Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Pemuda 21 Sesalkan Sikap Haerul Saleh, yang Enggan Memberi Kuota KIP untuk Mahasiswa Sultra

Pemuda 21 Sesalkan Sikap Haerul Saleh, yang Enggan Memberi Kuota KIP untuk Mahasiswa Sultra

  • account_circle Afs
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • visibility 1.672
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – KIP Kuliah mahasiswa Sultra kembali menjadi perhatian publik. Organisasi Pemuda 21 menyuarakan kekecewaan terhadap Haerul Saleh yang kini menjabat sebagai Komisioner Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Mereka menilai Haerul Saleh belum menunjukkan langkah konkret untuk memperjuangkan tambahan kuota KIP Kuliah bagi mahasiswa Sulawesi Tenggara.

Kader Pemuda 21, Masda Agus, menyebut jabatan Haerul Saleh sangat strategis. Menurutnya, posisi tersebut seharusnya memberi dampak langsung bagi daerah asal, khususnya dalam membuka akses pendidikan tinggi. Namun, mahasiswa Sultra masih menghadapi keterbatasan kuota KIP Kuliah setiap tahun.

“KIP Kuliah mahasiswa Sultra sangat dibutuhkan. Banyak mahasiswa berasal dari keluarga kurang mampu. Tanpa bantuan ini, mereka terancam putus kuliah,” ujar Masda Agus.

Aspirasi Tidak Mendapat Tanggapan

Masda Agus mengungkapkan bahwa Pemuda 21 telah berupaya menyampaikan aspirasi secara langsung. Mereka mendatangi kediaman Haerul Saleh. Namun, langkah tersebut tidak membuahkan hasil.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa. Namun, beliau tidak menemui kami. Aspirasi itu tidak tersampaikan,” katanya.

KIP Kuliah Mahasiswa Sultra Adalah Hak

Pemuda 21 menegaskan bahwa KIP Kuliah merupakan hak mahasiswa tidak mampu. Negara menjamin hak pendidikan melalui Pasal 31 UUD 1945. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi juga mewajibkan negara memperluas akses pendidikan secara adil.

Masda Agus menilai ketimpangan akses pendidikan akan berdampak panjang. Ia menyebut Sulawesi Tenggara membutuhkan sumber daya manusia terdidik untuk mendorong pembangunan daerah.

“Jika akses pendidikan tertutup, daerah akan tertinggal. Mahasiswa Sultra jangan terus menjadi korban keterbatasan kuota,” tegasnya.

Desakan Transparansi dan Evaluasi

Selain mengkritik Haerul Saleh, Pemuda 21 mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengevaluasi distribusi KIP Kuliah. Mereka meminta pemerintah memastikan penyaluran berjalan transparan dan tepat sasaran.

Pemuda 21 menegaskan akan terus mengawal isu KIP Kuliah mahasiswa Sultra. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan organisasi mahasiswa lain demi memperjuangkan hak pendidikan generasi muda.

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Dalami Dugaan Aliran Uang ke Eks Sekdis Bekasi dalam Kasus Suap Bupati Nonaktif Ade Kuswara

    KPK Dalami Dugaan Aliran Uang ke Eks Sekdis Bekasi dalam Kasus Suap Bupati Nonaktif Ade Kuswara

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 559
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — aliran uang suap Bekasi kembali menyita perhatian publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Beni Saputra (BS). Langkah ini berkaitan langsung dengan perkara suap yang menyeret Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi nonaktif. Penyidik KPK memanggil Beni Saputra untuk menelusuri perannya dalam dugaan penerimaan […]

  • Dukungan Kesehatan Mental Dimulai dari Sikap Tidak Menghakimi

    Dukungan Kesehatan Mental Dimulai dari Sikap Tidak Menghakimi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Dukungan kesehatan mental di lingkungan kerja perlu dimulai dari sikap tidak menghakimi. Pendekatan ini membantu menciptakan ruang aman dan mendorong keterbukaan di antara rekan kerja. Jakarta, duasatunews.com — Psikolog Ayu Sadewo, S.Psi., menegaskan bahwa dukungan kesehatan mental tidak seharusnya berangkat dari keinginan memberi solusi secara cepat. Sebaliknya, ia meminta rekan kerja mendengarkan lebih dulu dan memahami […]

  • Kebakaran pabrik karet Tangerang di kawasan Cipondoh

    Kebakaran Pabrik Karet Tangerang Terjadi Sejak Malam

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 172
    • 0Komentar

    TANGERANG (duasatunews.com) – Kebakaran pabrik karet Tangerang yang terjadi di Jalan KH Agus Salim, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, masih berlangsung hingga Senin (22/6/2026) pagi. Kobaran api di area produksi PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) belum sepenuhnya padam dan petugas terus melakukan pemadaman. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengatakan […]

  • Ilustrasi digitalisasi sebelum otomatisasi AI di Indonesia

    Digitalisasi Lebih Dulu, Bukan Sekadar Kejar AI: Strategi Indonesia Hadapi Otomatisasi Dini

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 384
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) — Dorongan global untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) terus menguat. Banyak negara berlomba menerapkan teknologi ini demi efisiensi. Namun, bagi Indonesia, kecepatan bukan satu-satunya jawaban. Sejumlah pengamat menilai Indonesia perlu bertindak hati-hati. Karena itu, adopsi AI harus berjalan seiring penguatan fondasi digital. Tanpa kesiapan institusi dan tenaga kerja, otomatisasi justru berpotensi menimbulkan […]

  • pariwisata Pantai Pandan Tapanuli Tengah mulai bangkit

    Pariwisata Pantai Pandan Tapanuli Tengah Bangkit

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pariwisata Pantai Pandan Tapanuli Tengah mulai bangkit setelah banjir dan longsor melanda kawasan pesisir tersebut pada akhir 2025. Normalisasi akses jalan dan pembersihan material longsor mendorong wisatawan kembali mengunjungi kawasan pantai di Kecamatan Pandan, Sumatera Utara. Wisatawan kembali memadati Pantai Indah Pandan sejak pemerintah daerah membuka jalur transportasi menuju lokasi wisata. Peningkatan […]

  • aksi GMII desak KPK usut dugaan korupsi Kominfo Kendari

    Minta KPK Turun Tangan, GMII Soroti dugaan korupsi eks kadis Kominfo Kendari 

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 867
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com | 18 September 2025 — Dugaan korupsi Kominfo Kendari kembali menarik perhatian publik. Generasi Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Melalui aksi ini, GMII mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Kendari. Aksi Mahasiswa […]

expand_less