Pupuk Indonesia Gandeng Perusahaan Fosfat Aljazair untuk Amankan Bahan Baku dan Tekan Harga Pupuk
- account_circle Adrian moita
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- visibility 209
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan perusahaan tambang fosfat Aljazair, yang anak usaha Grup Sonarem, Somiphos di Aljir, Aljazair, Selasa (20/1/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – PT Pupuk Indonesia menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang fosfat Aljazair, Somiphos, untuk mengamankan pasokan bahan baku pupuk nasional. Langkah ini bertujuan menekan biaya produksi dan menjaga harga pupuk tetap terjangkau bagi petani.
Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Aljir, Aljazair, Selasa (20/1/2026). Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dan Direktur Utama Somiphos Mokhtar Lakhal menandatangani kesepakatan tersebut. Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab menyaksikan langsung penandatanganan itu.
Pemerintah Perkuat Hulu Industri Pupuk
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menilai kemitraan fosfat ini sebagai langkah strategis. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat sektor hulu industri pupuk nasional.
“Kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk menekan biaya produksi pupuk. Dengan begitu, petani bisa memperoleh pupuk dengan harga lebih murah,” ujar Sudaryono di Jakarta.
Ia menegaskan, ketergantungan impor bahan baku selama ini membebani struktur biaya pupuk. Karena itu, kemitraan jangka menengah dan panjang dengan negara produsen fosfat menjadi sangat penting.
Pasokan Fosfat dan Peluang Investasi Bersama
Kerja sama ini mencakup kajian pasokan fosfat dari Aljazair untuk kebutuhan industri pupuk nasional. Kedua pihak juga membuka peluang investasi bersama di sektor penambangan dan pengolahan fosfat.
Fosfat merupakan bahan baku strategis dalam produksi pupuk. Unsur ini berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga hasil panen.
Komitmen Dukung Ketahanan Pangan
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyatakan, kerja sama ini sejalan dengan kebijakan pemerintah di sektor pangan. Perusahaan terus menjajaki kemitraan dengan negara sahabat.
“Langkah ini penting untuk menjamin ketersediaan bahan baku. Kami ingin pupuk tersedia dengan harga terjangkau bagi petani,” kata Rahmad.
MoU tersebut berlaku selama 18 bulan. Selama periode itu, kedua pihak akan melakukan studi teknis dan ekonomi, pertukaran data, serta penjajakan tahap awal industri pengolahan fosfat. Pemerintah berharap kerja sama ini meningkatkan efisiensi industri pupuk dan mendukung program swasembada pangan nasional.
- Penulis: Adrian moita
- Editor: Saidul laopua
