Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » 2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 626
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMATERA UTARA, Duasatunews.com – Sejumlah pemerintah daerah di Sumatera secara terbuka mengakui keterbatasan mereka dalam menangani bencana banjir. Kondisi tersebut langsung memicu perhatian publik nasional karena dampaknya meluas dan berulang.

Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi terus mengguyur wilayah Sumatera. Akibatnya, banjir merendam permukiman warga dan memutus akses transportasi. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat ikut terhenti.

Pidie Jaya Nyatakan Ketidaksanggupan Resmi

Salah satu daerah yang lebih dulu bersikap terbuka ialah Pidie Jaya. Bupati Sibral Malasyi menandatangani Surat Ketidaksanggupan Penanganan Bencana Alam tertanggal 25 November 2025.

Melalui surat tersebut, pemerintah kabupaten menjelaskan tingkat kerusakan yang tergolong berat. Banjir merusak rumah warga, infrastruktur jalan, serta fasilitas umum. Sementara itu, layanan publik tidak berjalan optimal.

Di sisi lain, keterbatasan anggaran dan peralatan mempersempit ruang gerak pemerintah daerah. Oleh karena itu, penanganan darurat tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Pemkab Minta Bantuan Pemerintah Provinsi

Sebagai langkah lanjutan, Bupati Pidie Jaya mengirim surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Aceh. Permintaan tersebut menekankan perlunya dukungan cepat dari tingkat provinsi.

Selain bantuan logistik, pemerintah kabupaten juga meminta dukungan pemulihan pascabencana. Dengan demikian, perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik dapat segera berjalan.

Banjir Juga Meluas di Daerah Lain

Tidak hanya Pidie Jaya, banjir turut melanda sejumlah wilayah lain di Sumatera. Di beberapa daerah, hujan deras memicu luapan sungai dan genangan luas.

Akibat kondisi tersebut, ribuan rumah warga terdampak. Bahkan, sejumlah jalur transportasi terputus sehingga distribusi barang terganggu. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi masyarakat melemah.

Presiden Tegaskan Negara Tidak Abai

Menanggapi situasi itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tegas. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan rakyat menghadapi bencana sendirian.

Menurut Presiden, keterbatasan daerah bukan alasan untuk menunda bantuan. “Jika daerah tidak sanggup, negara hadir. Itulah fungsi negara,” tegasnya.

BNPB dan Kementerian Diminta Bergerak

Selanjutnya, Presiden menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk segera turun ke lapangan. BNPB diminta mengirim bantuan logistik dan mengerahkan personel.

Di saat yang sama, pemerintah pusat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Koordinasi lintas kementerian pun terus diperkuat.

Cermin Lemahnya Kapasitas Daerah

Secara lebih luas, pernyataan ketidaksanggupan kepala daerah mencerminkan tantangan serius. Kapasitas daerah masih belum seimbang dengan risiko bencana yang meningkat.

Terlebih lagi, perubahan iklim memperparah intensitas bencana hidrometeorologi. Oleh sebab itu, penguatan kesiapsiagaan daerah menjadi kebutuhan mendesak.

Keselamatan Rakyat Tetap Prioritas

Pada akhirnya, pemerintah pusat memastikan keselamatan rakyat tetap menjadi prioritas utama. Penanganan bencana akan berlangsung secara terkoordinasi hingga kondisi benar-benar pulih.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investigasi Tambang Routa oleh GMII di Kementerian Kehutanan

    GMII Gelar Aksi Demonstrasi di Kementerian Kehutanan RI Soroti Dugaan Ancaman Lingkungan oleh PT. SCM di Routa

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) menggelar aksi demonstrasi di depan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pada Selasa (20/5/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap dugaan ancaman kerusakan lingkungan hidup dan terganggunya habitat satwa endemik anoa akibat aktivitas pertambangan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Massa aksi […]

  • peran Kadin Sulawesi Tenggara di bawah Anton Timbang di tengah tudingan yang beredar

    Mahasiswa Institut Stiami: Tudingan terhadap Anton Timbang Cederai Praduga Tak Bersalah

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 801
    • 1Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com — Sejumlah pihak mengaitkan Anton Timbang dengan dugaan kejahatan penambangan nikel di Kabupaten Konawe Utara. Namun, tudingan tersebut dinilai tidak berdasar dan bersifat spekulatif. Selain itu, narasi yang beredar mengabaikan asas praduga tak bersalah. Saat ini, Anton Timbang menjabat sebagai Ketua Kadin Sulawesi Tenggara. Meski demikian, sejumlah isu menyebut namanya tanpa menyertakan bukti hukum yang […]

  • Longsor dan banjir bandang Cisarua Bandung Barat menimbun rumah warga

    Longsor dan Banjir Bandang Terjang Cisarua Bandung Barat

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 575
    • 0Komentar

    BANDUNG, duasatunews.com – Tim gabungan masih mencari korban bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Sabtu siang, petugas mencatat tujuh orang meninggal dunia. Sejumlah warga lainnya masih hilang. Kapolsek Cisarua A.Y. Yogaswara menyampaikan bencana terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Warga lebih dulu mendengar suara […]

  • PW GPA Sumut Desak Pemkab Dairi dan Dinas P3AP2KB Bertanggung Jawab Atas Penganiayaan Bocah di Sidikalang

    PW GPA Sumut Desak Pemkab Dairi dan Dinas P3AP2KB Bertanggung Jawab Atas Penganiayaan Bocah di Sidikalang

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Dairi, (duasatunews.com) — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Sumatera Utara mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (P3AP2KB) Provinsi Sumatera Utara untuk bertanggung jawab penuh atas kasus kekerasan yang menimpa bocah, AP (7), di Sidikalang. Wakil ketua PW GPA Sumut, H. Limbong , menegaskan bahwa negara […]

  • banjir bandang dan sungai

    Menelusuri Evolusi Sungai dari Bumi Purba hingga Sumber Bencana

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Banjir bandang sering dianggap sebagai kesalahan sungai. Padahal, aliran sungai bergerak mengikuti kodrat alamnya. Cara manusia memperlakukan sungailah yang menentukan apakah air tetap terkendali atau berubah menjadi bencana. Ketika hujan ekstrem datang, kesalahan tata kelola langsung memperbesar risiko. JAKARTA, duasatunews.com — Tuduhan kembali mengarah ke sungai saat banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera […]

  • Pengunjung BBWI Travel Fair 2026 mencari paket wisata keluarga di Surabaya

    BBWI Travel Fair x BINA 2026 Hadirkan Inspirasi Wisata Keluarga Saat Libur Sekolah

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 185
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Kementerian Pariwisata menghadirkan “BBWI Travel Fair x BINA 2026” untuk memberi inspirasi wisata keluarga saat libur sekolah. Melalui acara ini, masyarakat diajak menikmati perjalanan yang dekat, fleksibel, dan tetap berkesan. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan masyarakat dapat menemukan pengalaman baru lewat wisata domestik. “ Kami ingin mengajak masyarakat menemukan pengalaman baru melalui perjalanan […]

expand_less