Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » 2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 739
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMATERA UTARA, Duasatunews.com – Sejumlah pemerintah daerah di Sumatera secara terbuka mengakui keterbatasan mereka dalam menangani bencana banjir. Kondisi tersebut langsung memicu perhatian publik nasional karena dampaknya meluas dan berulang.

Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi terus mengguyur wilayah Sumatera. Akibatnya, banjir merendam permukiman warga dan memutus akses transportasi. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat ikut terhenti.

Pidie Jaya Nyatakan Ketidaksanggupan Resmi

Salah satu daerah yang lebih dulu bersikap terbuka ialah Pidie Jaya. Bupati Sibral Malasyi menandatangani Surat Ketidaksanggupan Penanganan Bencana Alam tertanggal 25 November 2025.

Melalui surat tersebut, pemerintah kabupaten menjelaskan tingkat kerusakan yang tergolong berat. Banjir merusak rumah warga, infrastruktur jalan, serta fasilitas umum. Sementara itu, layanan publik tidak berjalan optimal.

Di sisi lain, keterbatasan anggaran dan peralatan mempersempit ruang gerak pemerintah daerah. Oleh karena itu, penanganan darurat tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Pemkab Minta Bantuan Pemerintah Provinsi

Sebagai langkah lanjutan, Bupati Pidie Jaya mengirim surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Aceh. Permintaan tersebut menekankan perlunya dukungan cepat dari tingkat provinsi.

Selain bantuan logistik, pemerintah kabupaten juga meminta dukungan pemulihan pascabencana. Dengan demikian, perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik dapat segera berjalan.

Banjir Juga Meluas di Daerah Lain

Tidak hanya Pidie Jaya, banjir turut melanda sejumlah wilayah lain di Sumatera. Di beberapa daerah, hujan deras memicu luapan sungai dan genangan luas.

Akibat kondisi tersebut, ribuan rumah warga terdampak. Bahkan, sejumlah jalur transportasi terputus sehingga distribusi barang terganggu. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi masyarakat melemah.

Presiden Tegaskan Negara Tidak Abai

Menanggapi situasi itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tegas. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan rakyat menghadapi bencana sendirian.

Menurut Presiden, keterbatasan daerah bukan alasan untuk menunda bantuan. “Jika daerah tidak sanggup, negara hadir. Itulah fungsi negara,” tegasnya.

BNPB dan Kementerian Diminta Bergerak

Selanjutnya, Presiden menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk segera turun ke lapangan. BNPB diminta mengirim bantuan logistik dan mengerahkan personel.

Di saat yang sama, pemerintah pusat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Koordinasi lintas kementerian pun terus diperkuat.

Cermin Lemahnya Kapasitas Daerah

Secara lebih luas, pernyataan ketidaksanggupan kepala daerah mencerminkan tantangan serius. Kapasitas daerah masih belum seimbang dengan risiko bencana yang meningkat.

Terlebih lagi, perubahan iklim memperparah intensitas bencana hidrometeorologi. Oleh sebab itu, penguatan kesiapsiagaan daerah menjadi kebutuhan mendesak.

Keselamatan Rakyat Tetap Prioritas

Pada akhirnya, pemerintah pusat memastikan keselamatan rakyat tetap menjadi prioritas utama. Penanganan bencana akan berlangsung secara terkoordinasi hingga kondisi benar-benar pulih.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo Terpilih Jadi Punggawa Baru KKTS

    Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo Terpilih Jadi Punggawa Baru KKTS

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 1.467
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Tolaki Samaturu (KKTS) secara resmi memilih pimpinan baru KKTS pada Sabtu, 12 Juli 2025. Panitia menggelar Mubes nasional ini di Gedung Kosek IKN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dan menghadirkan perwakilan masyarakat Tolaki dari berbagai daerah. Peserta Mubes secara mufakat menetapkan Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo sebagai pimpinan […]

  • Masda Agus: Dana Jaminan Reklamasi Harus Dikembalikan ke Daerah

    Masda Agus: Dana Jaminan Reklamasi Harus Dikembalikan ke Daerah

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Isu pengelolaan dana reklamasi kembali mengemuka seiring lambannya pemulihan lingkungan pascatambang di sejumlah daerah. Pemerhati lingkungan hidup, Masda Agus, menilai dominasi pemerintah pusat dalam pengelolaan dana tersebut membuat pemerintah daerah sulit bergerak cepat. Masda mendorong pemerintah agar memberi ruang lebih besar kepada daerah dalam mengelola dana jaminan reklamasi. Menurutnya, daerah memahami kondisi […]

  • Perintah Tegas Prabowo: Swasembada Pangan dan Energi Wajib Terwujud, Ditegaskan Dua Kali di Hadapan Kabinet

    Perintah Tegas Prabowo: Swasembada Pangan dan Energi Wajib Terwujud, Ditegaskan Dua Kali di Hadapan Kabinet

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 694
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Ketergantungan Indonesia pada impor pangan dan energi kembali memunculkan risiko serius bagi masyarakat. Kenaikan harga bahan pokok, tekanan biaya energi, dan beban APBN menjadi dampak yang langsung dirasakan publik. Di tengah konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok global, pemerintah menilai ketahanan pangan dan energi tidak lagi sekadar agenda pembangunan, melainkan kebutuhan mendesak. Situasi […]

  • Forum Pemuda Mahasiswa Aktivis Indonesia (FPMAI) Sulawesi Tenggara menggelar aksi demonstrasi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia

    FPMAI Sultra Desak Aparat Usut Legalitas Tambang dan Material Proyek Banjir Konaweeha

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Jakarta, (DUASATUNEWS.COM) — Forum Pemuda Mahasiswa Aktivis Indonesia (FPMAI) Sulawesi Tenggara menggelar aksi di Mabes Polri. Kamis 22 Oktober 2026. Mereka mendesak aparat mengusut dugaan pertambangan batu tanpa izin di Desa Wawohine, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, serta menelusuri legalitas sumber material Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha senilai Rp12,29 miliar. Massa aksi mendesak Bareskrim Mabes Polri […]

  • Antonio Guterres PBB dorong perundingan AS Iran

    Perundingan AS Iran: PBB Desak Itikad Baik

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 354
    • 0Komentar

    PBB (duasatunews.com) – Perundingan AS Iran kembali menjadi perhatian internasional setelah Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menunjukkan itikad baik sejak awal proses diplomasi. Ia menilai langkah ini sebagai peluang penting untuk meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan. Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menyatakan bahwa Guterres menyambut rencana dialog […]

  • perhatian pemerintah Sulut di wilayah kepulauan dengan aktivitas masyarakat pesisir dan transportasi perahu

    Perhatian Pemerintah Sulut Didorong Komisi XIII DPR untuk Wilayah Kepulauan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Perhatian pemerintah Sulut kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, meminta pemerintah pusat meningkatkan fokus pada wilayah kepulauan di Sulawesi Utara. Ia menilai wilayah ini menghadapi tantangan geografis yang kompleks. Wilayah tersebut terdiri dari banyak pulau kecil, sebagian masuk kategori 3T, dan rawan bencana. Karena itu, pemerintah pusat perlu menyusun kebijakan […]

expand_less