Sanksi G7 terhadap Iran Picu Ketegangan
- account_circle adrian moita
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 325
- comment 0 komentar
- print Cetak

Massa berkumpul dalam aksi demonstrasi di Teheran, Iran, menyuarakan tuntutan terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Aksi protes yang berlangsung sejak akhir Desember 2025 tersebut menjadi perhatian internasional dan memicu pernyataan dari sejumlah negara anggota G7.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) — Sanksi G7 terhadap Iran kembali memicu ketegangan diplomatik antara Teheran dan kelompok negara industri maju tersebut. Pemerintah Iran mengecam keras pernyataan terbaru Group of Seven (G7) yang membuka peluang pemberlakuan pembatasan tambahan.
Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan kecaman melalui pernyataan resmi di Telegram. Dalam keterangan tersebut, Teheran menilai sikap G7 sebagai campur tangan dalam urusan domestik serta mencerminkan standar ganda dalam isu hak asasi manusia.
Respons Iran atas Sanksi G7 terhadap Iran
G7 sebelumnya menyampaikan keprihatinan atas gelombang protes yang berlangsung di Iran. Kelompok itu menyebut siap menjatuhkan sanksi tambahan apabila pemerintah dianggap merespons aksi secara berlebihan.
Sebagai tanggapan, pejabat Iran menegaskan bahwa kebijakan dalam negeri sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah berdaulat. Mereka juga menilai tekanan eksternal hanya akan memperburuk stabilitas kawasan dan meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Protes dan Faktor Ekonomi
Gelombang aksi muncul sejak akhir Desember 2025 akibat lonjakan inflasi serta melemahnya nilai tukar rial. Demonstrasi kemudian meluas ke berbagai kota besar dan melibatkan beragam kelompok masyarakat.
Pada 8 Januari, intensitas protes meningkat setelah Reza Pahlavi menyerukan perlawanan terhadap pemerintah. Aparat kemudian membatasi akses internet di sejumlah wilayah guna mengendalikan situasi dan membatasi penyebaran informasi.
Di beberapa kota, bentrokan terjadi antara demonstran dan aparat keamanan. Media internasional melaporkan adanya korban di kedua pihak, meskipun jumlah pastinya belum dapat diverifikasi secara independen oleh lembaga pemantau.
Dampak Regional dan Diplomasi Global
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan jika Iran tetap melanjutkan program rudal dan nuklirnya. Ia juga mengaitkan isu tersebut dengan dinamika keamanan regional.
Sejumlah analis menilai bahwa eskalasi tekanan politik dan ekonomi dapat memengaruhi stabilitas kawasan Teluk. Oleh karena itu, beberapa negara mendorong pendekatan diplomasi dan dialog untuk mencegah ketegangan semakin meluas.
Hingga kini, Sanksi G7 terhadap Iran masih menjadi perhatian komunitas internasional. Pemerintah Iran tetap menegaskan bahwa persoalan ini merupakan isu domestik yang tidak memerlukan campur tangan pihak luar.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
