Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Kisah suku Nomaden di pusat pembangunan Papua yang harus gotong orang sakit lewati hutan belantara – “Mengapa negara tidak melihat kami?

Kisah suku Nomaden di pusat pembangunan Papua yang harus gotong orang sakit lewati hutan belantara – “Mengapa negara tidak melihat kami?

  • account_circle Darman
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 692
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga adat Elseng Kampung Omon di Kabupaten Jayapura, Papua, telah lebih dari tiga dekade meninggalkan pola hidup nomaden atas permintaan pemerintah. Namun hingga kini, warga masih hidup terisolasi tanpa akses listrik, pendidikan, layanan kesehatan, dan jaringan komunikasi.

Jakarta, duasatunews.com — Komunitas adat Elseng telah lebih dari tiga dekade meninggalkan pola hidup nomaden setelah pemerintah meminta mereka menetap di Kampung Omon, Kabupaten Jayapura, Papua. Namun hingga kini, kampung binaan tersebut belum menyediakan fasilitas dasar bagi warganya.

Kampung Omon yang berada di perbukitan sisi selatan Jayapura itu belum memiliki listrik, sekolah, layanan kesehatan, maupun jaringan telekomunikasi. Kondisi ini membuat warga hidup dalam keterisolasian ekstrem di tengah wilayah yang sejak lama diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan.

Warga Menggotong Pasien Berjam-jam Melintasi Hutan

Setiap kali warga Elseng jatuh sakit parah, keluarga dan kerabat harus menggotong pasien dengan berjalan kaki selama enam hingga delapan jam menuju kampung terdekat yang memiliki fasilitas kesehatan. Mereka melewati jalan setapak curam dan licin di tengah hutan hujan tropis.

Tidak jarang pasien meninggal dunia sebelum mencapai klinik. Dalam sejumlah peristiwa, keluarga memakamkan jenazah di tengah hutan, tepat di jalur yang sebelumnya mereka lalui untuk mencari pertolongan medis.

Janji Pembangunan Tak Pernah Terwujud

Salah satu tokoh adat Elseng menyampaikan kekecewaan warga terhadap negara. Menurutnya, pemerintah meminta mereka menetap dengan janji pembangunan, tetapi hingga kini warga belum merasakan kehadiran negara secara nyata.

“Kami sudah diminta tinggal menetap di sini, tapi negara tidak pernah benar-benar hadir,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah gagal menepati komitmen awal yang menyertai perubahan cara hidup masyarakat adat Elseng.

Wilayah Tua Administratif, Namun Warga Tetap Terpencil

Secara administratif, Kampung Omon berada di Kabupaten Jayapura, salah satu wilayah tertua di Tanah Papua. Sejak masa kolonial Belanda, kawasan ini dirancang sebagai pusat pemerintahan dan status tersebut berlanjut setelah Papua bergabung dengan Indonesia pasca Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

Ironisnya, sebagian masyarakat adat di wilayah tersebut justru hidup tanpa akses pendidikan, layanan kesehatan, dan sarana komunikasi. Anak-anak Elseng nyaris tidak tersentuh pendidikan formal, sementara layanan dasar masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi.

Pemerintah Daerah Akui Keterisolasian

Wakil Bupati Jayapura, Haris Yocku, mengakui bahwa Kampung Omon termasuk wilayah terisolasi dengan tantangan geografis yang berat. Ia menyebut jarak dan kondisi alam sebagai kendala utama pembangunan.

Menurut Haris, pemerintah daerah telah memasukkan pembangunan jalan menuju Kampung Omon ke dalam agenda prioritas guna membuka keterisolasian warga.

“Pemerintah daerah sudah merencanakan pembangunan akses jalan menuju Kampung Omon agar masyarakat tidak lagi terisolasi,” ujarnya.

Warga Masih Menunggu Kehadiran Negara

Bagi warga Elseng, rencana pembangunan bukanlah hal baru. Selama puluhan tahun, mereka hidup berdampingan dengan berbagai proyek dan narasi pembangunan Papua. Namun dalam praktiknya, mereka tetap harus memikul orang sakit melintasi hutan belantara demi mendapatkan layanan kesehatan.

Kondisi tersebut menjadi gambaran kontras antara narasi kemajuan dan realitas yang masih dihadapi masyarakat adat di pedalaman Papua.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

    2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 677
    • 0Komentar

    SUMATERA UTARA, Duasatunews.com – Sejumlah pemerintah daerah di Sumatera secara terbuka mengakui keterbatasan mereka dalam menangani bencana banjir. Kondisi tersebut langsung memicu perhatian publik nasional karena dampaknya meluas dan berulang. Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi terus mengguyur wilayah Sumatera. Akibatnya, banjir merendam permukiman warga dan memutus akses transportasi. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat […]

  • DPRD Prioritaskan KJP KJMU saat efisiensi anggaran untuk menjaga program pendidikan, subsidi pangan, dan penanganan banjir di Jakarta

    DPRD DKI Pastikan KJP, KJMU dan Program Warga Tetap Aman di Tengah Efisiensi Anggaran

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – DPRD Prioritaskan KJP KJMU sebagai program utama yang tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menghadapi tekanan fiskal tanpa mengurangi layanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menegaskan bahwa DPRD akan mengawal seluruh proses penganggaran agar tetap berpihak kepada warga. Menurutnya, […]

  • Curhat Masalah Rumah Tangga di Live Facebook, Seorang Pria Singgung Ormas Tolaki

    Curhat Masalah Rumah Tangga di Live Facebook, Seorang Pria Singgung Ormas Tolaki

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sebuah siaran langsung di media sosial Facebook menarik perhatian publik. Seorang pria menyampaikan persoalan rumah tangganya secara terbuka dalam tayangan tersebut. Ia juga menyinggung keberadaan salah satu organisasi masyarakat (ormas) berbasis adat Tolaki. Video berdurasi beberapa menit itu cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Pada awal siaran, pria tersebut menyampaikan keluhan […]

  • Prabowo WEF Davos sampaikan pidato ekonomi

    Prabowo WEF Davos Tegaskan Disiplin Fiskal

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Prabowo WEF Davos menegaskan komitmen Indonesia menjaga stabilitas ekonomi dan disiplin fiskal di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sikap tersebut saat berbicara di forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (waktu setempat). Forum World Economic Forum mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha global, dan pembuat […]

  • 41.578 personel Polri naik pangkat dalam upacara kenaikan pangkat yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

    Personel Polri Naik Pangkat, 54 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Personel Polri naik pangkat dalam upacara yang berlangsung di Mabes Polri pada Selasa (30/6/2026). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung prosesi tersebut. Polri menaikkan pangkat 41.578 personel sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, prestasi, dan pengabdian dalam menjalankan tugas kepolisian. Kenaikan pangkat tersebut mencakup perwira tinggi, perwira menengah, perwira pertama, bintara, hingga tamtama. […]

  • Program rumah layak huni Papua bagi warga dengan pembangunan rumah oleh pemerintah

    Wagub PBD Dukung Program 21 Ribu Rumah Layak Huni untuk Warga Papua

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Wakil Gubernur Papua Barat Daya (PBD), Ahmad Nausrau, mendukung penuh program pembangunan dan rehabilitasi 21.000 rumah layak huni bagi masyarakat di Tanah Papua. Program ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan hunian di wilayah tersebut. Ahmad Nausrau menyampaikan dukungan itu setelah menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Rabu […]

expand_less