Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon menjalankan patroli di wilayah Lebanon selatan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA (duasatunews.com) – prajurit TNI gugur di Lebanon setelah serangan artileri menghantam posisi kontingen Indonesia di wilayah konflik, Minggu (29/3). Selain itu, pemerintah menyoroti meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengumumkan hal itu pada Senin (30/3). Sementara itu, Kemlu menyebut satu personel meninggal dan tiga lainnya mengalami luka. Mereka bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.
Serangan terjadi di dekat Adchit Al Qusayr di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah. Akibatnya, situasi keamanan di wilayah tersebut semakin memburuk dan meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian.
“Indonesia mengecam keras insiden ini dan meminta penyelidikan menyeluruh serta transparan,” tulis Kemlu.
Pemerintah memberikan penghormatan kepada prajurit yang gugur. Selain itu, Kemlu mendoakan pemulihan bagi personel yang terluka serta memastikan dukungan bagi keluarga korban.
Indonesia Kecam Serangan di Lebanon Selatan
Kemlu mengecam serangan Israel di Lebanon selatan. Lebih lanjut, pemerintah menilai serangan tersebut memperburuk situasi keamanan dan meningkatkan ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian, termasuk kontingen Indonesia.
Indonesia meminta semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon. Di sisi lain, pemerintah juga mendesak penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur.
“Semua pihak perlu kembali ke dialog dan diplomasi,” tegas Kemlu.
Evakuasi Korban Pasca Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Pemerintah berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan otoritas terkait. Langkah ini bertujuan mempercepat pemulangan jenazah.
Selanjutnya, pemerintah memastikan korban luka mendapat perawatan terbaik. Tim terus memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak internasional.
Kemlu menegaskan keselamatan peacekeeper harus dihormati. Oleh karena itu, perlindungan tersebut wajib dijalankan sesuai hukum internasional.
Dampak Konflik dan Upaya Diplomasi
Peristiwa prajurit TNI gugur di Lebanon menunjukkan meningkatnya risiko dalam konflik kawasan. Sementara itu, eskalasi antara Israel dan Hizbullah terus memicu ketegangan di wilayah perbatasan.
Karena itu, Indonesia mendorong semua pihak menahan diri. Pemerintah juga menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog terbuka.
Ke depan, Indonesia akan memantau perkembangan situasi secara berkala. Selain itu, pemerintah siap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas kawasan serta melindungi pasukan perdamaian.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
