Breaking News
light_mode
Beranda » lingkungan » Biopori Jumbo Pondok Kelapa Dipuji Pramono, Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Jakarta

Biopori Jumbo Pondok Kelapa Dipuji Pramono, Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Jakarta

  • account_circle Reski
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memuji warga RW 014 Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, yang mengembangkan pengelolaan sampah organik melalui Biopori Jumbo. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Jakarta.

Pramono meninjau lokasi pengelolaan sampah pada Minggu. Dalam kesempatan itu, ia menilai gerakan warga membuktikan bahwa komunitas mampu menghadirkan solusi lingkungan secara mandiri.

“Gerakan ini menunjukkan solusi lingkungan dapat dimulai dari tingkat komunitas,” kata Pramono.

Berjalan Sebelum Aturan Terbit

Pramono mengapresiasi warga karena mereka memulai pemilahan dan pengolahan sampah sebelum pemerintah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Selain itu, ia menilai inisiatif tersebut selaras dengan target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan menuju Jakarta bebas sampah (zero waste).

Karena itu, pemerintah berharap semakin banyak lingkungan permukiman yang menerapkan langkah serupa.

Layani Ratusan Rumah

Saat ini, warga RW 014 menyiapkan 150 titik Biopori Jumbo. Fasilitas tersebut melayani sekitar 300 rumah di lingkungan itu.

Selanjutnya, warga memasukkan sisa makanan dan limbah dapur ke dalam lubang biopori. Proses tersebut menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.

Dengan cara itu, warga mampu mengurangi jumlah sampah yang menuju fasilitas pengolahan maupun tempat pembuangan akhir.

Bahkan, Pramono menilai sistem tersebut berpotensi menjadi percontohan bagi wilayah lain di Jakarta.

“Kalau ini berjalan baik, ini bisa menjadi role model penanganan sampah di Jakarta,” ujarnya.

Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga

Menurut Pramono, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Sebab, sampah organik masih menjadi penyumbang terbesar volume sampah di Jakarta.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mengolah sampah organik sejak dari sumbernya. Dengan demikian, beban pengangkutan dan pengolahan sampah dapat berkurang.

Di sisi lain, langkah tersebut juga membantu meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Dorong Kolaborasi dengan Sektor Swasta

Tidak hanya mengelola sampah organik, warga juga menjalin kerja sama dengan sektor swasta untuk menangani sampah anorganik dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Karena itu, Pramono menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan sektor swasta dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah.

Selain itu, kolaborasi tersebut memastikan proses pemilahan sampah berjalan lebih optimal.

“Kolaborasi seperti ini menjadi kunci pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” katanya.

Pada akhirnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap wilayah lain meniru langkah warga RW 014 Pondok Kelapa. Dengan demikian, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat terus meningkat dan target pengurangan sampah lebih cepat tercapai.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penggerebekan laboratorium sabu Sunter oleh Bea Cukai dan Bareskrim Polri

    Laboratorium Sabu Sunter Dibongkar, 13 Kg Disita

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — laboratorium sabu Sunter dibongkar Bea Cukai bersama Bareskrim Polri melalui operasi gabungan pengungkapan jaringan narkotika internasional di Jakarta Utara. Dalam operasi ini, aparat menyita total 13 kilogram sabu. Pengungkapan tersebut berawal dari pengawasan barang kiriman internasional yang berlangsung selama tiga hari. Selain itu, petugas secara aktif mengembangkan informasi sejak Jumat hingga Minggu, 13–15 […]

  • kerja sama daerah Papua dalam rapat pemerintah di Jayapura

    Pemprov Papua Perkuat Kerja Sama Daerah untuk Akselerasi Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)— Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama antardaerah. Dengan langkah ini, pemerintah ingin meningkatkan efektivitas pemerintahan sekaligus mempercepat pembangunan. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Albertho Ferdinan Rumaropen, menegaskan pentingnya kolaborasi antarwilayah. Menurut dia, kerja sama mampu meningkatkan kualitas layanan publik. Selain itu, kolaborasi juga membantu daerah menghadapi tantangan geografis dan sosial di […]

  • penjualan ban ilegal Morosi dari kawasan berikat Konawe Sulawesi Tenggara

    PPI Ungkap Dugaan Peran PT SAS Grup, Oknum Polisi, dan Bea Cukai Kendari dalam Penjualan Ban Ilegal Morosi

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 348
    • 0Komentar

    KONAWE, (Duasatunews.com) — Seiring berjalannya penelusuran, dugaan pelanggaran aktivitas di Kawasan Berikat Morosi kembali mengemuka. Dalam konteks itu, Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) mengungkap dugaan peran PT Selaras Agung Sejahtera (SAS Grup) sebagai perantara penjualan ban bekas ilegal yang keluar dari kawasan berikat. Lebih lanjut, PPI menilai praktik tersebut melibatkan oknum anggota kepolisian dan oknum pejabat Bea […]

  • korban kekerasan seksual Rawa Aopa dijamin melanjutkan pendidikan

    Korban Kasus IAI Rawa Aopa Ditawari Lanjut Studi di PTKI Mana Pun di Bawah Kemenag

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) – Aliansi Lembaga Mahasiswa Pemerhati Kekerasan Seksual dan Pendidikan menggelar aksi di kantor Kementerian Agama RI. Mereka menuntut langkah tegas atas dugaan kegagalan yayasan dan kampus IAI Rawa Aopa dalam melindungi korban kekerasan seksual. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan kronologi kasus secara rinci. Mereka menjelaskan peristiwa sejak awal hingga proses hukum yang masih […]

  • tambang ilegal Sulawesi Tenggara yang merusak lingkungan dan hutan

    Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — 10 September 2025 Green Earth Movement (GEM) menyuarakan keprihatinan serius atas maraknya tambang ilegal dan dugaan kuat keberadaan mafia nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum serta menurunnya nilai-nilai ksatria Bhayangkara di tubuh kepolisian daerah. Direktur GEM, Arin Fahrul Sanjaya, menilai aktivitas tambang ilegal telah merusak lingkungan secara […]

  • BANJIR BUKAN TAKDIR, TAPI ULAH ILEGAL LOGGING

    BANJIR BUKAN TAKDIR, TAPI ULAH ILEGAL LOGGING

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 627
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Setiap kali banjir melanda, pemandangan serupa muncul di berbagai wilayah Indonesia. Air merendam rumah warga, orang tua menggendong anak melintasi arus, dan keluarga berjuang menyelamatkan harta seadanya. Namun, banyak pihak masih menyebut peristiwa ini sebagai musibah alam, padahal tindakan manusia kerap memicu bencana tersebut. Praktik ilegal logging terus memperparah kondisi lingkungan. Oleh karena […]

expand_less