidakpastian geopolitik internasional. Selain itu, tambahan pasokan minyak dari cadangan strategis juga diharapkan dapat memberikan sinyal stabilitas kepada pasar energi global sehingga mengurangi volatilitas harga dalam jangka pendek.
Beberapa pengamat energi juga menilai langkah koordinasi antarnegara ini menunjukkan upaya bersama untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan minyak dunia di tengah meningkatnya risiko geopolitik.
Sumber: Kyodo/ANTARA
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
