Sumbar Siapkan Rp2 Miliar Perbaiki Irigasi untuk Aliri 5.500 Hektare Sawah di Solok
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 212
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lahan persawahan di Kabupaten Solok yang bergantung pada saluran irigasi Banda Gadang–Koto Guguak.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Perbaikan irigasi Kabupaten Solok menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk memulihkan aliran air ke sekitar 5.500 hektare sawah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan anggaran tersebut melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumbar. Pemerintah menjadikan program ini sebagai bagian dari penanganan jangka panjang infrastruktur irigasi.
“Untuk penanganan permanen, kami sudah mengalokasikan Rp2 miliar melalui Dinas PSDA Provinsi,” kata Mahyeldi saat meninjau lokasi irigasi di Kabupaten Solok.
Pemerintah memfokuskan anggaran tersebut untuk membenahi saluran irigasi di Nagari Banda Gadang dan Koto Guguak, Kecamatan Gunung Talang. Saluran ini berperan penting karena menopang pengairan lahan persawahan masyarakat.
Selain dana APBD, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menggandeng Bank Nagari. Pemerintah meminta dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk memperbaiki bagian hulu irigasi atau Kapalo Banda.
“Untuk pembenahan Kapalo Banda, kami meminta dukungan CSR Bank Nagari,” ujar Mahyeldi.
Pemerintah mempercepat perbaikan irigasi setelah banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 menimbulkan endapan lumpur. Sedimen tersebut menutup saluran dan menghambat aliran air.
Kondisi itu sempat mengganggu pasokan air ke sawah di lima nagari, yakni Kotogaek Guguak, Kotogadang Guguak, Jawi-Jawi Guguak, Talang, dan Cupak. Gangguan tersebut berdampak langsung pada aktivitas pertanian warga.
Pemerintah daerah berharap perbaikan irigasi ini segera memulihkan distribusi air. Pemerintah juga menargetkan peningkatan produktivitas pertanian. Upaya ini sekaligus menjaga peran Kabupaten Solok sebagai sentra produksi padi utama di Sumatera Barat.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: Copyright © 2026 duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar