Breaking News
light_mode
Beranda » Metro » Penanganan Banjir Jakarta: Pramono Siapkan Flyover

Penanganan Banjir Jakarta: Pramono Siapkan Flyover

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 398
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Penanganan banjir Jakarta menjadi perhatian utama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setiap kali hujan turun di Ibu Kota. Sejak memimpin Jakarta, hujan deras membuatnya terus memantau potensi genangan serta kesiapan jajaran pemerintah daerah di berbagai wilayah rawan.

Hal tersebut Pramono sampaikan saat menghadiri Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

“Sebagai gubernur, setiap kali hujan turun sekarang saya tidak bisa tidur. Dulu, kalau hujan saya bisa tidur nyenyak,” ujar Pramono di hadapan peserta acara.

Penanganan Banjir Jakarta Jadi Prioritas Gubernur DKI

Pramono menjelaskan bahwa setiap hujan turun, dirinya langsung berdiskusi dengan sang istri, Endang Nugrahani, untuk memantau kondisi Jakarta. Menurutnya, kewaspadaan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai kepala daerah.

Ia mencontohkan sejumlah kejadian banjir sepanjang Januari lalu. Pada periode tersebut, Pramono mengaku hampir tidak beristirahat karena terus memantau kesiapan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Pada 12 Januari, 18 Januari, dan 22 Januari, saya hampir tidak tidur. Saya terus mengontrol rekan-rekan di lapangan untuk memastikan kesiapan menghadapi banjir,” ucapnya.

Kewaspadaan Pemprov DKI dalam Pengendalian Banjir Jakarta

Setiap curah hujan meningkat, Pramono meminta seluruh jajaran tetap siaga. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas dinas memegang peranan penting untuk meminimalkan dampak genangan di permukiman warga dan ruas jalan utama.

Menurutnya, kesiapsiagaan aparat di lapangan menjadi kunci agar pengendalian banjir Jakarta berjalan cepat dan terukur.

Daan Mogot Masuk Fokus Penanganan Genangan Air Jakarta

Dalam upaya mengatasi banjir, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah jangka pendek, menengah, hingga panjang. Salah satu fokus utama berada di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang kerap tergenang saat hujan deras.

Pramono menyebut wilayah tersebut rawan genangan karena posisi jalan berada lebih rendah dibandingkan Sungai Mookervaart. Ketika debit air sungai meningkat, air dengan mudah meluap ke badan jalan dan memicu kemacetan panjang.

Flyover Daan Mogot Disiapkan untuk Mengurangi Risiko Banjir

Sebagai solusi jangka menengah hingga panjang, Pramono mempertimbangkan pembangunan flyover di kawasan Daan Mogot dengan panjang lebih dari dua kilometer.

“Untuk jangka menengah, saya sedang memikirkan pembangunan flyover di lokasi ini,” kata Pramono.

Ia menilai, penanganan genangan di Daan Mogot tidak cukup jika hanya mengandalkan langkah jangka pendek. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Bina Marga segera melakukan kajian teknis dan perhitungan pembangunan flyover.

“Kalau mau solusi menengah dan panjang, ya harus flyover. Kalau curah hujan mencapai 100 milimeter saja, Sungai Mookervaart pasti meluap ke jalan,” ujarnya.

Pompa Stasioner Diperkuat untuk Pengendalian Air dan Banjir

Sementara itu, untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta akan membangun pompa stasioner di kawasan Daan Mogot KM 13. Pompa tersebut akan ditempatkan di tiga titik, yakni KM 13, KM 13A, dan KM 13B.

Dengan keberadaan pompa stasioner, kapasitas pemompaan air meningkat signifikan hingga sekitar 7.000 liter per detik.

“Sebelumnya, kapasitas pompa di lokasi ini hanya sekitar 1.000 liter per detik dan bersifat mobile. Sekarang, kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 7.000 liter per detik,” jelas Pramono.

Normalisasi Sungai Jadi Strategi Mitigasi Banjir Jakarta

Selain di Daan Mogot, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta terus melakukan normalisasi sungai di sejumlah wilayah rawan. Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut menjadi bagian dari program tersebut.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk menekan dampak banjir Jakarta secara menyeluruh.

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 637
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Gadget terbaru 2023 menjadi penanda utama perkembangan teknologi gadget 2023 yang semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat modern.Seiring percepatan teknologi yang terus berlangsung, tahun 2023 menjadi bukti nyata kreativitas manusia. Dunia gadget kini tidak lagi sekadar soal fungsi. Teknologi hadir untuk memperluas potensi manusia dan menembus batas baru. Selain itu, perangkat digital […]

  • "Rano Karno menyampaikan pidato pada acara Jazz Goes to Campus (JGTC) bertajuk The City Series 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki."

    Jakarta Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Motor Penggerak Perekonomian Global

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota kreatif global. Ia yakin bahwa ekonomi kreatif Jakarta dapat membuka peluang besar di bidang seni dan budaya. Oleh karena itu, Pemerintah DKI Jakarta akan memperkuat ekonomi kreatif dengan menghidupkan kembali berbagai ruang kreatif di kota ini. Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Sebagai Pusat Seni […]

  • Pembatasan senjata strategis dalam Perjanjian New START

    Perjanjian New START: Rusia Tak Lagi Terikat Kewajiban

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Moskow, duasatunews.com — Perjanjian New START memasuki fase baru setelah pemerintah Rusia menyatakan bahwa mulai 4 Februari para pihak tidak lagi mematuhi kewajiban dan deklarasi simetris. Rusia menegaskan setiap negara kini bebas menentukan langkah lanjutan terkait kebijakan senjata strategis. Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu (4/2). Pemerintah Rusia mengaku telah mengajukan upaya […]

  • GPM Jabodetabek Desak Kejagung & Kajati Sulbar Usut Tuntas Kasus Dugaan Makelar Jual Beli Titik yang Melibatkan Beberapa Oknum Ketua Yayasan

    GPM Jabodetabek Desak Kejagung & Kajati Sulbar Usut Tuntas Kasus Dugaan Makelar Jual Beli Titik yang Melibatkan Beberapa Oknum Ketua Yayasan

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – 16 Juni 2026 Gerakan Pemantau Masyarakat (GPM) wilayah Sulawesi Barat secara resmi mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Kajati Sulbar) untuk mengusut secara mendalam, transparan, dan tuntas kasus dugaan praktik makelar jual beli titik SPPG ( Satuan pelayanan pemenuhan Gizi) yang diduga melibatkan sejumlah oknum ketua yayasan di wilayah sulawesi barat. Koordinator GPM […]

  • Alwi Farhan Indonesia Masters 2026 saat bertanding di Istora Senayan

    Straight Game! Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Indonesia Masters 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 421
    • 1Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Alwi Farhan semifinal Indonesia Masters 2026 setelah mencatat kemenangan meyakinkan atas wakil Jepang, Yushi Tanaka, pada laga perempat final. Pertandingan berlangsung di Istora Senayan, Jumat (23/1). Sejak gim pertama, Alwi Farhan langsung menunjukkan permainan agresif. Ia mengambil inisiatif serangan lebih awal dan memaksa lawan bermain dalam tempo cepat. Pola reli yang rapi […]

  • sejarah mata uang Islam dinar emas Bizantium pada masa awal Islam

    Jejak Sejarah Mata Uang Islam: Dari Koin Asing hingga Simbol Kedaulatan Peradaban

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 296
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Dinar dan dirham membentuk fondasi ekonomi Islam jauh sebelum dunia mengenal uang kertas. Sejak awal, emas dan perak mendorong perdagangan lintas benua yang menghubungkan Timur Tengah, Asia, dan Eropa. Pada masa awal Islam, umat Muslim belum memiliki mata uang resmi. Karena itu, masyarakat melakukan transaksi ekonomi melalui barter dan pertukaran komoditas. Para […]

expand_less