Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Di Depan Presiden Prabowo, Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Jaksa Agung: 192 Pejabat Dicopot

Di Depan Presiden Prabowo, Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Jaksa Agung: 192 Pejabat Dicopot

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 651
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com — Penertiban di sektor pertanian kembali mengemuka ke ruang publik. Kali ini, perhatian tertuju pada pernyataan Menteri Pertanian yang mengaku kerap menyebut nama pejabat penegak hukum saat pengawasan lapangan. Karena menyangkut distribusi pangan dan pupuk, isu ini langsung berdampak pada kepentingan petani dan konsumen.

Di sisi lain, pemerintah tengah mendorong percepatan swasembada pangan. Karena itu, publik menilai pengawasan di sektor ini tidak boleh menyisakan celah pelanggaran.

Isu Muncul di Tengah Agenda Strategis

Isu tersebut mencuat dalam acara Panen Raya dan Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026). Acara ini menjadi panggung penting bagi pemerintah untuk menunjukkan arah kebijakan pangan nasional.

Namun, di tengah optimisme itu, persoalan tata kelola kembali muncul. Oleh sebab itu, pernyataan pejabat negara dalam forum tersebut mendapat sorotan luas.

Pernyataan Menteri di Hadapan Presiden

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara terbuka mengakui sering menyebut nama Jaksa Agung ST Burhanuddin saat turun ke lapangan. Ia menyampaikan hal itu di hadapan Presiden Prabowo Subianto serta jajaran pejabat negara.

Menurut Amran, langkah tersebut ia ambil sebagai peringatan keras. Dengan cara itu, ia berharap jajaran internal tidak melakukan penyimpangan. Terutama, ia menyoroti distribusi pangan, pupuk, dan program strategis nasional.

Sementara itu, Amran menegaskan bahwa kementeriannya tidak memberi toleransi terhadap pelanggaran. Karena itu, ia mengklaim penindakan berjalan tanpa pandang bulu.

Penindakan dan Data Internal

Selain pernyataan tersebut, Amran memaparkan data penertiban di lingkungan Kementerian Pertanian. Hingga awal Januari 2026, kementerian mencopot 192 pejabat dari jabatannya.

Lebih lanjut, aparat penegak hukum telah menetapkan 76 orang sebagai tersangka. Kasusnya beragam, mulai dari penyalahgunaan wewenang hingga dugaan korupsi. Akibatnya, negara dan petani mengalami kerugian.

Namun demikian, data tersebut juga memunculkan pertanyaan lanjutan. Publik menilai penindakan harus diiringi pencegahan yang lebih sistematis.

Kritik dan Tanggapan Publik

Di sisi lain, pernyataan “menjual nama” penegak hukum memicu kritik. Sejumlah pengamat menilai pendekatan itu berisiko menimbulkan kesan intimidatif. Apalagi, jika tidak disertai mekanisme hukum yang transparan.

Selain itu, publik menekankan pentingnya sistem pengawasan yang kuat. Mereka menilai penegakan hukum tidak boleh bergantung pada figur tertentu. Sebaliknya, negara perlu membangun tata kelola yang konsisten dan terukur.

Dampak Langsung bagi Petani dan Daerah

Jika penertiban berjalan konsisten, maka petani berpotensi merasakan manfaat langsung. Distribusi pupuk bisa lebih tepat sasaran. Harga pangan pun lebih stabil.

Sebaliknya, jika pengawasan hanya bersifat reaktif, masalah lama bisa kembali muncul. Karena itu, daerah membutuhkan kebijakan yang berkelanjutan, bukan sekadar langkah sesaat.

Konsistensi Jadi Ujian Pemerintah

Pada akhirnya, pemerintah menegaskan komitmen membersihkan sektor pertanian. Namun, komitmen itu membutuhkan konsistensi dan keterbukaan. Tanpa itu, kepercayaan publik sulit terjaga.

Dengan demikian, agenda swasembada pangan tidak hanya soal produksi. Lebih dari itu, agenda ini menjadi ujian tata kelola dan penegakan hukum di sektor strategis nasional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran klaim serangan AS Israel melalui peluncuran rudal ke Timur Tengah

    Iran Klaim Serangan AS Israel Hantam 14 Pangkalan AS

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 373
    • 0Komentar

    TEHRAN, (dusatunews.com) – Iran klaim serangan AS Israel menghantam 14 pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pada Sabtu (28/2). Otoritas militer Iran menyampaikan klaim itu saat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat. Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters menyebut pasukan Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat yang memiliki […]

  • GPM Sultra Desak Kejagung Telusuri Beneficial Owner PT CNI

    GPM Sultra Desak Kejagung Telusuri Beneficial Owner PT CNI

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jakarta, (DUASATUNEWS.COM) — Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (GPM) Sulawesi Tenggara (Sultra) Jakarta mendesak Kejaksaan Agung mengusut lebih jauh dugaan korupsi tata kelola komoditas nikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) periode 2017-2020. GPM menilai pengusutan perkara tersebut tidak cukup berhenti pada pemeriksaan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan. Organisasi itu meminta penyidik menelusuri pihak yang […]

  • Mars Pemuda 21 dinyanyikan dalam konsolidasi gerakan pemuda

    Mars Pemuda 21 Diluncurkan, Pertegas Arah Gerakan Pemuda

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 765
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Organisasi kepemudaan Pemuda 21 resmi meluncurkan Mars Pemuda 21 sebagai simbol identitas dan arah perjuangan gerakan. Melalui peluncuran ini, organisasi menegaskan komitmen dalam memperjuangkan keadilan sosial serta memperkuat peran pemuda di ruang publik. Pada tahap awal, Pemuda 21 menjadikan peluncuran mars sebagai bagian dari penguatan konsolidasi internal. Dengan langkah tersebut, organisasi ingin […]

  • Wapres Gibran tinjau makan bergizi gratis Wamena

    Murid SMAN 1 Wamena Sebut Porsi MBG Lebih Banyak Saat Kunjungan Gibran

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 607
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Program makan bergizi gratis Wamena kembali menarik perhatian setelah sejumlah siswa SMA Negeri 1 Wamena, Papua Pegunungan, menyampaikan pengalaman mereka saat Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi sekolah tersebut pada Rabu (14/1/2026). Porsi Makanan Dinilai Lebih Banyak Beberapa siswa menilai porsi menu pada hari kunjungan tampak lebih banyak dari biasanya. Siswa […]

  • ott lsm st nikel saat penangkapan di kendari

    OTT LSM atau Skenario? HMI Desak Bongkar Peran Perusahaan dan Aparat

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Kepolisian melalui Polresta Kendari menangkap sejumlah oknum LSM dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kasus ini terkait dugaan pemerasan yang menyeret PT ST Nikel Resource di Konawe. Kasus tersebut langsung memicu perhatian publik. Selain itu, banyak pihak meminta aparat mengusut perkara ini secara terbuka dan menyeluruh. Desakan Transparansi Penanganan Kasus Sekretaris Jenderal PTKP […]

  • Kasus ekspor nikel PT CNI di Sultra menyebabkan kerugian negara Rp401 miliar. Kejagung mengamankan uang pengganti.

    Kejagung Amankan Rp401 Miliar Kerugian Negara dari Kasus Ekspor Nikel PT CNI

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com)  — Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola nikel yang melibatkan PT CNI pada periode 2017–2020. Dalam perkara tersebut, Kejagung menyebut dugaan korupsi ekspor nikel PT CNI menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp401 miliar berdasarkan Laporan Hasil Penghitungan […]

expand_less