Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Pemuda 21 Sesalkan Sikap Haerul Saleh, yang Enggan Memberi Kuota KIP untuk Mahasiswa Sultra

Pemuda 21 Sesalkan Sikap Haerul Saleh, yang Enggan Memberi Kuota KIP untuk Mahasiswa Sultra

  • account_circle Afs
  • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
  • visibility 1.696
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – KIP Kuliah mahasiswa Sultra kembali menjadi perhatian publik. Organisasi Pemuda 21 menyuarakan kekecewaan terhadap Haerul Saleh yang kini menjabat sebagai Komisioner Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Mereka menilai Haerul Saleh belum menunjukkan langkah konkret untuk memperjuangkan tambahan kuota KIP Kuliah bagi mahasiswa Sulawesi Tenggara.

Kader Pemuda 21, Masda Agus, menyebut jabatan Haerul Saleh sangat strategis. Menurutnya, posisi tersebut seharusnya memberi dampak langsung bagi daerah asal, khususnya dalam membuka akses pendidikan tinggi. Namun, mahasiswa Sultra masih menghadapi keterbatasan kuota KIP Kuliah setiap tahun.

“KIP Kuliah mahasiswa Sultra sangat dibutuhkan. Banyak mahasiswa berasal dari keluarga kurang mampu. Tanpa bantuan ini, mereka terancam putus kuliah,” ujar Masda Agus.

Aspirasi Tidak Mendapat Tanggapan

Masda Agus mengungkapkan bahwa Pemuda 21 telah berupaya menyampaikan aspirasi secara langsung. Mereka mendatangi kediaman Haerul Saleh. Namun, langkah tersebut tidak membuahkan hasil.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa. Namun, beliau tidak menemui kami. Aspirasi itu tidak tersampaikan,” katanya.

KIP Kuliah Mahasiswa Sultra Adalah Hak

Pemuda 21 menegaskan bahwa KIP Kuliah merupakan hak mahasiswa tidak mampu. Negara menjamin hak pendidikan melalui Pasal 31 UUD 1945. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi juga mewajibkan negara memperluas akses pendidikan secara adil.

Masda Agus menilai ketimpangan akses pendidikan akan berdampak panjang. Ia menyebut Sulawesi Tenggara membutuhkan sumber daya manusia terdidik untuk mendorong pembangunan daerah.

“Jika akses pendidikan tertutup, daerah akan tertinggal. Mahasiswa Sultra jangan terus menjadi korban keterbatasan kuota,” tegasnya.

Desakan Transparansi dan Evaluasi

Selain mengkritik Haerul Saleh, Pemuda 21 mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengevaluasi distribusi KIP Kuliah. Mereka meminta pemerintah memastikan penyaluran berjalan transparan dan tepat sasaran.

Pemuda 21 menegaskan akan terus mengawal isu KIP Kuliah mahasiswa Sultra. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan organisasi mahasiswa lain demi memperjuangkan hak pendidikan generasi muda.

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia capai 101 emas ASEAN Para Games 2025

    Indonesia Capai 101 Emas, Lampaui Target Dua Hari Sebelum Penutupan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Indonesia capai 101 emas ASEAN Para Games 2025 hingga Jumat, 24 Januari 2026. Kontingen Merah Putih meraih capaian tersebut dua hari sebelum penutupan ajang olahraga Asia Tenggara bagi atlet disabilitas itu. Prestasi ini langsung melampaui target yang ditetapkan sejak awal kompetisi. Tim Indonesia menembus target 82 medali emas pada hari keempat pertandingan. […]

  • Aktivitas tambang ilegal kawasan hutan di Indonesia

    Tambang Ilegal Kawasan Hutan: Modus Makin Canggih

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 539
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Barita Simanjuntak, mengungkap tantangan teknis saat tim melacak tambang ilegal di kawasan hutan. Satgas PKH menerima laporan analisis dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyoroti dugaan perputaran dana besar dari penambangan emas ilegal. Barita menyebut medan sulit dan lokasi rawan […]

  • Kutukan Kinerja: Mengapa ASN Produktif Sulit Berkembang?

    Kutukan Kinerja: Mengapa ASN Produktif Sulit Berkembang?

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Program pelatihan ASN daerah belum mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik secara konsisten. Setiap awal tahun, pemerintah daerah menggelar bimbingan teknis serta pendidikan dan pelatihan untuk memenuhi kewajiban 20 jam pelajaran (JP) aparatur sipil negara. Namun, banyak instansi masih menentukan peserta tanpa mengaitkannya dengan kinerja dan kebutuhan unit kerja. Pengembangan Kompetensi Aparatur Masih […]

  • AHY memaparkan progres pemulihan pascabencana Aceh Tamiang

    Prabowo Serius Dengarkan Paparan AHY Soal Pemulihan Pascabencana Di Aceh Tamiang

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 698
    • 0Komentar

    JAKARTA, DuaSatuNews.com — Pemulihan pascabencana Aceh Tamiang menjadi perhatian langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Oleh karena itu, Presiden menyimak secara langsung paparan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam rapat terbatas yang digelar di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026). Dalam rapat tersebut, AHY menjelaskan bahwa proses pemulihan telah memasuki […]

  • evakuasi penumpang KMP Dharma Ferry VII oleh TNI AL di perairan Surabaya

    Evakuasi Penumpang Ferry di Surabaya, TNI AL Temukan Korban

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Evakuasi penumpang ferry dilakukan tim gabungan setelah seorang penumpang KMP Dharma Ferry VII terjatuh ke laut di jalur Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Rabu (4/3). Tim dari TNI Angkatan Laut bersama Basarnas dan aparat kepolisian segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengatakan […]

  • Suara Rakyat dan Tanggung Jawab Demokrasi

    Suara Rakyat dan Tanggung Jawab Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 564
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Suara rakyat dalam demokrasi sering menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan politik. Karena itu, banyak pihak menempatkan kehendak mayoritas sebagai ukuran sah atau tidaknya sebuah kebijakan. Namun, ketika aktor politik memaknai prinsip tersebut secara sempit, demokrasi justru berisiko mengabaikan keadilan dan kepentingan publik yang lebih luas. Mayoritas Tidak Selalu Mencerminkan Kebenaran Demokrasi tidak […]

expand_less