Prabowo ke Paris Penuhi Undangan Macron
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- visibility 198
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuruni tangga pesawat kepresidenan setibanya di Paris, Prancis, Jumat (waktu setempat), dalam rangka kunjungan resmi memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Prabowo ke Paris pada Jumat siang waktu setempat setelah menyelesaikan agenda internasional di Swiss. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan perjalanan tersebut untuk memenuhi undangan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sebelumnya, Presiden Prabowo merampungkan seluruh rangkaian kegiatan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos-Klosters, Swiss. Setelah itu, Presiden dan rombongan bertolak dari Bandara Internasional Zurich menggunakan pesawat kepresidenan pada pukul 13.51 waktu setempat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan tujuan kunjungan Presiden ke Paris. Menurutnya, Presiden memenuhi undangan resmi dari Presiden Macron.
“Memenuhi undangan Presiden Macron,” ujar Sugiono.
Dalam perjalanan menuju Paris, Presiden Prabowo mendapat pendampingan dari putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo. Selain itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut mendampingi Presiden selama penerbangan.
Sebelum keberangkatan, sejumlah pejabat melepas Presiden di bandara. Mereka antara lain Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss I Gede Ngurah Swajaya. Selain itu, Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa Sidharto R. Suryodipuro serta Atase Darat RI untuk Prancis merangkap Swiss Aji Nugroho juga hadir.
Selama berada di Prancis, Presiden Prabowo dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron. Melalui pertemuan tersebut, pemerintah berharap kedua negara dapat memperkuat hubungan bilateral.
Pada saat yang sama, kunjungan ini menjadi bagian dari diplomasi internasional Indonesia. Dengan demikian, pemerintah menargetkan peningkatan kerja sama strategis, khususnya di bidang pertahanan, ekonomi, investasi, dan industri. Ke depan, Indonesia berharap kemitraan dengan Prancis dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
